3 Hal Penyebab Seseorang Terjebak dalam Hubungan yang Tidak Bahagia

marriage.com

Gulalives.co – Siapa bilang pernikahan selalu terjadi atas dasar cinta dan kasih sayang? Banyak di antara mereka yang menikah atas dasar keterpaksaan, yakni karena usia, desakkan orangtua, hingga lelah dengan pertanyaan sekitar. Padahal, menjalani hubungan yang tidak bahagia sangat melelahkan. Sayangnya, beberapa dari kita justru tidak sadar jika ia sedang terjebak di dalam hubungan yang tidak bahagia. Maka, kamu perlu mengetahui apa saja hal yang menyebabkan seseorang terjebak dalam hubungan yang tidak bahagia.

Related image
bojidartzendov.com

Rasa Takut

Banyak dari mereka yang terjebak dalam hubungan yang tidak bahagia karena rasa takut begitu menguasai. Entah takut tidak bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik, takut sendiri dan tetap tidak bahagia.

Takut dengan status menjanda atau menduda pasca berpisah dengan pasangan, menanti janji-janji pasangan yang tak kunjung menjadi kenyataan, hingga ketakutan akan hal lain, dan hanya dirinya sendiri yang bisa memahami rasa apa itu sebenarnya.

Baca Juga: Terapkan 7 Hal ini Agar Pernikahan Semakin Harmonis

Jadi, kalau kamu dan pasangan lebih sering mengalami pertengkaran, kamu kerap menangis dan bersedih, kamu merasa kosong meski sedang bersamanya. Coba cek hatimu, tanyakan baik-baik pada dirimu sendiri, benarkah dia yang selama ini kamu cintai?

Benarkah dia mencintaimu dengan penuh dan utuh? Hanya kamu dan dia yang tahu jawabannya. Dan, jika kamu ingin benar-benar mendapatkan jawaban, kamu dan dia harus jujur, genggam satu sama lain, dan saling menguatkan, agar ketakutan-ketakutan itu tak selamanya menghantui.

Melawan Nurani

Banyak orang yang memilih bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia, karena terus-terusan menyangkal hati nuraninya. Mereka memilih untuk menyangkal kenyataan yang sebenarnya sudah terpampang sangat jelas karena memiliki harapan semu, bahwa semuanya akan baik-baik saja nantinya.

Perasaan ini bisa ditandai dengan memaklumi dan memaafkan perilaku buruk pasangan secara berulang. Kebiasaan ini adalah wujud penyangkalan yang sangat umum dilakukan oleh banyak orang. Kamu merasa bahwa seiring berjalannya waktu, pasangan akan berubah membaik.

Kamu terus menunggu, meski di lubuk hati terdalam, kamu sudah merasa sangat tersakiti dengan apa yang diperbuat pasangan. Sering kali, kamu menjadi abai dengan sakit hati yang kamu alami, dan berharap pasangan akan menyadari, menyesali, serta berubah menjadi lebih baik. Padahal faktanya? Belum tentu!

Terkurung

Seseorang yang terkurung dalam ikatan pernikahan pun akan tidak sadar jika ia ada di dalam hubungan yang tidak bahagia. Mengapa demikian? Karena, ia sangat bergantung pada pasangannya, bahkan suaminya pun menjadi kendali atas dirinya.

Tentu saja ini tidak baik. Bagaimana mungkin seseorang dengan jiwa yang hidup, harus menjalani harinya seperti robot yang dikendalikan pemiliknya? Dalam hal ini pasangannya sendiri. Mau sampai kapan kamu terkurung dalam hubungan yang tidak bahagia?

Poin ini bukan tentang seorang istri yang membangkang akan aturan baik suami, ya. Tapi seorang istri yang benar-benar tida diberi ruang gerak, dikurung, dibatasi, hingga tidak bisa lagi mengenali dirinya sendiri, tidak memiliki hobi, bahkan tidak tahu bagaimana cara menjalani hidup di detik berikutnya.

Related image
marriage.com

Jika kamu tidak ingin selamanya terjebak dalam hubungan yang tidak bahagia, kamu harus berani jujur pada diri sendiri. Jika sendiri sulit bagimu, cari orang yang bisa kamu percaya, untuk berbagi kisah dan pikiran, tapi untuk keputusan akhir, tetap harus kamu yang memutuskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here