Hindari Jebakan Utang

0
47 views
hutang
hutang

Hindari Jebakan Utang | Sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan permohonan kredit/utang, ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut supaya nantinya Anda tidak malah menemukan diri Anda terjebak dalam utang yang tidak bisa Anda lunasi. Untuk menghindari kondisi tersebut perhatikan hal-hal berikut:

  1. Perhatikan persentase cicilan terhadap penghasilan

Salah satu penyakit keuangan yang umum diidap adalah utang yang lebih besar dari kemampuan. Seharusnya rasio cicilan utang dibandingkan dengan penghasilan rutin maksimal 30 persen. Jika sudah berkeluarga, konsep 30 persen ini adalah terhadap penghasilan rutin dari orang yang mencari nafkah utang, bukan gabungan penghasilan. Pasalnya jika persentase 30 persen dihitung berdasarkan penghasilan gabungan, jika terjadi situasi di mana salah satu pencari nafkah tidak lagi bekerja, maka persentase cicilan utang akan mengalami kenaikan dan bisa berbahaya bagi kesehatan keuangan.

  1. Jangan biasakan utang untuk tujuan konsumsi

Selain masalah rasio utang, perlu diperhatikan jenis utang yang Anda miliki. Untuk utang yang bersifat produktif seperti KPR masih bisa ‘dimaafkan’ apabila persentase cicilan sedikit di atas 30 persen. Akan tetapi apabila penghasilan Anda hanya habis untuk membayar utang yang bersifat konsumtif seperti utang kartu kredit atau KTA yang digunakan untuk tujuan konsumsi, kondisi ini sudah tidak bisa dimaafkan dan harus segera dicari jalan keluarnya. Karena itu bijaklah dalam membeli.

  1. Dahulukan membayar utang dengan bunga terbesar

Bunga utang kartu kredit merupakan yang paling tinggi di antara beragam jenis utang yang dikeluarkan oleh perbankan. Bunga kartu kredit per bulan bisa mencapai 3% artinya dalam setahun bunga utang Anda bisa mencapai 36%. Karena itu utang kartu kredit harus didahulukan untuk dilunasi bagaimanapun caranya, meskipun Anda harus terpaksa menjual aset Anda untuk melunasinya.

LEAVE A REPLY