Jangan Sepelekan 7 Gejala Awal Demensia Ini

0
37 views
thekensingtonwhiteplains.com

Gulalives.co – Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak. Gejala awal demensia seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental.

Related image
lamenteesmaravillosa.com

Sindrom ini biasanya menyerang orang-orang lansia, di atas 65 tahun. Tapi bukan tidak mungkin mereka yang masih berusia di bawah 65 tahun pun bisa mengalaminya. Penderita demensia biasanya akan mengalami depresi, perubahan suasana hati dan perilaku, kesulitan bersosialisasi, hingga mengalami halusinasi. Penderita tidak mampu hidup mandiri dan memerlukan dukungan orang lain.

Namun, tidak semua orang yang mengalami penurunan daya ingat atau penurunan kemampuan fungsi otak dapat diasosiasikan dengan demensia, ya. Maka, memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi yang dialami secara tepat adalah jalan terbaik.

Demensia tidak dapat disembuhkan, tapi pengobatan sedini mungkin, bisa membantu meredakan dan memperlambat perkembangan gejalanya, serta menghindari komplikasi lebih lanjut.

Demensia disebabkan oleh kerusakan pada sel saraf otak di bagian tertentu, sehingga menurunkan kemampuan berkomunikasi dengan saraf tubuh lainnya, dan mengakibatkan kemunculan gejala sesuai dengan area otak yang mengalami kerusakan. Lantas, apa saja gejala awal demensia yang tidak boleh disepelekan?

Lupa Jangka Pendek

Pikun atau lupa adalah gejala awal demensia yang paling mudah dikenali. Pikun ditandai dengan kesulitan untuk mengingat hal-hal yang baru saja terjadi. Seperti tidak sadar meletakkan kunci rumah di kamar mandi, atau bahkan meletakkan ponsel di dalam kulkas.

Namun, kamu mengalami kesulitan untuk mengingat lagi barang-barang tersebut kamu letakkan di mana tadi. Atau, kamu bisa mengingat peristiwa 10 tahun yang lalu dengan jelas, tapi lupa saat ditanya tadi pagi sarapan dengan apa. Bisa juga kesulitan mengingat apa yang sebelumnya ingin kamu lakukan.

Sulit Menemukan Kata yang Pas untuk Diucapkan

Gejala lain dari demensia adalah ketika seseorang mengalami kesulitan menemukan kata yang pas untuk mengomunikasikan apa yang ada di dalam pikirannya. Maka, saat kamu berbicara dengan orang yang memiliki demensia, kamu perlu usaha lebih untuk bisa mengartikan dan menyimpulkan apa yang ingin ia sampaikan.

Kesulitan Menyelesaikan Pekerjaan yang Biasa Dilakukan

Orang dengan demensia dini, biasanya mengalami perubahan kemampuan dalam menyelesaikan tugas. Tugas-tugas yang biasanya bisa ia lakukan dengan mudah, kini terasa lebih sulit.

Seperti mencuci piring, orang dengan demensia bisa saja mengulang untuk mencuci satu piring, hingga beberapa kali. Apalagi pada tugas yang lebih rumit dan membutuhkan konsentrasi penuh. Ia akan jauh lebih mengalami kesulitan.

Baca Juga: Kebanyakan Tidur? Penyakit ini Siap Menyerangmu, dari Jantung Hingga Demensia

Mengerjakan Hal yang sama Berulang Kali

Orang dengan demensia dini biasanya cenderung melakukan hal yang sama berulang kali. Seperti menyapu rumah lebih dari sekali, karena tidak mengingat bahwa ia sebenarnya sudah melakukan hal tersebut. Selain itu, orang dengan demensia dini juga dapat mengulang pertanyaan yang sama berulang kali, bahkan setelah kamu baru saja menjawabnya.

Kesulitan Mengerti Arah

Orang dengan gejala awal demensia juga akan mengalami masalah dengan kemampuan untuk membaca arah, dan mengenali daerah yang sekitarnya, sehingga ia tidak lagi paham ke mana arah jalan pulang.

Kebingungan

Ketika orang dengan demensia mengalami berbagai perubahan memori seperti lupa mengenali wajah seseorang, dan menemukan kata yang tepat saat berbicara, ia akan mengalami kebingungan. Apalagi ketika di tengah jalan ia disapa oleh orang lain tanpa ia tahu siapa orang yang menyapanya.

Apati

Apati atau kurangnya emosi, minat, dan juga motivasi, sering menjadi penanda seseorang mengalami demensia. Kondisi ini menyebabkan seseorang kehilangan keinginan untuk melakukan hal menyenangkan, seperti bercengkerama dengan keluarga.

Related image
inzone.gr

Demensia bukan sesuatu yang mudah diterima, tapi mereka yang mengalami demensia sangat membutuhkan peran keluarga. Meski ini jauh lebih berat untuk para pendamping, kamu tetap harus menemani pengidap demensia. Karena, mereka memang membutuhkan kamu. Semangat!

LEAVE A REPLY