Karakter mesin motor Ducati, dikenal di ajang MotoGp memiliki performa liar dengan kekuatan besar. Jeleknya, motor merah itu jadi sulit dikendalikan di tikungan dan saat bermanuver. Itulah yang menyebabkan beberapa tahun terakhir, Ducati Factory sulit bersaing dengan kelincahan motor-motor Jepang. Terakhir, Casey Stoner berhasil juara dunia MotoGP (ketika itu bernama GP500) pada tahun 2007. Setelahnya, Ducati harus puasa gelar.

Tahun ini tampaknya terjadi loncatan besar terhadap mesin Italia itu. Peluang menang bisa lebih terbuka dan musim 2015 tampak menjanjikan. Sejak tes pra musim, Ducati nampak sangat kuat dan seimbang di trek lurus maupun tikungan. Dan terbukti, para pesaing, Honda dan Yamaha mulai khawatir dengan kekuatan si merah.

Di seri pembuka di sirkuit Doha, Qatar, Ducati mendominasi jalannya latihan 1 dan 2. ‘Duo Andrea’ : Andrea Dovizioso (Dovi) dan Andrea Ianone (Ian) finish 1 – 2 saat dua kali free practice di ajang night race Losail. Pada saat kualifikasi pun, formasi 1 – 2 untuk Ducati mereka kuasai. Melihat situasi ini, Marc Marquez juara dunia dua tahun terakhir sempat angkat bicara. “Saya pikir Ducati memiliki peluang besar untuk memenangkan race pertama musim ini. Tentu kami harus bekerja keras guna mengatasi agar hal tersebut tak terjadi,” jelas Marquez seperti mengutip MCN, Jumat (20/3/2015).

Kendati di saat balapan hari Minggu (29/3) lalu Ducati tak di podium tertinggi, penikmat MotoGp melihat persaingan yang lebih keras dan seru di balapan perdana musim 2015. Valentino ‘The Doctor’ Rossi melakukan debut 2015 yang luar biasa dan ia mendobrak laju Ducati, hanya unggul 0,174 detik di depan Dovizioso dan merebut posisi satu. Sementara Dovi dan Ian di posisi dua dan tiga.

Kita mungkin akan menikmati pertarungan yang hebat di 2015 dan akan melihat pengisi podium berganti-ganti antara Yamaha yang sedang bangkit bersama Rossi yang ‘reborn’ dan Lorenzo yang selalu konsisten, Honda dengan Marquez sang juara dunia, dan duo Andrea di Ducati yang sedang menjalani momentum terhebatnya di musim ini.

“Saya sepertinya tidak pernah mendapatkan mesin sebaik yang ini. Saya merasa sangat baik saat mengendarainya dan bisa melakukan apa yang saya inginkan. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Dovi, mengutip Crash, Senin (30/3/15). Dan Ducati sangat optimis menghadapi seri berikutnya di Austin, Amerika, 12 April mendatang.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY