Gulalives.com, JAKARTA – Moms, banyaknya pemberitaan di media yang mengabarkan kasus penculikan tentu saja membuat kita lebih waspada. Terpenting jangan sampai kita kemudian mengurung anak di dalam rumah atau memberinya banyak larangan ini dan itu, yang malahan membuat dia tak nyaman.

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani (Nina) memberikan tips kepada kita untuk mengajari anak cara ketika menghadapi orang tak dikenal serta menolak pemberian mereka.

“Kadang anak-anak menganggap sudah kenal dengan seseorang yang sering ditemuinya dan tergerak untuk mendekati dan menerima pemberian orang itu,” tutur Nina.

Simak yuk, beberapa cara untuk mengajarkan anak-anak demi menjaga serta memberi perlindungan untuknya.

  • Katakan pada anak jika ada seseorang tak dikenal memberinya permen atau cokelat, ajarkan pada anak untuk bilang ‘Tidak, terimakasih’. Jika anak menginginkan permen atau cokelat (permen yang ditawari oleh orang lain), ajari anak untuk meminta atau memberitahukan ke mama. Di sini kita bisa tahu siapa yang menawari anak.
  • Begitu juga ketika ada orang asing memberi anak mainan, ajari anak untuk mengatakan, ‘Tidak, terimakasih’. Jika anak ingin mainan itu, sampaikan padanya agar tanya atau ijin ke mama dulu.
  • Jika ada orang tak dikenal menawari untuk mencari anak binatang bersama-sama, arahkan anak untuk bilang bahwa dia sudah punya binatang peliharaan di rumah, entah kucing maupun kelinci. Ajarkan pada anak juga untuk mengatakan akan minta ijin pada mama, jika orang asing itu terlihat memaksa.
  • Apabila anak diajak pergi dari tempatnya tanpa orangtua, ajarkan pada anak untuk mengatakan, ‘Tidak mau’ atau ‘Aku harus pamit dulu sama mama dan papa’.
  • Jika ada orang asing yang mau memeluk dan meraba tubuhnya, kita bisa mengarahkan anak dengan memberi simulasi untuk menangkal dengan tangan atau kaki sambil berteriak minta tolong. Apabila anak dalam situasi dikejar, lari ke tempat yg ramai sambil berteriak ‘tolong’
  • Ini penting, moms. Untuk mengajari anak cara menemukan petugas keamanan berseragam atau satpam di mal misalnya. Buat simulasi yang asyik untuk mengajarkan anak, misal menggandeng tangannya sambil berhitung ke arah menuju petugas keamanan berdiri.
  • Papa dan mama juga jangan sampai lengah ya, misalnya keasyikan melihat gadget, tahu-tahu tangan mungil yang kita gandeng tadi sudah terlepas.
  • Sebaiknya jangan memakaikan pakaian dengan nama anak yang tertulis besar. Karena anak mudah ‘takluk’ pada mereka yang memanggil namanya.
  • Jelaskan pada anak kapan boleh bicara dengan orang tak dikenal. Anak boleh bicara dengan orang yang belum dikenalnya saat bersama mama dan papa. Kemudian ketika mama bertemu teman lama lalu dikenalkan pada anak. Lalu ketika anak diajarkan untuk membayar uang belanjaan ke kasir atau pedagang, jelaskan pada anak sebatas untuk melakukan pembayaran, namun tak boleh pergi bersama orang itu.
  • Selanjutnya, menjelaskan pada anak siapa saja yang boleh diajaknya mengobrol saat mama dan papa tak bersamanya. Untuk anak balita, katakan bahwa dia hanya boleh berbicara kepada guru atau ibu temannya di sekolah. Usia anak 4 tahun, kita bisa mengatakan padanya boleh berbicara dengan satpam atau polisi (tunjukkan konkretnya), serta ketika bersama kakek atau nenek.

Bagaimana moms, semoga bermanfaat ya. Jangan lupa untuk mempraktikkan atau membuat simulasi tips tersebut bersama anak dan suami. (WI)

LEAVE A REPLY