Jadi, Selama ini Ternyata Facebook Tidak Bayar Pajak di Indonesia?

0
49 views
marketingland.com

Gulalives.co – Indonesia merupakan negara keempat dengan pengguna Facebook terbanyak di dunia. Namun, hingga saat ini, pemerintah tak memiliki keuntungan dari perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu. Karena, selama ini Facebook tidak bayar pajak di Indonesia. Maka itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mendesak Facebook agar membayar pajak kepada Indonesia.

Image result for Facebook Tidak Bayar Pajak di Indonesia
tribunnews.com

“Saya minta model bisnis kehadiran mereka di Indonesia, modelnya harus diubah, untuk apa? Untuk mengarahkan juga masalah pajak,” ujar Rudiantara di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin 7 Mei 2018 lalu.

Selain itu, pemerintah juga menginginkan Facebook memiliki layanan pengaduan konsumen, bukan hanya berbentuk mesin saja.

“Jadi kalau ada apa-apa jangan sama mesin saja gitu. Kalau datang kelihatan mukanya kan lebih bagus. Kemudian masalah hak dan kewajiban,” ucap dia.

Terkait dengan dugaan adanya kebocoran data hingga 78 juta data pengguna, hingga saat ini Facebook belum dapat berkomentar.

“Tadi disampaikan bahwa Cambridge Analytica-nya sekarang sedang diaudit bahkan bukan oleh Facebook, tapi oleh otoritas di Inggris. Jadi Facebook pun harus nunggu,” kata dia.

Rudiantara menuturkan, jika hasil audit Facebook terbukti membocorkan data, pemerintah tidak akan segan-segan untuk memberi sanksi tegas.

“Ada dua sanksi, sanksi administrasi masih peringatan lisan dan tertulis dua kali. Dan satu lagi penghentian sementara. Dari sisi kriminalnya polisi yang subjek kepada sanksinya, bisa sampai 12 tahun penjara atau Rp12 miliar denda,” ujar dia.

Baca Juga: Terkena Kasus, Bagaimana Jika Facebook Indonesia Benar-benar Lenyap?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menerima perwakilan Facebook Asia Pasifik di Kantor Kominfo Medan Merdeka, Jakarta, pada hari Senin (7/5/2018). Pertemuan itu berlangsung sekitar setengah jam, dari pukul 13.00 hingga 13.30 WIB.

Agenda utamanya membahas hal-hal terkait insiden penyalahgunaan satu juta data pengguna Facebook Indonesia oleh pihak ketiga. Selain itu, Rudiantara juga menyoroti model bisnis jejaring sosial bernuansa biru tersebut, karena selama ini Facebook tidak bayar pajak di Indonesia.

“Saya tanya model bisnis Anda di Indonesia bagaimana. Orang lain sudah bayar pajak, bikin PT di Indonesia, Anda belum,” kata dia, saat ditemui sebelum beranjak dari Kantor Kominfo, sekitar pukul 16.30 WIB.

Diketahui juga, Facebook telah memiliki kantor operasional di Capital Place Lantai 49, Gatot Subroto, Jakarta, sejak Agustus 2017 lalu. Kala itu, Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan Facebook sudah menjadi Badan Usaha Tetap (BUT) di Indonesia sejak Maret 2017.

Kendati begitu, menurut Rudiantara, kantor Facebook Indonesia tersebut masih berupa perusahaan layanan (service company), bukan menangani bisnis. Artinya, Facebook belum secara resmi membayar pajak pendapatan di Tanah Air.

“Saya minta kehadiran Facebook di Indonesia modelnya diubah. Ini untuk meng-address tiga hal. Pertama soal customer service, lalu hak dan kewajiban hukum, serta masalah fiskal. Saya bilang ubah cepat,” Rudiantara menuturkan.

Menteri yang kerap disapa Chief RA tersebut sejatinya mengapresiasi niat baik Facebook untuk datang ke Kominfo dan memberikan update soal operasionalnya di Indonesia. Meski demikian, niat baik saja tak cukup jika tidak disertakan dengan tindakan.

“Facebook datang memberikan update berarti ada itikad baik. Tapi itu saja belum cukup untuk selesaikan masalah di Indonesia,” ujarnya.

Chief RA tak memberikan tenggat tertentu bagi Facebook untuk mengubah model bisnisnya. Ia sesumbar rujukan hukumnya bakal lebih mengikat ketika Peraturan Menteri (Permen) tentang layanan Over The Top (OTT) dikeluarkan pada kuartal ketiga tahun ini.

“Begitu Permen OTT keluar, enggak bisa lari-lari lagi,” pungkasnya.

Kalau Facebook tidak bayar pajak di Indonesia, masihkah kamu akan menggunakan media sosial satu ini? Cobalah untuk mulai mencari penggantinya, lebih baik kamu dukung media sosial buatan anak bangsa yang belakangan ini mulai sering dibicarakan di mana-mana, yakni viuGraph!

Related image
dailysocial.id

“viuGraph memberikan platform berbagi cerita dalam klasifikasi topik-topik tertentu, di samping dengan teman yang sudah dikenal. Selain hal tersebut, ada fitur filtering yang membuat pengguna ViuGraph hanya melihat apa yang diinginkan dengan timeline berdasarkan waktu kronologis konten tersebut di upload. You Watch What You Want, You View What You Like,” ungkap founder CEO viuGraph Wahyu Widi.

Kamu bisa langsung download viuGraph via GooglePlay di sini
Atau, download viuGraph via IOS di sini

Share juga ke teman terdekatmu, ya!

LEAVE A REPLY