Kisah Inspiratif Hanan al-Hroub, Perempuan dan Guru Terbaik Dunia

Gulalives.com, JAKARTA – Mungkin para guru di Indonesia perlu belajar dari sosok inspiratif ini, yakni Hanan al-Hroub yang dinobatkan sebagai guru terbaik dunia versi Global Teacher Prize Varkey Foundation. Pada periode pertama tahun lalu, penghragaan guru terbaik diberikan kepada Nancie Atwell, guru bahasa Inggris dari pedesaan Maine.

Hanan saat menerima penghargaan guru terbaik dunia. (Foto: Gulfnews)
Hanan saat menerima penghargaan guru terbaik dunia. (Foto: Gulfnews)

Penghargaan yang dilakukan di Dubai tersebut diumumkan oleh Paus Francis melalui video pada Minggu (13/3) waktu setempat. Penghargaan sendiri diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Sebagai informasi, Global Teacher Prize adalah sebuah penghargaan internasional yang didirikan dua tahun silam untuk mencari dan memberi penghargaan kepada guru-guru luar biasa di dunia dalam hal inovasi pembelajaran dan mendorong orang lain untuk bergabung dengan profesi guru.

guruPenghargaan ini diberikan oleh Varkey Foundation, sebuah lembaga yang didirikan oleh Sunny Varkey. Sunny Varkey sendiri tercatat telah mendirikan setidaknya 130 sekolah di seluruh dunia.

Hanan al-Hroub meraih penghargaan setelah berhasil mengungguli sembilan finalis lain yang berasal dari negara-negara berpendidikan maju. Sembilan finalis lain tersebut berasal dari Australia, Finlandia, India, Jepang, Kenya, Pakistan, Inggris, dan dua dari Amerika Serikat.

A banner with a picture of Palestinian teacher Hanan al-Hroub and Arabic quoting her that reads "education is a human right and it is the right of our children to live their childhood in peace," ahead of a welcome ceremony prepared for her arrival back home, in the West Bank city Jericho, Wednesday, March 16, 2016. Officials, family members and friends celebrated the teacher upon her return to the country after attending the prize announcement ceremony at the Global Education and Skills Forum in Dubai last Sunday, March 13, 2016. (AP Photo/Nasser Nasser)
A banner with a picture of Palestinian teacher Hanan al-Hroub and Arabic quoting her that reads “education is a human right and it is the right of our children to live their childhood in peace,” ahead of a welcome ceremony prepared for her arrival back home, in the West Bank city Jericho, Wednesday, March 16, 2016. Officials, family members and friends celebrated the teacher upon her return to the country after attending the prize announcement ceremony at the Global Education and Skills Forum in Dubai last Sunday, March 13, 2016. (AP Photo/Nasser Nasser)

Kemenangan al-Hroub adalaj karena perannya dalam mengajarkan karakter kepada anak didiknya yang berada di pusaran kekerasan akibat perang. Hanan al-Hroub mengatakan bahwa ia dibesarkan di sebuah kamp pengungsi Palestina di Bethlehem, di mana kekerasan adalah kejadian biasa.

Dia pergi mengajar setelah anak-anaknya menyaksikan penembakan dalam perjalanan pulang dari sekolah. Pengalaman itu mendorongnya untuk berpikir tentang anak-anak yang mengalami trauma dan bagaimana ruang kelas dapat membantu.

hanan2Hanan sukses mengembangkan konsep ‘Kami Bermain dan Belajar’, sebuah buku yang berfokus pada pentingnya bermain, kepercayaan, rasa hormat, kejujuran, dan literasi.  Hanan al-Hroub mengungkapkan, bahwa dia akan memanfaatkan hadianya untuk memberi beasiswa kepada siswa yang berprestasi dalam rangka mendorong mereka untuk menjadi guru.

Mendapat ucapan selamat dari Pangeran William dan Paus

Paus mengucapkan selamat kepada Hanan. (AFP)
Paus mengucapkan selamat kepada Hanan. (AFP)

Saat yang bersamaan, tepuk sorai dari penduduk Palestina bergema di kamp pengungsian tempat Hanan al-Hroub mengabdi sebagai guru. Penghargaan Hanan al-Hroub sebagai guru terbaik di dunia untuk tahun 2016 ini pun mendapatkan apresiasi setinggi langit dari Pangeran Williams dari Inggris.

Prince Wiliiam mengirimkan pesan video ucapan selamat kepada Hroub yang telah memenangi penghargaan guru terbaik sedunia. Bahkan, seorang Pemimpin gereja Katolik, Paus Fransiskus pun mengirimkan kiriman video yang mengapresiasi sangat laur biasa kegiatan Hanan al-Hroub bagi anak-anak Palestina.

Hanan juga berencana akan menggunakan seluruh uang penghargaan yang Ia terima untuk membantu siswa dan guru di seluruh dunia memberikan yang terbaik di bidang pendidikan.

Ini cara Hanan Mengajar Muridnya

hananHanan sehari-harinya tumbuh dalam kerasnya hidup di negeri yang selalu dirundung perang dan konflik tersebut. Hanan al-Hroub sehari-hari memberikan seluruh waktu hidupnya untuk menemani tumbuhnya anak-anak Palestina dalam suasana penuh kekerasan. Ia berjalan dari satu kamp pengungsian ke kamp pengungsian lainnya.

Sambil mengajarkan anak-anak Palestina tentang ilmu-ilmu pasti, Hanan juga menekankan nilai-nilai pada anak Palestina bahwa hidup tak akan pernah berharga jika dijalankan dengan kekerasan. Ia mengajarkan anak-anak Palestina tentang segala kebaikan hidup di kamp pengungsian Bethlehem. Kamp pengungsian korban perang Palestina yang dipenuhi oleh kekerasan dari tentara Israel selama bertahun-tahun.

Ia telah berusaha keras selama bertahun-tahun untuk melenyapkan rasa takut, depresi, dan trauma yang dirasakan oleh anak-anak Palestina ketika mereka melihat langsung penembakan dalam perjalanan ke sekolah. Melalui pendidikan yang terintegrasi dengan moral, Hanan al-Hroub seorang diri mampu mengajarkan hubungan saling percaya, hormat kepada orang lain, saling percaya, dan kasih sayang tanpa kekerasan dan egosime.

Selama bertahun-tahun bermain dan belajar dengan anak Palestina, Hanan al-Hroub menuliskan semua pengalaman kemanusiaannya sebagai guru di tengah anak-anak Palestina itu dalam sebuah buku yang berjudul “Kita Bermain Kita Belajar”.

Akhirnya perjuangan Hanan al-Hroub sebagai guru bagi anak-anak Palestina mendapat balasan yang luarbiasa. Penghargaan bergensi Global Teacher Prize diberikan bagi Hanan al-Hroub oleh Yayasan Varkey. Yayasan sosial yang dikelola oleh perusahaan pendidikan internasional GEMS. Tujuan dari diberikannya penghargaan ini adalah untuk meningkatkan status profesi guru di seluruh dunia.

“Saya, saya menang! Saya bangga menjadi guru perempuan Palestina yang berdiri di atas panggung ini,” kata Hroub saat penganugerahan penghargaan itu di Dubai, seperti dilansir Gulalives.com dari The Guardian, Selasa (29/3/2016).

Gerakan ‘La lil ‘unfi fi at ta’lim’

hnnanHanan mengajar di sekolah anak-anak pengungsi di Kota al Bireh, Ramallah. Sekolah yang bernama al Madrasah Sami Khalil ini menampung anak-anak SD, SMP hingga SMA. Di sini Hanan al Harub mengawali gerakan ‘La lil ‘unfi fi at ta’lim’. Hanan mengembangkan sistem pendidikan bahwa belajar itu menyenangkan, tak membosankan, penuh warna, interaktif. Selain itu belajar adalah sarana bermain yang menggairahkan. Bahwa belajar itu bukan beban, santai namun serius. 

Ia pun menulis buku pendidikan ‘Nal’ab wa Nata’allam’, kita bermain dan belajar. Bukunya dilengkapi dengan gambar-gambar, permainan, dan alat-alat peraga menyenangkan lainnya. Pendekatan belajar dengan metode ini dimaksudkan agar belajar itu menyenangkan. Agar anak-anak melupakan kekerasan hidup di luar sekolah.

teacherAgar mereka melupakan trauma akibat kekerasan, kemiskinan, dan ketidaknyamanan sebagai dampak dari pendudukan Zionis Israel. Al Harub tidak hanya menyediakan pendidikan, namun juga ruang kelas yang aman dan nyaman.

‘‘Saya membantu anak-anak mengatasi trauma dengan membiarkan mereka bermain. Di sekolah mereka memiliki hal-hal yang mereka tidak punyai di tempat lain. Mereka harus benar-benar merasa aman dan nyaman di sekolah. Kita semua keluarga. Kita semua satu tim.’’

Mendidik di Palestina tak Mudah

Hanan Al-Hroub (C), a Palestinian teacher who won the $1 million Global Teacher award for her innovative approach of using play to counter violent behaviour poses with her trophy during a public reception upon her arrival in the West Bank city of Jericho from Jordan on March 16, 2016. Hroub, who grew up in a Palestinian refugee camp in Bethlehem and now teaches at a high school in the West Bank, was awarded the Global Teacher award at a ceremony in Dubai on March 13. / AFP / ABBAS MOMANI
Hanan Al-Hroub (C), a Palestinian teacher who won the $1 million Global Teacher award for her innovative approach of using play to counter violent behaviour poses with her trophy during a public reception upon her arrival in the West Bank city of Jericho from Jordan on March 16, 2016.
Hroub, who grew up in a Palestinian refugee camp in Bethlehem and now teaches at a high school in the West Bank, was awarded the Global Teacher award at a ceremony in Dubai on March 13.
/ AFP / ABBAS MOMANI

Hanan mengatakan bahwa mendidik anak-anak di lingkungan yang penuh ketegangan seperti di Palestina adalah tugas yang tak mudah. Namun, katanya, hal itu justru merupakan pengalaman yang menyenangkan.

Sebagai orang yang tumbuh di kamp pengungsi dan menyaksikan kekerasan hampir setiap waktu, ia memahami betul betapa sulit kehidupan anak-anak Palestina. Mereka boleh dikata tidak mempunyai kehidupan anak-anak yang seharusnya menyenangkan. Karena itulah ia menginginkan untuk mengembalikan kesenangan masa kanak-kanak dan remaja di sekolah-sekolah Palestina.

Hanan menyakini ada beberapa tantangan ketika ia memulai pola pendidikan yang ia inginkan. Salah satunya adalah menyamakan persepsi dengan guru-guru lain. Sebab, menurutnya, betapapun baiknya sistem dan model pendidikan, kunci keberhasilannya hanya satu, yakni terletak pada gurunya.

Mari, para guru mencontoh sosok insipiratif dari negeri Palestina ini. (DP)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY