rivs.com

Gulalives.co – Zaman sekarang, semakin banyak pekerjaan yang diselesaikan di atas meja kerja, tugas harian yang cukup banyak menuntut para pekerja lupa untuk bangkit dari kursinya. Memaksa mereka menghabiskan waktu untuk duduk dari pagi hingga petang, bahkan tak sedikit dari mereka memutuskan untuk makan siang di meja kerjanya, dengan alasan tetap bisa melanjutkan pekerjaan yang diharap bisa lebih cepat selesai.

Related image
liputan6.com

Namun, tahukah kamu jika terlalu lama duduk membuat kita terkena berbagai macam risiko penyakit? Kalau kamu salah satu perempuan yang duduk terlalu lama saat kerja pun kegiatan harian lainnya, kamu harus tahu berbagai macam risiko penyakit yang bisa menyerang kamu sewaktu-waktu.

Masalah Punggung

Related image
sukalive.com

Kamu yang duduk terlalu lama pasti pernah merasakan nyeri punggung, kan? Itu karena tulang belakang kita menjadi tidak fleksibel, dan mengalami kerusakan disk. Karena disk halus di antara vertebra pada tulang belakang hanya akan membentang dan berkontraksi jika kita cukup bergerak, hal ini juga memungkinan masuknya darah dan nutrisi. Dan dengan duduk terlalu lama, disk menjadi tidak rata serta padat, bahkan menyebabkan menumpuknya kolagen di sekitar tendon dan ligamen. Hernia disk lumbar juga akan lebih sering terjadi pada mereka yang menghabiskan waktu lama di depan komputer.

Masalah Otak, Leher, dan Bahu

Related image
kompas.com

Dengan bergerak, maka akan lebih banyak darah dan oksigen yang menyebar ke seluruh otak, dan membantu kita mempertahankan kejernihan juga ketajaman otak. Namun, berbeda hal jika kamu menghabiskan waktu lama untuk duduk, ini akan memperlambat aliran oksigen dan darah ke otak, sehingga membatasi kemampuan kita untuk berpikir dengan jernih. Tak jarang dari kita juga terbiasa duduk dengan posisi membungkuk ke depan sewaktu bekerja, hal ini menciptakan ketegangan yang luar biasa pada leher, terutama pada vertebra servikal, yang menghubungkan tulang belakang dengan kepala. Posisi yang buruk akan dengan mudah merusak otot punggung dan bahu, karena otot ini memanjang secara berlebihan saat kita membungkuk dalam waktu yang lama.

Degenerasi Otot

Image result for Degenerasi Otot
hellosehat.com

Kamu yang terlalu lama duduk akan sangat mungkin mengalami swayback, atau ekstensi berlebihan yang tidak wajar pada kelengkungan alami tulang belakang. Duduk terlalu lama juga dapat menurunkan fleksibilitas secara keseluruhan, terutama di bagian pinggul dan punggung. Pinggul yang fleksibel akan membantu menyeimbangkan tubuh, tapi dengan duduk terlalu lama, otot fleksor pinggul menjadi pendek dan tegang. Otot-otot glute juga menjadi lunak, karena tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, ini membuat kemampuan tubuhmu menjadi terbatas dalam menjaga kestabilan tubuh.

Merosotnya Organ

Image result for Merosotnya Organ
journal.20fit.co.id

Terlalu lama duduk juga dapat menyebabkan penyakit jantung dan kardiovaskular. Ini disebabkan karena produksi insulin yang berlebihan akibat ketidakaktifan, dan aliran darah yang lamban menuju organ. Karena tanpa kita tahu, gerakan yang teratur akan bantu membunuh sel-sel penyebab kanker, mendorong antioksidan yang meningkatkan radikal bebas. Produksi insulin yang berlebihan sangat memungkinkan tubuh mengalami kenaikan berat badan, hingga akhirnya seseorang terkena diabetes dan obesitas.

Gangguan Kaki

Related image
tribunnews.com

Duduk terlalu lama akan menghambat sirkulasi pada kaki, karena darah yang berkumpul di sekitar pergelangan kaki, menyebabkan pergelangan kaki menjadi bengkak, varises, bahkan mengalami gumpalan darah yang berbahaya. Duduk terlalu lama juga mengakibatkan tulang menjadi kurang padat. Karena kita menjadi tak punya waktu untuk berlari pun berjalan, kegiatan yang sebenarnya bisa membantu mempertahankan kekuatan dan ketebalan tulang. Ini juga alasan mengapa mayoritas lansia akan mengalami osteoporosis, karena menjalani kehidupan sehari-hari tanpa aktivitas tubuh yang berarti.

Kanker

Related image
tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com/

Duduk terlalu lama pun dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis penyakit kanker. Dua jenis kanker yang paling berkaitan dengan hal ini adalah kanker payudara dan usus besar. Menurut penelitian, orang-orang yang menonton TV dalam jangka waktu 8,5 tahun terakhir, memiliki risiko 61% lebih besar untuk mengalami kematian prematur dibandingkan mereka yang menonton TV kurang dari satu jam per hari.

Charles E Matthews, seorang epidemiolog di National Cancer Institute, mengatakan untuk menghindari risiko terkena berbagai penyakit kanker diperlukan aktivitas fisik. Menonton tv adalah salah satu aktivitas yang sangat menyita waktu dengan berdiam dan duduk, bahkan ngemil.

“Pikirkan aktivitas fisik ringan untuk mengganti kebiasaan menonton tv,” kata Matthews dikutip Daily Mail.

Karena ternyata bukan hhanya kanker payudara dan usus besar, duduk lama ternyata juga bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru, leher dan kepala. Setidaknya ada 9 jenis kanker yang siap menyerang, jika kamu kurang melakukan aktivitas fisik. Kebiasaan buruk ini juga meningkatkan risiko kematian akibat gangguan jantung, stroke, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, gangguan otak hingga kanker itu sendiri.

Lantas, bagaimana jika kita memang harus menjalani kegiatan harian dengan duduk dalam waktu yang lama?

Related image
prensalibre.com

Jika kamu memang harus duduk untuk waktu yang lama dalam pekerjaan atau untuk kegiatan lainnya, pastikan bahwa kamu duduk dalam keadaan tegak, jangan menyandar maju ke arah depan (biasanya jika kamu menggunakan komputer pun laptop). Jika memang bisa, duduklah di atas bola gym, karena dengan begini, meskipun kamu duduk, posisi tetap memaksa otot-otot perut kita untuk bekerja dan secara alami akan membuat tubuh kita pun tegak. Kamu juga bisa menggunakan kursi tanpa sandaran untuk kestabilan yang lebih baik daripada bola gym tadi.

Jangan lupa untuk membiasakan diri melakukan peregangan, dengan setidaknya berdiri satu kali setiap 30 menit, karena menurut para ahli, dengan berdiri dan berjalan di sekitar kantor selama beberapa menit, akan mempertahan aliran darah dan memungkinkan otak dan otot berfungsi secara optimal. Kamu juga bisa melakukan yoga, karena sangat membantu kita dalam mempertahankan fleksibelitas otot dan membuat pikiran menjadi tenang, juga mengurangi tekanan dari pekerjaan yang kamu atasi.

LEAVE A REPLY