Pasangan Ganda Sukses Rebut 3 Tiket Final Indonesia Masters 2019

Gulalives.co – Dari lima laga yang dipertandingkan Sabtu, (26/1) kemarin, Indonesia sukses rebut 3 tiket Final Indonesia Masters 2019, dan pastikan satu emas. Karena, pada sektor Ganda Putra, akan terjadi All Indonesian Final, setelah The Minions dan The Daddies sama-sama sukses melaju ke final.

Image result for final indonesian masters 2019

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (The Daddies) mengantongi tiket final Indonesia Masters 2019. Mereka menang mudah atas ganda China, Han Chengkai/Zhou Haodong, di Istora, Senayan. Mereka bermain agresif sejak gim pertama. Dengan waktu kurang dari 30 menit, Ahsan/Hendra sukses menaklukkan Chengkai/Haodong dengan skor 21-11, 21-17.

“Pertama saya tetap ucap syukur bisa melewati semifinal hari ini. Musuh banyak kesalahan sendiri, kami mencoba menekan supaya lawan tak berkembang,” kata Ahsan usai pertandingan.

“Kami menerapkan strategi yang kurang lebih sama seperti kemarin. Mereka tak nyaman dan kalah angin, sehingga mereka membuat kesalahan sendiri,” sambungnya.

Selepas dari Pelatnas Cipayung November lalu, Ahsan/Hendra mengaku tak kehilangan semangat untuk tetap berprestasi. Maka, tak heran jika mereka cukup mudah melewati lawan-lawan yang dihadapi sejak babak pertama. Hendra menyebut jika kuncinya adalah menjaga kondisi fisik.

Baca Juga: Greysia/Apriyani Maju ke Semifinal Indonesia Masters 2019

“Yang pasti kami tetap, walau main sejak Desember kemarin. Kami banyak gim, jadi fisik tak masalah. Hasil memang melebihi, karena dari saya sendiri (mematok) semifinal. Tapi besok masih ada lagi,” kata Hendra.

“Usia cuma angka. Paling badan saja. Paling jaga kondisi dengan tidur dan minum vitamin,” timpal Ahsan kemudian.

Image result for final indonesian masters 2019

Sementara dari sektor Ganda Campuran, Tontowi/Liliyana juga melangkah ke partai puncak, setelah bermain sengit dengan Soon/Goh di partai semifinal. Mereka mengakhiri duel dengan skor 22-20, 21-11, dalam waktu 34 menit.

Liliyana atau yang akrab dipanggil Ci Butet, mensyukuri hasil hari ini. Tak lupa ia berterima kasih pada partnernya, Tontowi, dan para suporter Indonesia yang membuat laga berjalan baik.

“Yang pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada partner saya Tontowi, yang sudah menyelesaikan pertandingan hari ini,” kata Liliyana.

“Evaluasi pertandingan hari ini kuncinya pada game pertama. Di game pertama itu poinnya ketat dan mepet. Di sana, poin-poin kritis kami lebih tenang menghadapi Malaysia dan satu poin plusnya, kami didukung oleh penonton sendiri. Lawan terkena mentalnya di poin kritis. Di game kedua, di atas kertas pola permainan kami jalan dan mereka selalu tampil tertekan,” sambungnya.

Butet memang berlaga di Indonesia Masters tanpa persiapan layaknya turnamen-turnamen sebelumnya. Itulah yang menjadi alasan ia tak menyangka jika capaiannya bisa melebihi ekspetasi.

“Memang persiapan saya kurang dan latihan bersama Tontowi juga jarang. Ya saya berusaha tampil enjoy dan memberikan terbaik, karena ini turnamen terakhir saya dengan Tontowi. Jadi apa pun hasilnya, saya sudah siap,” tutur pemilik medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro ini.

“Tapi Puji Tuhan, surprise juga bisa capai final. Ya, terima kasih buat Tontowi, dia berjuang untuk memberi yang terbaik, karena ini di akhir karir saya,” tambahnya.

Di partai final Minggu, (27/1) siang ini, Tontowi/Liliyana akan berduel dengan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China).

“Sejujurnya untuk acara farewell, memang pertama kali mengucapkan kata perpisahan. Pasti tegang dan saya harus persiapan apa yang harus saya bicarakan. Mungkin kalau tak main, saya akan lebih tegang. Kalau main saya puas bisa capai final, semoga bisa memberikan yang terbaik,” kata Liliyana.

“Untuk lawan mereka, kami sudah sering bertemu. Terakhir kali kami bertemu kalah, tapi bukan berarti terus lalu kalah. Artinya kembali ke nol lagi dan kami coba menerapkan pola permainan serta diskusi dengan pelatih juga,” tutup Butet.

Image result for final indonesia masters 2019

Setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juga sukses melangkah ke final Indonesia Masters 2019. Maka, Indonesia pun memastikan satu emas di nomor ganda putra. Kemenangan The Minions ini dipastikan usai mereka menumbangkan ganda Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen dengan skor 21-19, 21-13.

“Di game pertama kami mainnya ketat, waktu unggul 20-16 mereka menyusul dan kami agak goyang. Kami lebih percaya diri di game kedua, mainnya lebih enak dan lawan tidak bisa keluar dari tekanan,” tutur Kevin.

“Lawan lebih siap di game pertama, kami juga belum dapat irama mainnya. Di game kedua, kami terus menekan lawan dan bermain menyerang,” Marcus menimpali.

Mengomentari laga final, Kevin/Marcus mengatakan bahwa tak akan mudah meski di atas kertas The Minions lebih diunggulkan. Sebab, dari tujuh kali pertemuan, tercatat mereka menang lima kali. Artinya, Ahsan/Hendra pun masih mungkin memenangkan final ini.

“Kami senang bisa All Indonesian Final, apalagi sekarang lagi main di Indonesia. Pastinya bakal seru, karena mereka pemain berpengalaman dan tidak akan mudah melawan mereka,” ujar Kevin.

“Hendra/Ahsan pengalamannya banyak, mereka lebih sering main di sini (Istora) daripada kami, jam terbangnya tinggi, pasti lebih tahu cara dapet poinnya,” tutup Marcus.

Dari lima laga yang dipertandingkan kemarin, dua wakil Indonesia harus terhenti langkahnya, yakni:

  • Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Matsumoto/Takashi (Jepang): 20-22, 22-20, 12-21
  • Jonatan Christie vs Antonsen (Denmark): 21-18, 21-16

Final akan dilangsungkan mulai pukul 13.00 WIB, di Istora Senayan. Dan semoga Indonesia juga bisa mencapai podium tertinggi di sektor Ganda Campuran, lewat Owi/Butet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here