7 Hak Pekerja Wanita yang Harus Kamu Tahu dengan Jelas

0
11 views
darulmakmur.org

Gulalives.co – Jumlah pekerja wanita terus meningkat setiap tahunnya (menurut data Badan Pusat Statistik (BPS)). Bahkan, menurut riset tahun 2017, Indonesia termasuk negara dengan peningkatan terbaik dalam hal jumlah pekerja wanita, yakni menduduki posisi senior di perusahaan.

Related image
islamidia.com

Di sisi lain, pekerja wanita juga memiliki kebutuhan khusus terkait kondisi klinis dan biologis yang berbeda dari pria, seperti siklus menstruasi, kehamilan, melahirkan, serta menyusui. Maka, Undang-undang Negara pun mengatur sejumlah hak yang diperuntukkan khusus bagi pekerja waninta. Lantas, apa saja hak pekerja wanita yang harus kamu tahu?

Cuti Hamil dan Melahirkan

Hak cuti pekerja wanita di masa kehamilan dan persalinan telah diatur dalam pasal 82 ayat 1 UU Ketenagakerjaan No. 13/ 2003 yang berbunyi: “Pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak, dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.”

Beberapa perusahaan wajib memberikan pilihan bagi karyawan untuk mengatur sendiri kapan waktu yang diinginkan untuk mengambil cuti melahirkan. Tujuannya, agar jatah cuti tersebut bisa dipakai untuk istirahat dan merawat bayi di rumah dengan maksimal.

Selama 3 bulan cuti hamil dan melahirkan ini, perusahaan tetap wajib memberikah hak gaji penuh meskipun mereka tidak bekerja. Pekerja wanita pun harus menginformasikan tentang kelahiran anak pada perusahaan, dalam waktu 7 hari setelah melahirkan.

Dan, memberikan bukti seperti fotokopi surat kelahiran dari rumah sakit, atau akta kelahiran pada manajemen. Sedangkan, untuk karyawan pria yang istrinya melahirkan, juga mendapatkan cuti merawat istri pasca persalinan, selama 6 hari.

Cuti Keguguran

Untuk pekerja wanita yang (maaf) mengalami keguguran, maka mereka berhak istirahat selama 1,5 bulan untuk mempercepat pemulihan pasca keguguran. Ketetapan ini sesuai dengan kebijakan yang tercantum dalam UU Ketenagakerjaan No. 13/ 2003 pasal 82 ayat 2:

“Pekerja/buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.”

Sama seperti hak cuti merawat istri pasca persalinan, pekerja pria pun berhak mendapat cuti kerja selama dua hari dengan upah penuh, jika istrinya mengalami keguguran.

Cuti Menstruasi

Ada sebagian wanita yang mengalami berbagai keluhan tiap kali menghadapi siklus menstruasi. Biasanya nyeri dan rasa tidak nyaman menemani mereka selama haid. Maka, tidak heran jika akhirnya banyak negara mengatur hak cuti untuk wanita yang menderita nyeri haid (dismenore).

Untuk di Indonesia, hak cuti haid diatur dalam Pasal 81 (1) UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 yang berbunyi: “Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.”

Semestinya, bunyi pasal tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi setiap perusahaan untuk memberikan jatah cuti dua hari pada karyawati yang mengalami nyeri haid. Sayangnya, masih ada beberapa perusahaan yang mengharuskan pekerja wanita untuk menyertakan surat keterangan sakit dari dokter untuk mengambil jatah cuti ini.

Padahal, tidak semua wanita memiliki akses ke dokter di saat mereka tengah merasakan nyeri haid tidak tertahankan. Perusahaan harusnya memberikan naungan pada pekerja wanita dengan cara memberikan waktu untuk berisitirahat di rumah, agar gejala dismenore segera reda.

Baca Juga: 12 Negara Paling Berbahaya untuk Wanita

Mendapatkan Layanan Kesehatan

Sesuai undang-undang tentang JKN, khusus pekerja wanita, program BPJS Kesehatan juga mencakup layanan periksa USG gratis, dan layanan melahirkan gratis pada fasilitas kesehatan yang telah disediakan, terlepas dari layanan kelas manapun yang dipilih.

Karena, dalam Undang-undang tersebut juga sudah dijelaskan, bahwa wanita yang menjadi peserta BPJS Kesehatan, berhak mendapatkan layanan melahirkan, meski sebelumnya sudah pernah melahirkan.

Menyusui atau Memerah ASI

Jika, kamu sudah menyelesaikan masa cuti hamil, kamu tetap mendapatkan dukungan penuh atas hak untuk menyusui dan memerah ASI di tempat kerja. Hal ini diatur dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 83 No. 13 Tahun 2003 yang berbunyi:

“Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu, harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.”

Hak cuti menyusui berbeda-beda, tergantung pada masing-masing negara. Ada negara yang memberikan cuti menyusui hingga 6 bulan. Sayangnya, di Indonesia belum diatur, hanya sebatas himbauan agar perusahaan menyediakan ruangan laktasi khusus bagi pekerja wanita, untuk menyusui anaknya, atau memerah ASI di jam kerja, beserta tempat menyimpan ASI perah. Sedihnya lagi, belum semua perusahaan memenuhi permintaan ini.

Perlindungan Keamanan dan Kesehatan Jika Bekerja di Jam Malam

Pasal 76 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa pekerja wanita yang berumur kurang dari 18 tahun, dan wanita hamil yang bekerja pada jam malam, yakni 23.00-07.00 pagi, berhak mendapat makanan dan minuman bergizi, serta dilindungi dari kesusilaan dan keamanannya selama di tempat kerja.

Selain itu, perusahaan juga harus menyediakan fasilitas antar jemput bagi pekerja perempuan yang bekerja di antara pukul 23.00 hingga pukul 05.00 dini hari.

Terbebas dari Ancaman PHK saat Menikah, Hamil, ataupun Melahirkan

Menikah, hamil, dan melahirkan adalah bagian dari hak reproduksi wanita, yang tidak bisa dihindari. Maka itu, ketiga hal ini tidak bisa dijadikan dasar bagi perusahaan untuk membuat pekerja wanita mengundurkan diri, pun memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kebijakan ini sudah dimuat dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor: Per03/MEN/1989 Tentang Larangan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Bagi Pekerja Wanita Karena Menikah, Hamil, dan Melahirkan

Nah, sekarang kamu sudah jauh lebih tahu kan tentang hak-hak yang telah ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia terhadap pekerja wanita? Jadi, kamu harus sadar jika kamu memiliki sejumlah hak ini.

Image result for wanita karir
anwar-tiba.com

Karena faktanya, masih ada saja perusahaan yang enggan mensosialisasikan serta cenderung mengabaikan hak-hak khusus ini, pada pekerja wanita mereka yang berhak mendapatkannya.

LEAVE A REPLY