ETOS KERJA MUSLIM

0
61 views
Oleh: Arif Setyawan
Mahasiswa STEI SEBI

Islam merupakan agama yang menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai landasan ajaran nya untuk setiap aspek kehidupan. Islam mengatur seluruh tatanan alam semesta sampai ke dalam interaksi manusia dengan sesamanya. Allah SWT ber firman dalam (QS: An-Nisaa | Ayat: 29) : ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harat sesamamu dengan jalan yang bathil”. Dalam ayat ini kita memahami betapa Allah benar-benar sudah mengatur seluruh tatanan alam dengan lengkap melalui Al-Quran dan As-Sunnah bahkan sampai hubungan sesame manusia (muamalah).

Dalam aktivitas muamalah islam mengajarkan nilai-nilai yang luhur kepada manusia seperti ayat yang tertera. Allah SWT melarang hambanya memakan harta saudaranya sesame manusia dengan jalan yang bathil, dzolim, dan haram. Dalam aktivitas muamalah misalnya dalam bekerja Islam memiliki etos yang amat luar biasa yang harus menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia. Etos ini yang akan menjadi pembeda antara seorang muslim yang berpegang pada ajaran islam yang di Imani.

Etos berasal dari bahasa Yunani (etos) yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Kerja dalam arti pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi, intelektual dan fisik, maupun hal-hal yang berkaitan dengan keduniaan maupun keakhiratan. Secara terminologis kata etos, mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian berbeda yaitu: Suatu aturan umum atau cara hidup, Suatu tatanan aturan perilaku, Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku.

Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif. Etos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh, budaya serta sistem nilai yang diyakininya. Dari kata etos ini dikenal pula kata etika yang hampir mendekati pada pengertian akhlak atau nilai-nilai yang berkaitan dengan baik buruk moral sehingga dalam etos tersebut terkandung gairah atau semangat yang amat kuat untuk mengerjakan sesuati secara optimal lebih baik dan bahkan berupaya untuk mencapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin. Dalam berbagai pengertian di atas dapat di simpulkan etos kerja muslim adalah suatu tatanan aturan perilaku dalam aktivitas muamalah yang sesuai dengan tuntunan syari’ah Islam.

Dasar utama dalam etos kerja seorang muslim dapat di wakilkan oleh 3 hadits yang di sampaikan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya. 3 hadits yang menjadi landasan etos kerja seorang muslim yang mesti muslim ketahui, hafal, fahami dan amalkan adalah sebagai berikut:

  1. Amantubillah tsumas taqim (HR Muslim) artinya beriman kepada Allah kemudian istiqomahlah. Motif awal kita bekerja dan berusaha yaitu ber iman kepada Allah. Sebagai seorang muslim iman kepada Allah merupakan syarat mutlak agar segala yang kita kerjakan dapat bernilai kebaikan, sehingga kerja kita bernilai ibadah. Manfaat kerja tak hanya untuk kepentingan dunia namun juga untuk kehidupan yang akan datang. Kemudian setelah beriman maka hendaklah seorang muslim istiqomah. Istiqomah adalah berkesinambungan atau berkelanjutan. Sehingga dalam bekerja seorang muslim dituntut untuk menjaga kualitas nya.

 

  1. Khairunnas anfa’uhum linnas (HR Thabarani dan Daruquthni) artinya orang yang paling baik adalah yang paling banyak bermanfaat untuk ummat nya. Setiap kesibukan kita harus memiliki nilai untuk orang lain. tidak hanya membangun hubungan dengan Allah tetapi juga dengan manusia. Allah amat sangat mencintai hambaNya yang menjadi kebaikan, kemudahan, solusi bagi hamba-hamba yang lain. Motivasi kita dalam bekerja adalah agar menggapai ridhoNya yang tertinggi.

 

  1. Man lam yasykurinnas lam yasykurillah (HR Tirmidzi) artinya barang siapa yang tidak bisa ber terimakasih kepada manusia pada hakikatnya tidak bisa bersyukur kepada Allah. Setiap kita di harus pandai-pandai berterimakasih sebagai wujud rasa syukur kita. Allah maha menolong, maha memberi jalan keluar, maha memudahkan akan tetapi Allah sudah menetapkan hukum sunnatullahNya di muka bumi ini bahwa setiap pertolonganNya untuk hamba-hamba Nya pasti di hadirkan melalui perantara orang lain. Allah pasti memberi karunianya dengan jalan-jalan yang logis. Hanya para nabi yang menadapatkan pertolongan dengan cara diluar nalar yang kita kenal dengan mukjizat. Tetapi untuk manusia biasa maka hukum sunnatulah berlaku. Dari hadits ini kita belajar memahami hakikat, kalau kita mendapat kemudahan dari orang lain dan kita ingkar serta sombong tidak mau berterimakasih sejatinya kita sedang sombong kepada Allah SWT karna orang tersebut hanya menjadi sabab hadirnya pertolongan Allah. Maka beruntunglah muslim yang menerapkan etos kerja islami. Iya medapat jaminan pekerjaannya penuh berkah.

3 landasan utama yang paling mendasar dalam etos kerja seorang muslim yang harus menjadi pedoman umat dalam beraktivitas muamalah di kehidupan sehari-hari. Agar kerja tidak hanya menjadi soal aktivitas dunia belaka karna kelak ia akan dipertanggung jawabkan di kehidupan yang berikutnya yaitu alam akhirat.

 

Daftar Referensi
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Etos
  2. https://masdjie.wordpress.com/2015/02/06/take-and-give-sarana-silaturrahim-multifungsi/
  3. https://www.risalahislam.com/2014/02/manusia-terbaik-paling-bermanfaat-ramah.html
  4. Ceramah Ust Adi Warman Karim, Etos kerja muslim

 

Official:
Wa: 082311786593
Ig: @Arif_Setyawan01
Fb: Arif Setyawan

LEAVE A REPLY