Benarkah Facebook Akan Ditutup?

0
29
tribunnews.com

Gulalives.co – Sampai sekarang, masyarakat masih kebingungan atas ketidakjelasan informasi perihal nasib Facebook di Indonesia. Mereka pun bertanya-tanya, apakah Facebook akan ditutup di Indonesia atau tidak? Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara pun menegaskan jika tidak akan memblokir (menutup) Facebook secara permanen, melainkan hanya sementara. Itu pun bila situasi semakin memburuk.

Related image
blogspot.com

“Ini situasinya akan kita lihat dulu. Kalau semakin buruk, baru kita tutup sementara (blokir),” ujar Menkominfo Rudiantara.

Rudiantara enggan berbicara tentang penutupan operasi Facebook secara permanen, karena ia lebih fokus memantau Facebook agar tercipta keamanan data dan mencegah penyebaran ujaran kebencian. DPR juga sempat meminta agar Kominfo lebih tegas terhadap Facebook.

“Kami dan pemerintah–pihak Kemkominfo–akan bicara lagi, terkait tindak lanjut dari kesalahan Facebook. Secara pribadi saya masih terbuka dengan sanksi, tidak menutup kemungkinan juga untuk–menyarankan–memoratorium layanan Facebook,” ujar Meutya Hafid, Anggota Komisi I DPR RI.

Meutya memerkirakan, DPR RI akan menunggu hasil investigasi internal Facebook selama satu bulan ke depan.

“Kami tunggu, saya rasa sebulan waktu yang seharusnya cukup. Kami harap hasil investigasi ini bukan hanya menyalahkan siapa, tetapi juga harus ada informasi, ke mana data yang disalahgunakan ini dan digunakan untuk apa,” katanya.

Bagaimana awal mula kasus ini terjadi?

Kontroversi skandal Cambridge Analytica yang menuding data Facebook bocor. Setelah ditelisik, ternyata “bocor” bukan istilah yang tepat. Data-data tersebut bukan bocor, karena kenyataannya telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica, bahkan diduga untuk kepentingan politik. Data-data yang diambil juga bukan isi pesan, melainkan data-data yang dicantumkan secara publik di profil seseorang.

Sayang, nasi sudah menjadi bubur. Telanjur ada simpang-siur mengenai hal ini, sampai-sampai DPR ikut memanggil Facebook untuk meminta penjelasan. Alhasil, timbul wacana pemblokiran Facebook tersebut.

“Itu data Facebook bukan bocor. Kalau bocor kan istilahnya kayak pipa ada air, tidak tahu di mana bocornya, ini datanya dikompromikan,” ujar Rudiantara.

Kenyataannya, Facebook sudah diberikan SP II

Pihak Kemkominfo sudah mengirimkan SP II terhadap Facebook, tapi belum ada informasi mengenai SP III yang berarti penutupan. Ketika ditanya jangka waktu berlaku SP III menuju SP selanjutnya, Rudiantara belum memberikan jawaban definitif.

“Ya bisa sehari, sebulan, dilihat situasinya dulu,” pungkas Rudiantara.

Ia mengaku sudah mendapatkan penjelasan dari kantor Facebook Irlandia yang mengurus Facebook di Indonesia. Dalam keterangan Facebook Irlandia kepada Rudiantara, mereka memberikan keterangan angka terkait penyalahgunaan data yang menimpa pengguna. Rudiantara pun terus memantau perkembangan data pengguna Facebook di Indonesia.

Baca Juga: Terkena Kasus, Bagaimana Jika Facebook Indonesia Benar-benar Lenyap?

Kamu salah satu netizen yang masih menggunakan media sosial satu ini? Kalau iya, lebih baik mulailah mencoba untuk mencari penggantinya, dengan mendukung media sosial buatan anak bangsa yang belakangan ini mulai sering dibicarakan di mana-mana, yakni viuGraph!

Image result for viugraph
jurnalapps.co.id

“viuGraph memberikan platform berbagi cerita dalam klasifikasi topik-topik tertentu, di samping dengan teman yang sudah dikenal. Selain hal tersebut, ada fitur filtering yang membuat pengguna ViuGraph hanya melihat apa yang diinginkan dengan timeline berdasarkan waktu kronologis konten tersebut di upload. You Watch What You Want, You View What You Like,” ungkap founder CEO viuGraph Wahyu Widi.

Penasaran? Kamu bisa langsung download viuGraph via GooglePlay di sini
Atau, download viuGraph via IOS di sini

Share juga ke teman terdekatmu, ya! Dijamin banyak manfaat yang bisa kamu temukan di sana!

LEAVE A REPLY