Fakta-fakta Tentang Uban Dalam Islam

Cara Alami Ini Bikin Anda Tak Galau Karena Uban yang Terus Datang
Ilustrasi perempuan galau karena uban. (Foto: IST)

Gulalives.com, JAKARTA – Seiring bertambahnya umur, kemunculan rambut putih yang satu ini sering membuat kita risau. Bahkan terkadang sampai membuat kita tidak percaya diri. Kemunculan rambut putih yang disebut uban oleh sebagian orang dapat memicu kekhawatiran terutama bagi kaum hawa atau wanita. Kehadiran uban dinilai dapat mengganggu penampilan. Hingga untuk menutupinya, berbagai jalan pun ditempuh.

Mulai dari mencabutnya hingga melakukan pewarnaan rambut di salon salon kecantikan demi mendapatkan warna rambut yang idamkan, dan yang pasti jangan sampai dianggap semakin tua.

Dalam perkembangan ilmu dan teknologi, sebuah studi di Eropa menyebutkan para ilmuwan kini telah berhasil mengembangkan sebuah perawatan rambut yang mampu mematikan uban dari akarnya. Ini tentu merupakan kabar gembira khususnya bagi kaum wanita yang sering dilanda kerisauan jika semakin berumur dan uman bermunculan.

Caranya adalah dengan jalan menyempitkan enzim catalese yang memecah hidrogen peroksida ditambah bantuan ultraviolet b aktiv, dan dikenal dengan sebutan pc- kus dro.Tak hanya itu, disebut sebut pula, para dermatologis pun berupaya menghadirkan solusi permanen sebagai penghilang uban, melalui jalan penanaman rambut sehat, yang diperkirakan akan menjadi populer di beberapa tahun mendatang. Padahal, perubahan warna rambut ini merupakan sebuah fase alamiah, yang mau tidak mau pasti akan dialami oleh seluruh manusia.

Pertambahan usia seseorang akan diiringi pula dengan perubahan fisik, salah satunya tampak pada warna rambut yang akan memutih. Para ahli dermatologis memiliki sebuah rumusan populer terkait kemunculan uban, yaitu angka 50 – 50 – 50. Yang bermakna, di usia 50 tahun, 50 persen dari populasi manusia dunia memiliki 50 persen uban yang menutupi kepala mereka. Sebagaimana disebutkan Dr Anthony Oro, seorang professor dermatologi dari Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Meski rumusan tersebut kemudian mendapat bantahan melalui sebuah survey yang dilakukan di tahun 2012 lalu, mengacu terhadap 4192 orang sebagai sampel, didapati bahwa hanya terdapat 6 hingga 23 persen saja jumlah sampel yang memiliki 50 persen uban di usia 50 tahun.

Terlepas dari semua penelitian tersebut, bagaimanapun dan darimanapun etnis kita berasal, tentu uban tidak dapat ditolak kehadirannya. Hal tersebut terkait dengan semakin berkurangnya melamin yang dihasilkan folikel rambut, manakala usia seseorang terus bertambah tua.

1. Uban yang lazim muncul di usia antara 40 hingga 50 tahun hendaknya disikapi sebagai penanda begitu singkatnya masa hidup di dunia.

uban

Seperti Rasulullah SAW sebutkan di dalam hadis bahwa usia umatnya amat pendek dibandingkan umat umat sebelumnya. Oleh karena Allah SWT telah memberi peringatan kepada hambanya melalui kemunculan uban. Maka sudah semestinya manusia menyadari bahwa semakin sempit waktu untuk mengumpulkan amalan atau bekal yang akan menolong setiap insan pada hari perhitungan kelak.

2. Sesungguhnya uban bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, bahkan uban memiliki nilai keutamaan

Sumber: www.deccanchronicle.com
Sumber: www.deccanchronicle.com

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Al Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda, “barangsiapa yang tumbuh ubannya karena (memikirkan) islam, maka pada hari kiamat nanti dia akan mendapatkan cahaya”[hr tirmidzi dan nasai. Jelas sudah tidak ada penciptaan allah swt yang sia-sia. Sekecil dan sesederhana apapun tampaknya, namun semua akan membawa kebaikan pada diri hambanya.

3. Mampu memancarkan kewibawaan dari seseorang

sumber: eibarta.com
sumber: eibarta.com

Hal ini pun terbukti di tengah kehidupan yang kita jalani. Sudah sejak lama berkembang gambaran di tengah masyarakat bahwa pria beruban dinilai lebih memiliki kewibawaan serta disegani baik secara profesional maupun secara sosial.

Maka dengan keutamaan yang disematkan Allah swt terhadap uban, syariat Islam pun melarang umatnya untuk mencabut uban. Hal ini berdasar hadis shahih dari Baginda Rasulullah SAW yang “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.

Suber: eibarta.com
Suber: eibarta.com

Terkait hukum mencabut uban, para ulama malikiyah, syafi’iyah dan hanabilah berpendapat bahwa hukumnya adalah makruh. Al Baghowi dan selainnya mengatakan bahwa seandainya dikatakan haram karena adanya larangan tegas mengenai hal tersebut maka ini juga benar dan tidak mustahil. Terlebih jika mencabut uban yang berada di wajah seorang mukmin, termasuk didalam nya bagian jenggot serta kumis pria.

Hal ini sama saja artinya dengan mencabut rambut yang terdapat pada wajah. Dengan melakukannya, maka akan mendatangkan laknat allah swt kepada diri seorang hamba. Dengan mengetahui keistimewaan dan larangan mencabut uban, maka seharus nya kekhawatiran tidak perlu lagi muncul di benak kaum muslimin. Bukankah Rasulullah SAW bahkan menganjurkan dan menjadi sunnah hukumnya jika umatnya mewarnai uban?

4. Lebih baik menyemir uban

Sumber: www.flickr.com
Sumber: www.flickr.com

Menyemir uban harus pula memperhatikan hal hal yang diperbolehkan dan dilarang dalam Islam.  Diantaranya, bahan bakunya harus halal, misalnya dari pacar atau inai. Adapun warna yang dihasilkan tumbuhan pacar dan innai tersebut menurut para ahli tafsir adalah warna merah kekuning kuningan. Oleh karena nya, kedua warna itu disebut sebagian ulama adalah paling baik dibanding warna lainnya.

Bahan inai dan pacar juga memiliki kelebihan, yaitu mampu meresap hingga ke akar rambut. Hal ini berbeda dengan prinsip pewarna rambut yang umum ditemukan di salon salon kecantikan. Dimana pada dasarnya, pewarnaan dengan zat zat kimia tersebut bersifat melekat atau melapisi rambut, sehingga jelaslah bahwa air akan terhalang untuk sampai ke rambut. Hal ini berakibat tidak sahnya bersuci seseorang, karena hadasnya tidak terangkat. Belum lagi dikhawatirkan terdapat bahan bahan yang diharamkan dalam Islam semisal alkohol.

Selain dari penggunaan bahan yang haruslah diperhatikan, Rasulullah SAW juga melarang umatnya untuk menyemir rambut dengan warna hitam. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut, Dari jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”pada hari penaklukan makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

Di setiap helaian rambut yang mulai memutih tersimpan keajaiban dan kebaikan bagi pemiliknya. Maka dengan beruban, insyallah semakin menambah kadar keimanan seorang hamba kepada Allah SWT penciptanya. [LP}

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY