daerah.sindonews.com

Gulalives.co – Semua orang akan menjadi dewasa setelah melalui banyak proses, segala proses yang akan menuntun ke jalan menuju kedewasaan. Kita semua pasti merasakan bagaimana indahnya masa kanak-kanak yang tidak memikirkan masalah yang dihadapi oleh orang dewasa. Banyak orang dewasa yang merindukan masa kecilnya, hal tersebut sangat wajar terjadi karena waktu tidak bisa diputar kembali dan hidup seringkali nampak melelahkan. Menjadi dewasa memang banyak hal yang kita dapat, tapi juga banyak hal yang hilang dari kita setelah kita dewasa. Inilah hal-hal yang membuat kita iri sekaligus merasa perlu belajar dari anak-anak:

Belajar Tertawa dan Optimis

Related image
www.damniloveindonesia.com

Kalau anak kecil seperti orang dewasa yang mudah putus asa, maka tak akan ada orang dewasa yang mampu berjalanan di atas kakinynya sendiri sekarang. Saat kita kecil, kita belajar berjalan, tertatih, terjatuh dan menangis. Lalu kemudian kita bangkit dan mengulanginya lagi sampai kita bisa dan tertawa lega. Masalah apa yang solusinya tidak sama dengan latihan berjalan agar tidak terjatuh? Hidup adalah sebuah perjalanan yang segala prosesnya harus kita lalui dengan tetap tersenyum dan selalu optimis. Kamu pasti bisa!

Punya Mimpi Tanpa Batas

Related image
health.liputan6.com

Anak-anak melihat dunia sebagai sesuatu yang tak terbatas, dimana mereka bisa menjadi apapun yang mereka mau. Apa kamu masih ingat apa cita-citamu waktu kecil? Pilot, dokter, astronot, atau presiden? Sementara, kita yang sudah berhadapan dengan realita menjadi takut untuk bermimpi. Padahal, tanpa adanya impian, justru kita tak akan pernah menjadi apa-apa. Anak-anak mengingatkan kita untuk berani bermimpi hebat tanpa rasa takut akan kegagalan, bahwa kita mampu menjadi apa yang kita inginkan.

Melepaskan Dendam dan Tidak Membesarkan Masalah

Related image
ourrosewoodacademy.com

Bagi seorang anak, masalah dengan teman mainnya mungkin akan serius sekali hari itu. Namun, ia akan melupakan esok hari. Apa yang kita lakukan sekarang? Hanya karena perbedaan pendapat, kita bisa menilai seseorang dengan negatif kemudian tak mau lagi mendekati orang tersebut. Coba dipikirkan lagi, sebegitu berhargakah sebuah dendam untuk dipertahankan? Atau, ini hanya masalah gengsi semata?

Tidak Khawatir dengan Hari Esok

Related image
wolpoper.blogspot.co.id

Anak-anak hidup dan menikmati apa yang mereka lakukan hari ini. Mereka tidak pernah ambil pusing terhadap apa yang akan mereka hadapi esok. Orang dewasa seringkali terlalu sibuk memikirkan hari esok akan seperti apa, sampai-sampai mereka lupa dengan yang ada di hadapan mereka sekarang. Jadi, kenapa harus khawatir dengan hari esok? Toh, kamu hidup di saat ini. Berhentilah cemas dengan hari esok dan fokuslah pada apa yang kamu hadapi saat ini.

Selalu Ingin Tahu

Image result for anak-anak selalu ingin tahu
www.gogobli.com

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka senang mempelajari hal baru dan selalu ingin memahami sesuatu lebih jauh. “kenapa” adalah kata tanya yang wajib saat mereka menemukan hal yang baru. Sementara, kita seringkali malas untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang suatu hal, bahkan hal-hal yang kita tahu memang penting. Kita lebih suka bersikap seolah-olah mengerti walau ternyata belum paham. Dan anak-anak kembali memberi contoh bagi kita untuk bertanya lebih jauh dan memahami lebih dalam lagi.

Berteman Tanpa Membeda-bedakan

Image result for anak-anak berteman tanpa membeda-bedakan
print-tugas.blogspot.com

Anak-anak berteman dengan tulus tanpa mempedulikan ras, suku, etnis, agama atau status sosialnya. Bagi kita, semua itu adalah hal mewah yang mungkin sudah hilang dari diri kita. Tanpa sadar, kita sudah menjejali pikiran kita dengan ideologi yang membuat kita berprasangka terhadap golongan lain, sehingga kita menjadi sulit untuk berkawan dengan tulus.

Lebih Jujur Terhadap Perasaan Mereka

Related image
indonesiaone.org

Kalian pasti setuju kalau anak-anak lebih jujur terhadap perasaan mereka sendiri. Mereka akan menangis ketika sedang sedih, tertawa dikala senang. Mereka tidak pernah menutupi perasaan yang mereka rasakan saat itu, mereka akan mengutarakan isi hatinya apa adanya. Gimana dengan orang dewasa? Kita seringkali menutup-nutupi perasaan kita sendiri kan?

Percaya dengan Diri Sendiri

Related image
linkedin.com

Salah satu hal yang bisa kita pelajari dari anak-anak adalah mereka sangat percaya dengan diri mereka sendiri. Anak-anak tidak pernah mengambil pusing dengan tampang mereka dan apa yang mereka kenakan atau miliki. Begitu juga kita seharusnya, berhenti minder karena kekurangan kita dan mulailah untuk memperlihatkan kelebihan yang kita miliki.

Menyayangi dan Memberi dengan Tulus

Image result for anak-anak memberi dengan tulus
lampung.tribunnews.com

Dalam hal menyayangi dan memberi, tidak ada yang lebih tulus dari anak-anak. Mereka tidak mengenal konsep pamrih. Berbeda dengan kita orang-orang dewasa, yang seringkali pemberiannya diselubungi dengan kalkulasi untung rugi dan motif tertentu.

Tidak Mengenal Rasa Takut

Image result for anak-anak tidak mengenal rasa takut
intisari.grid.id

Hal yang paling penting yang bisa kita pelajari daari anak-anak adalah mereka tidak pernah mengenal rasa takut. Yang dimaksud bukan berarti tidak takut untuk terjatuh dari tebing atau terkena air panas ya, melainkan rasa takut yang sebenarnya hanyalah bentuk dari kecemasan kita. Seperti rasa takut dijauhi, dikucilkan, dibenci, takut akan masa depan, dan sebagainya. Kita bisa belajar dari mereka bahwa rasa takut itu hanyalah ilusi yang membelenggu kita dari usaha untuk maju dan berkembang, serta untuk menjadi diri sendiri.

Nah, apakah kalian masih ragu untuk belajar dari anak-anak?

LEAVE A REPLY