Rokok Merusak Tubuh Dalam Hitungan Menit

Gulalives.com, JAKARTA – Buat kamu yang masih aktif merokok, ada yang perlu diketahui nih. Yaitu, merokok mampu merusak tubuh hanya dalam hitungan menit, bukan bertahun-tahun, demikian menurut penelitian.

Laporan yang dipublikasikan di Chemical Research in Toxicology, menunjukkan bahwa kimia yang menyebabkan kanker terbentuk cepat setelah merokok.

Para ilmuwan yang terlibat dalam studi ini menggambarkan bahwa hasil penelitian ini memberikan peringatan dini bagi orang yang ingin merokok. Yayasan anti-merokok, Ash, bahkan menggambarkan penelitian itu sebagai  ‘mengerikan’ dan sebuah peringatan tidak ada kata terlambat untuk berhenti.

Dampak jangka panjang dari merokok, seperti penyakit jantung hingga kanker, sudah banyak diketahui. Studi ini menegaskan bahwa kerusakan dimulai hanya beberapa saat setelah rokok pertama diisap.

Para peneliti mengamati kadar kimia yang dikaitkan dengan kanker, polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH),  pada 12 pasien setelah merokok.

PAH yang masuk ke dalam tubuh perokok, kemudian dimodifikasi oleh tubuh dan diubah menjadi kimia lainnya yang merusak DNA dan dikaitkan dengan kanker. Penelitian menunjukkan proses ini hanya butuh waktu 15-30 menit.

Profesor Stephen Hecht dari University of Minnesota mengatakan studi ini unik, karena yang pertama menginvestigasi metabolisme  pada manusia dari PAH yang didapat dari mengisap rokok, tanpa diganggu paparan dari sumber lain seperti polusi udara atau makanan.
“Laporan itu menjadi peringatan keras bagi mereka yang ingin merokok,” ujar Profesor Hecht.

Martin Dockrell, direktur kebijakan dan penelitian Ash (Action on Smoking and Health), mengungkapkan hampir semua orang tahu merokok menyebabkan kanker paru-paru. “Hal yang mengerikan dari penelitian ini adalah bahwa efek merokok dimulai pada tahap awal, bukan 30 tahun, melainkan 30 menit dari sebatang rokok yang diisap subyek pada penelitian,” kata Dockrell.

“Prosesnya dimulai sangat dini namun tidak pernah terlambat untuk berhenti. Makin dini berhenti merokok, maka makin awal Anda mengurangi bahayanya,” tegasnya.

Penelitian ini didanai oleh National Cancer Institute Amerika Serikat, demikian dilaporkan BBC. (VW)

LEAVE A REPLY