7 Jenis Gangguan Mental yang Mengintai Pecandu Media Sosial

eljueves.es

Gulalives.co – Apakah kamu tipikal orang yang senang menghabiskan waktu berjam-jam dalam memanfaatkan media sosial? Tak jarang, pengguna media sosial yang tidak bijak atau menyimpang dan bahkan berlebihan bisa mengantarkan ke dalam gangguan kejiawaan atau gangguan mental. Untuk mengetahuinya sejak dini agar bisa melakukan antisipasi, yuk mari kita ketahui beberapa gangguan mental dan kejiwaan yang sering terjadi akibat kecanduan media sosial.

Borderline Personality Disorder (BPD)

Related image
akuinginsukses.com

Segala momen bahagia bagi sebagian orang sangatlah wajib diabadikan di media sosial. Tapi, secara tidak sadar, hal tersebut malah akan memacu pengguna media sosial tersebut memiliki gangguan Borderline Personality Disorser, yaitu merupakan rasa ketakutan, kekhawatiran, dan juga gangguan pikiran yang lainnya karena baru saja melihat postingan acara teman yang tidak mengundangnya.

Mungkin di awal-awal, perasaan tersebut hanyalah berbentuk kekesalan dan kesedihan, namun, bagi sang penderita yang sudah parah, hal tersebut akan mengganggu kehidupannya karena merasa ditinggalkan atau ditolak dalam lingkungan. Selain BPD, takut kehilangan atau ketinggalan suatu hal yang biasa disebut dengan FOMO, atau Fear of Missing Out. Bukan hanya untuk orang lain, kamu juga pasti merasakan hal yang sama saat melihat postingan teman yang tidak mengundangmu.

Addiction

Image result for mengecek sosmed setiap saat
tirto.id

Addiction, atau ketagihan, merupakan salah satu gangguan mental yang sering terjadi di antara pengguna media sosial. Ada yang selalu ketagihan mengecek media sosial setiap jam, menit, bahkan detik. Kedengarannya memang sangat sederhana, namun kenyataannya ketagihan ini bisa menyebabkan ganggaun kegiatan setiap sehari-hari.

Mulai dari kurang fokus, susah tidur, bahkan sampai bisa menghilangkan produktivitas dan meningkatkan kemalasan. Dan parahnya lagi, bisa jadi penderitanya akan kehilangan kehidupan sosialnya di dunia nyata hanya karena terpaku dengan berkomunikasi lewat dunia maya.

Social Media Axienty Disorder

Related image
sabigaju.com

Gangguan mental berikut ini menyebabkan para pengguna media sosial merasa ketergantungan dan tidak bisa lepas dari media sosial. Kapan pun, diamana pun, dan sedang apapun itu, penderita akan selalu mengecek media sosialnya. Menulis status di media sosial menjadi hal wajib yang tidak bisa terlewatkan.

Tak hanya berhenti di situ saja, penderita Social Media Axienty Disorder (SMAD) juga akan mengecek feedback dari pengguna lain dengan mengecek secara berkala mengenai beberapa komentar, atau likes yang ia dapatkan. Terkadang ia tidak merasa puas jika postingannya tersebut hanya sedikit mendapat likes pun komentar.

Munchausen Syndrome

Related image
loop.co.id

Tidak hanya digunakan untuk mencari ketenaran, media sosial pun terkadang digunakan untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang lain. Tak heran, demi mendapatkan hal tersebut, pengidap gangguan mental ini sering mengumbar-umbar cerita sedih bahkan mengarang cerita dan bersikap seolah-olah ia mengidap sebuah penyakit agar mendapatkan perhatian dari orang lain.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Related image
ccdiscconnection.com

Bisa dibilang, penderita OCD adalah sosok yang perfeksionis. Mereka tidak akan merasa nyaman jika melihat sesuatu yang menganggu. Seperti melihat kamar kotor ataupun berantakan, mereka cenderung akan membersihkan ruangan tersebut berkali-kali, cuci tangan berkali-kali, mengatur benda secara berurutan, dan sebagainya.

Secara tidak sadar, aktivitas bermedia sosial yang dilakukan secara berlebihan bisa memicu timbulnya gangguan ini. Nah, pengguna media sosial yang gemar memposting foto pastinya berulang-ulang mengatur tata letak foto yang akan diunggah. Fotonya pun diedit berkali-kali. Intinya semua itu harus terlihat rapi dan jernih. Makanya mereka tak segan mengahabiskan waktu berjam-jam sebelum mengunggah foto. Semua demi hasil yang sempurna.

Body Dysmorphic Disorder

Related image
wikihow.com

Ketika membuka media sosial, tak jarang kita disuguhkan dengan foto-foto selebritis yang tubuhnya proposional. Ketika kamu sering melihat artis idola yang perutnya tidak ada timbunan lemak, dan berotot, pasti lama kelamaan akan terbayang dipikiran kamu bahwa tubuh yang ideal seperti itu.

Karena terlalu sering melihat hal-hal seperti itu, akan membuat kamu tidak bersyukur dengan diri sendiri. Bisa jadi malah kamu akan membenci beberapa anggota tubuhmu yang kamu anggap tidak ideal. Oleh sebab itu, tak heran jika penderita gangguan mental ini rela melakukan apa saja demi memiliki tubuh yang ideal, mulai dari diet mati-matian sampai mengambil jalan pintas semacam operasi plastik.

Compulsive Shopping

Image result for upload foto tas di instagram
shopback.co.id

Demi mengikuti tren yang sedang berkembang dan menyandang status “trendi”, dalam dunia sosial media, banyak orang yang bahkan merasa tidak keberatan untuk melakukan pembelian secara impuslif untuk berbagai barang yang bahkan tidak dibutuhkan atau bahkan tidak dimampu.

Hal ini terjadi karena dorongan kebutuhan eksistensi dalam sosial media, mulai dari untuk update status dan juga untuk mendapatkan pujian dan kekaguman dari dunia maya. Mengikuti tren itu memang baik, tapi pertimbangkan juga dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Baca Juga: 10 Bahaya Media Sosial

Nah, sekarang sudah tahu, kan, apa saja bentuk-bentuk gangguan kejiwaan yang ditimbulkan dari penggunaan media sosial sehari-hari? Media sosial memang penting sebagai branding diri, tapi jangan sampai mengganggu kehidupan nyata kamu, ya! Kamu harus bijak menggunakan media sosial agar bisa merasakan manfaatnya ketimbang perkaranya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here