cyberbully_www.northumbria.police.uk

Jakarta, 14/3 Gulalives.com – Dewan Pertimbangan Federasi Serikat Guru Indonesia Doni Koesoema meminta para guru melakukan pengawasan terhadap tindak kekerasan di lingkungan sekolah melalui dunia maya atau “cyberbullying”.

“Fenomena perundungan (bullying) pada siswa, saat ini sudah sering ditemukan di dunia maya, sehingga para guru sudah perlu aktif memantau kekerasan ‘cyber’ ini,” ujar Doni pada diskusi publik “Stop Kekerasan untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak” di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, kekerasan melalui dunia maya berpotensi memberikan ancaman yang lebih buruk dibandingkan dengan kekerasan verbal.

cyberbully_www.bbc.co.uk
cyberbully_www.bbc.co.uk

Lebih lanjut Doni menjelaskan penyerangan “cyber” ini dapat dijalankan setiap saat tanpa ada batasan waktu dalam kurun waktu 24 jam, sehingga korban dapat diteror kapan saja.

Selain itu, langkah pembuatan akun pada media sosial yang mudah dan bebas menjadikannya dapat diakses oleh setiap orang, yang kemudian berpotensi untuk disalahgunakan.

“Pelaku dapat membuat akun palsu dan melancarkan serangannya pada korban tanpa diketahui identitas aslinya, media sosial membuat kekerasan mudah sekali dilakukan,” tambahnya.

Kebebasan tersebut, menurut ia, juga dapat memunculkan fitnah yang kemudian mempengaruhi lingkungan serta kehidupan sosial.

Hal ini juga dikhawatirkan menyerang psikologi korban hingga membuatnya trauma untuk bersekolah.

Oleh karena itu, Doni mengimbau para pengajar agar dapat turut serta memantau aktifitas sosial para pelajar di dunia “cyber”.

Ia juga berpesan kepada para pengajar untuk bertindak tegas ketika menemukan kekerasan pada akun sosial siswa-siswanya itu.

“Bila guru menemukan kasus demikian, teguran atas kekerasan tersebut sudah pasti harus dilakukan, tapi tindakan ini kemudian harus dilanjutkan dengan pernyataan maaf di Facebook, Twitter, Blog, maupun media sosial lain yang dimiliki pelaku, agar nama baik korban dapat dikembalikan,” katanya.

LEAVE A REPLY