blogspot.co.id

Gulalives.co – Waktu sekolah dulu, kita pasti punya yang namanya sahabat. Orang-orang yang punya ikatan dengan kita, yang tanpa adanya mereka kehidupan kan terasa kurang lengkap. Sahabat sudah seperti saudara bagi kita. Untuk sahabat, kita rela menghabiskan suka dan duka bersama.

Image result for fase kehidupan
dhianlydia.blogspot.co.id

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin kita tumbuh dewasa. Entah kenapa orang-orang yang dulu selalu hadir itu perlahan menghilang satu per satu. Kita yang awalnya tertawa bersama dan berbagi tangis pun bersama, kini memilih jalannya masing-masing. Tapi tak perlu bersedih, karena memang beginilah fase kehidupan, Tak akan ada yang datang jika tak ada yang pergi.

Pokoknya Kita Harus Bersama Selamanya

Related image
tuzlanski.ba

Kamu pasti pernah ada di titik ini, saat kamu dan sahabatmu merasa sudah paling mengenal satu sama lain, saling cocok dan sayang, sampai-sampai tak ingin rasanya jika harus berpisah. Kamu dan sahabatmu pun tak sadar berjanji, “Pokoknya apa pun yang terjadi, lo sama gue harus selalu kayak gini ya, sama-sama selamanya,”

Kenyataannya? Kita tak bisa seperti ini, dengan keluarga pun kita tak bisa selamanya bersama. Kita akan membangun rumah tangga dan tinggal dengan keluarga kecil baru kita. Kamu juga pasti akan masuk ke dunia kerja yang harus tetap berjalan meski sahabatmu tadi tak bisa jadi rekan kerja, karena kalian memiliki kemampuan di bidang yang berbeda. Sampai akhirnya, kalian yang dulu merasa harus selalu bersama, cukup bertemu jika ada waktu.

Jangan Lupa Kumpul Kalau Ada Waktu

Related image
lifehacks.io

Iya, kalian akan masuk ke dalam fase kehidupan berikutnya. Saat kamu dan sahabatmu mulai masuk ke bangku perkuliahan, atau ada beberapa dari mereka memutuskan langsung bekerja. Kamu sibuk dengan tugas kuliah, dia libur kerja. Kamu libur kuliah, dia sibuk dengan kerjaannya. Hal ini akan membuat kamu dan sahabatmu merasa, tak perlu harus selalu bersama, cukup luangkan waktu untuk bertemu, sebisa mungkin, jadikan satu sama lain sebagai prioritas.

Besok Lusa, ya!

Related image
dailymail.co.uk

Dan, ada titik di mana entah itu kamu ataupun dia, akan sangat sulit untuk diajak bertemu. Entah, ada saja alasannya. Tugas kuliah, sibuk kerja, acara keluarga, atau alasan-alasan lainnya. Kalaupun kamu dan dia sudah mengatur rencana, akan ada pesan yang tiba-tiba sampai dan mengabarkan, “Hari ini cancel ya, besok lusa saja,” Akhirnya kalian tidak jadi bertemu lagi.

Dia Apa Kabar, ya?

Related image
vebma.com

Perlahan, fase kehidupan ini akan menyisihkan mana sahabat, dan mana teman biasa secara alami. Dia yang benar-benar sahabat kamu, akan tetap ada, kamu akan tetap mengetahui bagaimana kabarnya, dia akan tahu dengan baik kesibukkan apa yang sedang kamu jalani. Tapi dia yang hanya teman biasa? Hubungan kalian akan ada di titik, “Dia apa kabar, ya?” Karena sudah lama tak mengirim kabar, kamu dan dia hanya bisa saling memperhatikan dari jauh, atau dari media sosial masing-masing.

Hei, Sibuk Apa?

Related image
napervilledemocrats.org

Dan, yang paling akhir adalah fase di mana kamu akan menanyakan, “Hei, lo sibuk apa sekarang?” Dengan dia yang sudah sangat lama tidak kamu temui. Fase demi fase, suka tidak suka akan terus bergulir, kamu akan melewati semua ini, saya juga, mereka pun demikian. Tak ada yang perlu ditangisi, tak ada yang perlu dianggap buruk, semua memang bagian dari kehidupan, semua memang jalur yang harus kita lalui demi menuju kedewasaan.

Hingga akhirnya, teman yang sekadar teman akan dengan sendirinya kita ketahui, dan mereka yang bertahan hanyalah sahabat yang luar biasa hebat, karena kuat melewati berbagai badai yang pernah ada; bersama. Tak perlu sedih dan mikir, kenapa janji kamu dan ‘sahabat’ yang dulu seperti pudar begitu saja, karena memang inilah fasenya, yang perlu kamu lakukan adalah mensyukuri siapa yang masih bertahan sampai sekarang, dan jadilah yang terbaik untuk satu sama lain.

LEAVE A REPLY