Waspada, 6 Gejala Awal Kanker Kulit ini Kerap Diabaikan!

0
194 views
berealyou.com

Gulalives.co – Tidak ada penyakit kanker yang tidak mematikan. Namun, semua penyakit juga tak akan mengancam nyawa jika mendapatkan penanganan sejak dini, termasuk kanker kulit. Maka, kamu perlu tahu gejala awal kanker kulit.

Related image
sharecare.com

Penyakit ganas ini ternyata tak hanya menyerang kulit, pada stadium akhir, penyebaran penyakit ini akan turut menyerang beberapa organ tubuh lainnya, salah satunya mata. Inilah mengapa beberapa pengidap penyakit kanker kulit akan kehilangan kemampuan melihatnya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit kanker kulit. Beberapa di antaranya adalah kelainan kromosom, keturunan atau faktor genetika, hingga virus yang mematikan. Inilah yang membuat gejala awal kanker kulit akan berbeda pada setiap pengidap.

Baca Juga: Ternyata 5 Jenis Kanker Inilah yang Sangat Rentan Menyerang Perempuan

Selain itu, paparan sinar matahari secara langsung pada kulit secara terus-menerus juga bisa memicu seseorang terkena penyakit ini. Kamu perlu tahu, matahari menjadi sumber utama sinar ultraviolet. Ada tiga jenis sinar ultraviolet, yakni A, B, dan C. Dari ketiganya, sinar UVC adalah yang paling berbahaya.

Meski begitu, UVC akan hilang terserap oleh atmosfer sebelum mampu sampai ke kulit kita. Namun, kamu tetap perlu waspada, karena sinar UVA dan UVB juga berpotensi besar terhadap kerusakan kulit. Dan, berikut ini adalah beberapa gejala awal kanker kulit yang bisa kamu cermati:

Permukaan Kulit Gatal dan Nyeri

Sebagian besar orang menganggap rasa gatal yang muncul pada permukaan kulit hanyalah karena gigitan serangga. Padahal, bisa jadi ini menjadi gejala awal kanker kulit. Saat permukaan kulit kamu terasa gatal dan nyeri, ini menjadi pertanda bahwa sel kanker mulai menyerang sel kulit tubuh yang sehat. Biasanya, rasa gatal akan muncul pada permukaan kulit yang tampak lebih kasar dan mengalami lecet.

Muncul Bercak

Gejala awal kanker kulit selanjutnya yang bisa kamu amati adalah munculnya bercak yang tidak biasa pada permukaan kulit. Semakin lama, bercak ini akan semakin melebar. Maka, jangan sepelekan jika terdapat bercak seperti lingkar berwarna kecoklatan atau hitam pada kulit kamu, bisa jadi ini menjadi pertanda awal terjadinya penyakit kanker kulit.

Kulit Berubah Warna

Dari banyak jenis kanker kulit yang ada di dunia, melanoma adalah jenis yang paling banyak terjadi di Indonesia. Tanda yang bisa kamu amati adalah terjadinya perubahan warna pada kulit di bagian tubuh tertentu. Gejala awal kanker kulit ini disebabkan karena sel yang memproduksi melanin atau pigmen kulit bermutasi, dan berubah menjadi sel kanker. Dan, pigmen kulit yang rusak akibat sel kanker, membuat perubahan ini disebabkan oleh tingginya paparan radiasi dari sinar UV pada kulit.

Kulit Bersisik

Selain perubahan warna dan munculnya bercak pada permukaan kulit yang disertai rasa gatal dan nyeri, kulit yang terkena kanker juga akan bersisik layaknya ketika kamu terkena penyakit kadas. Rusaknya sel kulit akibat sel kanker membuat kulit tidak mampu mengalami regenerasi, sehingga akan muncul sisik pada permukaannya.

Terdapat Benjolan pada Permukaan Kulit

Gejala awal kanker kulit juga bisa dilihat dari munculnya benjolan pada bagian tubuh tertentu. Kamu akan menemukan benjolan pada salah satu bagian tubuh. Benjolan ini umumnya akan muncul pada bagian tubuh atau kulit yang lebih sering terpapar sinar matahari secara langsung.

Lantas, bagaimana jika salah satu atau beberapa gejala awal kanker kulit ada terdapat di diri kamu? Jangan panik, selain konsultasi ke dokter, kamu juga bisa memaksimalkan pengobatan herbal, seperti:

Sarang Semut

Related image
deherba.com

Sarang Semut adalah tumbuhan herbal epifit yang menempel pada pohon-pohon besar dan hanya bisa didapatkan dari pedalaman hutan Papua. Sampai saat ini diketahui bahwa herbal ini mengandung flavonoid, polifenol (asam fenolat), dan tokoferol yang bermanfaat untuk penyembuhan gejala-gejala kanker kulit.

Misalnya, flavonoid yang memiliki mekanisme kerja memerangi kanker, seperti antiproliferasi, berguna dalam mendeteksi serta menghambat pertumbuhan sel kanker yang agresif. Mekanisme lainnya adalah induksi apoptosis yang memicu sel kanker untuk melakukan bunuh diri.

Kemudian asam fenolat berguna untuk menghilangkan radikal bebas dengan cara melindungi DNA yang berpotensi menjadi penyebab kanker kulit. Sedangkan tokoferol berperan dalam meredam radikal bebas pemicu kanker hingga mendekati keberhasilan 100%.

Jus Mengkudu

Related image
food.ndtv.com

Jus mengkudu adalah herbal yang terbuat dari sari buah mengkudu. Sejak ribuan tahu lalu, buah mengkudu dianggap sebagai buah suci dan dipuja oleh para tabib di banyak desa Tahiti. Karena khasiatnya untuk mengobati. Sampai sekarang pun mengkudu dikenal sebagai salah satu herbal yang multi-khasiat di Tahiti.

Salah satu khasiat dari buah ini adalah untuk membantu mengatasi serta menyembuhkan dampak dari kanker. Herbal ini mengandung zat anti kanker yang disebut sebagai damnachantal yang sanggup menghambat pertumbuhan sel-sel kanker secara signifikan.

Menurut Dr. Judah Folkman dari Harvard University, mengkudu bekerja sinergis dengan mikronutrien lain dalam menghambat peredaran darah yang menuju sel-sel kanker. Jus mengkudu juga berguna untuk merangsang tubuh dalam memproduksi elemen-elemen yang melawan kanker seperti nitrit oksida, interleukin, interferon, faktor nekrosis tumor, lipopolisakarida, dan sel-sel pembunuh alami.

Temu Putih

Related image
kunirputih.org

Penelitian mengungkapkan bahwa herbal temu putih (atau yang juga dikenal sebagai kunyit putih) mengandung zat RIP (Ribosome Inactivating Protein), yang mana zat ini akan menempelkan diri ke sel-sel tubuh yang mengalami mutasi berkembang menjadi sel abnormal (kanker).

Kemudian, zat RIP mengakibatkan sel-sel tersebut tidak sanggup lagi untuk berkembang biak. Sehingga sel-sel tersebut tidak dapat memperbanyak diri sebelum habis batas usianya.

Karena itulah kemampuan herbal satu ini mampu menumpas perkembangan gejala awal kanker kulit, bukan dengan memusnahkan sel-sel kanker, tetapi dengan memicu agar sel-sel tersebut menjadi mandul.

LEAVE A REPLY