Hal yang Paling Ditakuti Yahudi Terhadap Umat Islam

Gulalives.co – Seorang penguasa yahudi, menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan Islam, kecuali pada satu hal, yakni jika jama’ah sholat subuh menyamai jumlah jama’ah sholat Jumat. Ya, ini menjadi hal yang paling ditakuti yahudi.

Related image

Betapa banyak muslim terlena dengan malam yang panjang, sehingga menyisakan waktu subuh yang sebentar, dan ternyata orang Yahudi lebih jeli terhadap kondisi ini, dan menjadi hal yang paling ditakuti yahudi.

Di balik keagungan dua rakaat di ambang fajar itu, terdapat indikator sukses atau tidaknya seorang muslim. Sebab, di waktu subuh terdapat pahala yang besar dan merupakan sebuah pendorong peningkatan aktivitas harian dari seorang muslim.

Seorang yang bangun di pagi hari, bisa meningkatkan produktivitas kegiatan kesehariannya. Sebaliknya, seorang yang bangun kesiangan, akan tertinggal produktivitasnya. Bisa dianalogikan, jika seseorang yang bangun kesiangan, akan tertinggal segala sesuatu, dibanding mereka yang bangun pagi.

Karena, orang yang bangun pagi sudah melakukan berbagai pekerjaan lebih dulu, saat orang yang kesiangan masih terlelap. Maka, cobalah terus untuk membiasakan diri bangkit mengejar ketertinggalan, dimulai dari sholat subuh berjamaah.

Ada banyak hadist tentang keutamaan Sholat subuh berjamaah. Di antaranya adalah hadist yang diriwayatkan Jundab bin Sufyan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

من صلي الصبح فهو فى ذمة الله فلا تحفروه ا الله فى عهده فمن قتله طلبه الله حتي يكبه في النار على وجهه

“Barang siapa yang menunaikan sholat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat subuh, Allah akan menuntutnya sehingga ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka,” (H.R. Muslim, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Lafal di atas menurut Ibnu Majah)

Allah telah menjamin mereka yang mendirikan sholat subuh, dan benar saja, Yahudi baru akan takut kepada muslim ketika sholat subuhnya seperti sholat Jumat. Karena sejarah telah membuktikan, bahwa banyak kemenangan umat Islam yang terjadi, berhubungan dengan sholat subuh, di antaranya adalah:

  • Khalid bin Walid tidak memulai perang kecuali setelah sholat subuh.
  • Seorang pimpinan Daulah Al-Murabithun (di Maroko) sekaligus seorang panglima perang muslim, Yusuf bin Tasyifin, tidak memulai perang Zilaqah yang terkenal itu, kecuali setelah selesai shalat subuh bersama bala tentaranya.
  • Muhammad Al-Fatih juga menaklukan Konstantin di pagi hari setelah sholat subuh.

Lantas, bagaimana dengan kita? Bayangkan jika kita adalah seorang mahasiswa yang selalu terlambat masuk kelas. Kita adalah satu-satunya mahasiswa yang sering terlambat. Sedangkan, saat itu teman-teman sudah duduk rapi di kelas, dosen sudah berada di depan dan siap memberikan materi kuliah.

Baca Juga: Reuni 212: Bela Kalimat Tauhid

Bagaimana pandangan teman-teman dan dosen terhadap kita? Apa yang berkecamuk dalam hati? Malu, bingung, menyesal, atau cuek saja? Dan bagaimana jika keterlambatan kita ini terjadi tidak hanya sekali, dua kali, tapi berulangkali? Bayangkan lagi, apa hukuman yang akan diberikan dosen atau mungkin fakultas pada mahasiswa yang sering terlambat ini?

Kemudian, bandingkan keadaan tersebut dengan shalat shubuh kita atau shalat-shalat yang lain. Bagaimana kalau kita berada di antara orang-orang yang disiplin dengan sholat subuh berjama’ah.

Sementara kita selalu tertinggal untuk melakukan hal tersebut? Mungkin kita sudah berusaha menyiapkan alarm untuk membangunkan kita setiap pagi. Tapi tidak sedikit di antara kita yang hanya mematikan dering alarm, untuk melanjutkan tidur.

Atau mungkin setiap pagi orangtua, kakak, adik, teman satu kost, selalu membangunkan untuk sholat subuh berjama’ah. Namun, lagi-lagi kita hanya menjawab panggilan, untuk kemudian tertidur kembali. Menyesal? Nyatanya, hanya sebatas menyesal, dan esok lusa kita mengulanginya lagi. Begitu seterusnya. Hingga kita selalu ketinggalan untuk sholat subuh berjama’ah.

Betapa meruginya orang-orang yang sering terlambat sholat subuh. Dalam satu riwayat, Rasulullah saw menyebutkan: “Siapa yang melaksanakan sholat subuh berjama’ah, maka ia akan berada dalam perlindungan Allah. Apabila seseorang dalam perlindungan Allah, pasti Allah tidak akan menuntut apa pun dari dirinya. Karena siapa yang dituntut oleh Allah dengan kekuasaan-Nya, pasti tercekal. Dan barangsiapa yang tercekal, pasti akan dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR Muslim Ahmad)

Sholat subuh adalah kekuatan. Kekuatan yang hanya bisa diperoleh oleh orang-orang yang kuat. Kita menjadi benar-benar kuat bila mengambil sumber kekuatan dari Yang Maha Kuat. Maka, sholat subuh pada dasarnya adalah bagaimana mengambil energi dari langit.

Shalat shubuh adalah perlawanan. Perlawanan yang hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang yang kuat. Ketika syaitan mengubah telinga-telinga manusia dengan kubangan kencing, orang-orang lemah terlelap kembali. Dan pagi berlalu tanpa sempat mengambil energi kekuatan. Sementara, orang-orang kuat bergegas dengan semangatnya melawan tipu daya syaitan.

Perlawanan terbesar dalam hidup dimulai dari sini. Dari perlawanan kita terhadap diri sendiri, di shubuh yang dingin dan menenggelamkan. Setelah itu, segalanya menjadi ringan. Semakin banyak orang malas sholat subuh, maka akan semakin banyak juga orang-orang lemah. Semakin sedikit orang-orang yang mau sholat subuh tepat waktu, semakin sedikit pula orang yang kuat.

Maka, bila suatu negeri yang kaya raya menjadi terpuruk, jatuh dalam kesulitan, sesungguhnya kesulitan itu hanyalah gambaran bahwa betapa penduduknya adalah orang-orang yang lemah, orang-orang yang tidak jujur, dan orang-orang yang lalai. Negara ditipu, rakyat dikhianati. Namun, apa kaitannya dengan shalat shubuh?

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa: 142).

Rasulullah menegaskan, bahwa sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat subuh dan sholat isya. Sebuah perjuangan harus kita mulai dari sini. Dari subuh ini. Jika subuh terlambat lagi, kita hanya akan melengkapi deretan generasi belakangan yang buruk dan menyia-nyiakan sholat.

Negeri ini dan Islam hanya akan bangkit di tangan orang-orang yang kuat, yang memiliki energi subuh. Dengarlah ungkapan Ibnu Mas’ud: “Selagi engkau berada dalam shalat, berarti engkau sedang mengetuk pintu Allah. Dan, siapa yang mengetuk pintu Allah, maka pintu itu akan dibukakan untuknya.”

Related image
kastara.id

Sekarang, bisa kamu bayangkan bagaimana sholat subuh berjamaah hari Minggu lalu di kawasan Monas, penuh dengan masyarakat yang ikut Aksi Reuni Akbar 212, menjadi salah satu hal yang paling ditakuti yahudi? Akan kah kita berhenti? Atau melanjutkan jalan yang kita yakini? Bersatu dalam rasa cinta terhadap Islam. Subhanallah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here