Gulalives.co – Pada hari Selasa 8 Mei 2018 lalu, Gardu Induk PLN 150 kV Pulau Baai serta SUTT 150 kV Pulau Baai di Kabupaten Bengkulu Tengah, tepatnya di Desa Padang Ulak Tanjung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, resmi beroperasi. Gardu Induk yang mulai dibangun sejak 7 tahun lalu ini, diresmikan langsung oleh Plt. Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA.

Beroperasinya GI Pulau Baai ini akan menambah jumlah ketersediaan daya listrik di Kota Bengkulu dan kabupaten sekitarnya, yang saat ini dipasok oleh GI Sukamerindu, sehingga total Daya Mampu (DM) PLN saat ini mencapai 250 MW, sedangkan Beban Puncak (BP) saat ini berkisar pada angka 150 MW. Sehingga ketersediaan daya listrik surplus hingga 100 MW, dan akan bertambah lagi sebesar 200 MW, saat PLTU di Pulau Baai mulai beroperasi nantinya.

Peresmian ditandai dengan penekanan sirine oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama-sama dengan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT. PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto dan General Manager PLN WS2JB serta General Manager UIP Sumbagsel. Turut disaksikan pula oleh Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Feriadi,

GM Grage Hotel, GM Amaris Hotel, GM Mega Mall, GM Hotel Santika dan seluruh mitra PLN lainnya serta Forkopimda Bengkulu Tengah dan Provinsi Bengkulu. Dalam kesempatannya, Rohidin menyampaikan bahwa ketersediaan pasokan listrik ini membuat Bengkulu menjadi lokasi unggul dalam berinvestasi. Kesiapan suplai mampu menghidupkan perusahaan-perusahaan besar di Provinsi Bengkulu.

Baca Juga: Jadi Ajang Sosialisasi Asian Games 2018, PLN Dukung KulineRUN Surabaya

“Sekarang Bengkulu sudah siap menerima investasi besar. Perekonomian Provinsi Bengkulu akan tumbuh lebih pesat,” ujar Rohidin dengan yakin.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sumatera PT. PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan bahwa pada kurun waktu 2002 sampai dengan 2004, sistem kelistrikan Kota Bengkulu dipasok melalui Gardu Induk Sukamerindu dengan kapasitas terpasang 2×15 MVA dan 1×30 MVA. Di mana beban puncak saat itu berkisar 40 MW, serta PLTD Pulau Baai yang beroperasi selama beban puncak sebesar 9,76 MW yang dioperasikan apabila dibutuhkan saja.

“Saat itu kondisi pembebanan trafo daya pada Gardu Induk Suka Merindu sudah mencapai 89% diikuti dengan lahan yang terbatas juga berada di tengah kota yang tentunya sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan penambahan trafo. Kondisi ini memang sangat memerlukan pembangunan gardu induk lain sebagai tambahan pasokan listrik dan pengalihan beban GI Sukamerindu,” ungkapnya.

Pembangunan konstruksi untuk Gardu Induk Pulau Baai dan SUTT 150 kV Curup-Pulau Baai dimulai pada tahun 2013. Gardu induk 150 kV Pulau Baai sendiri terdiri dari 2 Bay Line arah Curup (Pekalongan) dan 1 Bay Trafo yang sudah beroperasi.

Gl Pulau Baai mampu menyalurkan daya listrik maksimum sebesar 60 MVA atau sekitar 1.700 Ampere yang akan disalurkan dan siap digunakan oleh masyarakat di Kota Bengkulu dan sekitarnya. Adapun tambahan 1 bay untuk Trafo #2 60 MVA serta tambahan 1 bay Kopel saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

Jika beroperasi Trafo #2 nantinya, GI Pulau Baai ini akan mampu menyalurkan beban hingga 120 MVA atau dua kali lipat dari kemampuannya saat ini. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan energi listrik yang lebih baik serta mendorong perkembangan ekonomi serta iklim investasi di Provinsi Bengkulu.

LEAVE A REPLY