6 Gejala Bipolar pada Anak

bipolarsymptoms.com

Gulalives.co – Bipolar adalah gangguan suasana hati yang bisa menyebabkan pengidapnya mengalami perubahan emosi yang fluktuatif. Seperti yang tadinya merasa bahagia, tiba-tiba menjadi murung. Dan ternyata, gangguan ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak. Di Amerika Serikat, gangguan bipolar terjadi pada 1 hingga 5 persen dari jumlah penduduk, di mana 1,8 persennya adalah anak-anak. Maka, penting untuk orangtua mengetahui gejala bipolar pada anak, agar bisa ditangani sedini mungkin.

Image result for bipolar disorder kids
justinpeck.com

Sebenarnya, gejala bipolar pada anak sama dengan gejala yang dialami oleh orang dewasa. Namun, tingkat depresinya berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak dengan gangguan bipolar juga akan menunjukkan dua episode, yakni emosi tertinggi (episode mania atau hipomania) dan emosi terendah (episode depresi).

Pada episode mania, anak bipolar akan menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan cenderung berbicara dengan cepat. Sedangkan pada fase depresi, ia akan terlihat sangat sedih, lesu, dan kehilangan minatnya.

Sementara berdasarkan kecepatan pergantian suasana hati, ada sebagian anak pengidap gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara episode mania dan depresi. Namun, ada juga yang mengalami perubahan suasana hati dengan sangat cepat dari mania ke depresi, pun sebaliknya, tanpa ada fase normal.

Dan ada juga yang mengalami kedua episode tersebut secara bersamaan. Gejala bipolar pada anak ini baru bisa dideteksi ketika mereka sudah mulai memasuki usia sekolah. Karena anak yang usianya lebih kecil belum bisa memahami apa arti emosi.

Gangguan bipolar pada anak pun sering kali sulit dideteksi. Karena gejalanya berkembang cukup lambat, sehingga sulit untuk membedakan apakah emosi anak tersebut merupakan gejala bipolar, atau memang sifat normal. Namun, ada beberapa tanda yang perlu kamu waspadai, karena bisa menjadi gejala dari gangguan bipolar pada anak, berikut 6 di antaranya:

Berbicara dan Berpikir Sangat Cepat

Episode mania pada anak pengidap bipolar juga bisa dikenali saat ia tiba-tiba berbicara lebih cepat dari biasanya, memiliki pikiran yang mudah melompat dari satu topik ke topik lain, sehingga sulit berkonsentrasi pada satu hal tertentu, serta melakukan tindakan tertentu berulang kali.

Jika tidak jeli, orangtua bisa saja menganggap hal itu sebagai perilaku nakal. Padahal, mungkin saja itu merupakan salah satu tanda adanya gangguan kejiwaan pada anak. Terutama jika anak pada dasarnya bukan tipe yang aktif.

Kehilangan Minat

Ketika memasuki episode depresi, anak dengan bipolar akan mengalami penurunan tingkat energi, sehingga merasa lelah, lesu, tidak napsu makan, dan kehilangan semangat. Mereka juga akan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang disukai, atau yang biasanya ia lakukan. Namun, kebanyakan orangtua sering salah mengartikan hal ini sebagai perubahan hobi belaka. Padahal, bisa jadi ini menjadi pertanda anak mengidap gangguan bipolar.

Baca Juga: Ketahui 7 Mitos Gangguan Bipolar ini Agar Tidak Asal Bicara

Kemarahan yang Tidak Wajar

Marah adalah emosi yang wajar dan bisa ditunjukkan oleh semua anak secara berkala. Namun, pada anak-anak dengan gangguan bipolar, mereka cenderung marah di tingkat yang sangat intens.

Mereka bisa menunjukkan perilaku yang agresif saat marah, seperti melakukan tindakan kekerasan, seperti menyerang orang lain, pun menghancurkan mainan temannya. Karena kebanyakan anak dengan gangguan ini tidak bisa mengendalikan ledakan emosi mereka sendiri, maka akhirnya kemarahan yang intens itu bisa berlangsung selama berjam-jam.

Merasa Sangat Bersemangat

Ketika sedang mengalami episode mania, anak-anak dengan gangguan bipolar bisa merasa sangat berenergi dan tidak mau jika disuruh tidur. Karena mereka justru mampu beraktivitas selama berhari-hari tanpa merasa lelah, dan cukup beristirahat sangat sebentar.

Merasa Seperti Superhero

Saat mengalami episode mania, anak yang mengidap bipolar juga akan memiliki perasaan bahagia yang berlebihan. Bahkan, hal ini sering disertai dengan perasaan bahwa ia memiliki kekuatan seperti superhero.

Perubahan di Sekolah

Related image
violethiveart.org

Dan gejala bipolar pada anak yang terakhir adalah biasanya mereka akan mengalami masalah di sekolah. Hal ini bisa berupa penurunan prestasi, berhenti dari tim olahraga atau kegiatan lainnya, diskors dari sekolah, atau bahkan hingga melakukan percobaan bunuh diri.

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY