Film HOS Cokroaminoto

Gulalives.com – Berjuang itu tidak harus memakai kekerasan. Menebarkan cinta damai wajib dilakukan sebagai generasi muda, kini dan esok. Pesan mendalam itulah yang terpetik dalam film garapan Garin Nugroho berjudul “Guru Bangsa : HOS Tjokroaminoto”.

Film bergenre drama biografi ini mengangkat kisah perjalanan hijrah Oemar Said Tjokroaminoto. Hijrah diartikan berpindah dari tempat yang buruk menuju ke tempat yang lebih baik.

Di awal film digambarkan Tjokroaminoto yang sedang diinterograsi di Kali Sosok, Surabaya penjara pada tahun 1921. Kemudian flash back pada sosok remaja Tjokroaminoto sudah dikenal sebagai anak yang pemberani, kritis, dan ketaatannya pada agama.

Tjokroaminoto tidak menyukai kekejaman pemerintah Belanda kala itu. Dengan jiwa pemberani dan ketenangan pribadinya, ia menyebarkan kepada keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat makna Satyagraha (perjuangan tanpa kekerasan).

Film ini sarat dengan nilai-nilai keagamaan yang membimbing kita untuk berkasih-sayang antar sesama. Terasa kalau pembuat film ini benar-benar dibuat dengan berhati-hati dalam menyusun plot-plot cerita, agar tidak menyimpang dari fakta sejarah yang ada.

Walau bertemakan sejarah, film ini dikemas sangat menarik. Diantaranya ada sebagian adegan dalam film ini yang seolah membawa kamu menyaksikan pentas pertunjukan teater. Karena para pemainnya sering bersenandung dan menari seperti drama musikal lho.

Kamu bisa jadi akan bertanya-tanya usai menonton film “HOS Tjokroaminoto” ini. Lebih tepatnya penasaran mengenai daerah atau tempat yang ada di film ini. Karena tampak jelas, keadaan yang digambarkan dalam film ini sangat klasik dan tempo dulu.

Terlihat pada sinematografi yang menawan, menambah kesan klasik untuk film ini. Akting dari semua aktor dan aktrisnya pun patut diacungi jempol. Salah satunya penampilan Reza Rahadian, aktor ternama Indonesia yang memerankan sosok Tjokroaminoto dengan aktingnya yang memukau.

Sementara soundtrack dalam film ini memberi kesan ceria yang membuat kamu menikmatinya, sembari menorehkan senyum.

Nuansa komedi diselipkan lewat tokoh pedagang kursi kayu yang kerap muncul di film ini, mengundang gelak tawa penonton dan tidak membosankan. Percakapan dalam bahasa daerah yang digunakan beberapa pemeran, terkadang menggelitik.

Nah, kamu pasti sudah tidak sabar ke bioskop buat nonton film ini? Tunggu apalagi, grab your ticket! Selamat menonton ya. (WI)