Film-film Indonesia Ini Ternyata Mengantongi Penghargaan Film Internasional, lho!

GULALIVES.com, Depok- Nampaknya citra perfilman Indonesia semakin hari semakin membaik. Hal itu terbukti dari film buatan anak bangsa yang mengundang banyak penonton manca negara. Tidak sampai di situ, beberapa film bahkan menyabet penghargaan bergengsi bertaraf internasional! Mau tahu film apa saja yang mendapat penghargaan dari festival film internasional? Berikut daftarnya:

  1. Modus Anomali (2012)

Gambar via: storyboardfilm.wordpress.com
Gambar via: storyboardfilm.wordpress.com

Jarang film bertemakan thriller hadir di dunia perfilman Indonesia. Sutradara kenamaan, Joko Anwar, tak segan-segan menyusung tema ini dan lahirlah film berjudul Modus Anomali. Film bercerita tentang liburan keluarga yang berubah menjadi petaka saat tamu tak diundang hadir merusak acara liburan itu. Penonton seolah-olah diajak berlomba dengan waktu. Ternyata, Joko Anwar sendiri sudah berniat menuju pasar internasional terbukti dengan dijadikannya bahasa Inggris sebagai bahasa utama film ini. Modus Anomali diputar di festival film tebesar kedua di Amerika yaitu South by Southwest (SXSW). Tidak sampai di situ, Modus Anomali menorehkan prestasinya dengan menyabet penghargaan di Bucheon Awards di Korea Selatan.

  1. The Raid: Redemption (2011)

Gambar via: ccpopculture.com
Gambar via: ccpopculture.com

Film yang bertemakan martial art action ini adalah film kedua yang ditulis dan disutradarai oleh sutradara luar, Gareth Evans. Ini juga menandai kedua kalinya Evans berkolaborasi dengan Iko Uwais setelah film berjudul Merantau yang dirilis pada tahun 2009 silam. Film ini patut diacungi jempol sebagai film Indonesia yang tayang perdana di Festival Film Sundace. Cerita film berfokus pada upaya Rama yang merupakan anggota tim khusus kepolisian untuk menangkap ketua mafia yakni Tama Riyadi. The Raid menerima ulasan baik, bahkan situs kritik film Rotten Tomato memberikan nilai 85 persen. Keberhasilan The Raid berlanjut ketika berhasil mengantongi beberapa penghargaan festival film internasional salah satunya Toronto International Film Festival dalam kategori People’s Choice Award.

  1. Daun di Atas Bantal (1997)

Gambar via: ravepad.com
Gambar via: ravepad.com

Daun di Atas Bantal membuktikan bahwa kerja keras yang disertai ketekunan pada akhirnya berujung manis. Pembuatan film sempat terhambat akibat krisis ekonomi di Indonesia menjadikannya terpaksa diselesaikan di Australia. Film bercerita tentang kehidupan Ibu (Christine Hakim) yang tinggal di jalanan Yogyakarta bersama ketiga anaknya. Penghargaan yang diraihnya berupa Best Actress (Christine Hakim) pada Asia-Pasific Film Festival pada tahun 1998, dan Best Film pada ajang penghargaan yang sama. Garin Nugroho selaku sutradara film pun tak ketinggalan mendapatkan penghargaan dari Silver Screen Award Best Asian Feature Film dan Tokyo International Film Festival pada tahun 1998 dalam kategori Special Jury Price.

  1. Pasir Berbisik (2001)

Gambar via: chipung.wordpress.com
Gambar via: chipung.wordpress.com

Keindahan Gunung Bromo dijadikan latar film Pasir Berbisik garapan sutradara Nan Achnas. Film berfokus pada seorang gadis muda yang bernama Daya (Dian Sastrowardoyo) yang tinggal bersama Ibunya, Berlian (Christine Hakim) di sebuah desa jauh dari keramaian kota. Sederet nama aktor senior meramaikan film ini seperti Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Lewat film ini, akting Dian Sastrowardoyo kerap dipuji oleh kritikus film. Tidak sampai di situ, Ia bahkan dianugrahi Best Actress dalam Festival Film Asiatique Deauville 2002 dan pada Festival Film Antarabangsa Singapura ke-15. Selain itu, Pasar Berbisik memenangkan tiga penghargaan (Best Cinematography Award, Best Sound Award dan Jury’s Special Award For Most Promising DirectorAsian-Pasific Film Festival tahun 2001.

  1. Laskar Pelangi (2008)

Gambar via: leomovies.com
Gambar via: leomovies.com

Film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini menceritakan tentang sekelompok anak yang berjuang untuk meraih mimpi di tengah keterbatasan dan kemiskinan di Pulai Belitung. Di Indonesia sendiri, film ini sukses besar terbukti dari penjualan tiketnya. Tidak heran, film ini berhasil menerima penghargaan internasional seperti film terbaik di International Festival of Films for Children and Young Adults di Hamedan, Iran.

  1. Habibie dan Ainun (2012)

Gambar via: chapuccino.wordpress.com
Gambar via: chapuccino.wordpress.com

Tidak selamanya film sejarah itu identik dengan peperangan dalam meraih kemerdekaan. Berbeda dengan film satu ini yang justru menceritakan sejarah kisah cinta mantan Presiden Republik Indonesia Habibie dengan isterinya, Ainun. Penonton Indonesia dibuat mabuk kepayang setelah menonton film yang diangkat dari memoir yang ditulis oleh Habibie sendiri. Tidak hanya itu, keberhasilan film Habibie dan Ainun di kancah internasional ditandai dengan kemenangannya di ajang ASEAN International FIlm Festival Award (AFIFA) yang diselenggarakan di Malaysia, Maret 2013.

Kita patut berbangga hati melihat kini perfilman Indonesia sudah disambut hangat di pasar internasional. Film-film kita kini sudah berkualitas tinggi sehingga bisa bersaing dengan film negara lain, bahkan memenangkannya. Semoga ke depannya perfilman Indonesia bisa lebih maju lagi ya. Kalau bisa sampai tembus Oscar, Amin!(AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here