Demi Baktinya, Zhao Rela Rawat Ayahnya yang Lumpuh walau Harus Sambil Kuliah

0
27 views
Via Shanghaiist.com

Gulalives.com, DEPOK – Kasih anak sepanjang jalan, kasih orang tua sepanjang zaman. Tampaknya peribahasa itu tidak berlaku bagi Zhao Delong. Mahasiswa sebuah universitas di Henan, Tiongkok, itu dengan penuh kasih sayang merawat ayahnya yang menderita lumpuh. Lupakan dulu kisah si Malin Kundang yang durhaka pada orang tuanya. Zhao adalah anak yang luar biasa. Ketika teman-teman sebayanya asyik kongko membicarakan hobi dan idola mereka, Zhao malah disibukkan dengan urusan merawat ayahnya.

Zhao menyuapi ayahnya setiap hari.
Setiap hari Zhao memasakkan makanan dan menyuapi ayahnya. Via Shanghaiist.com

Seperti diberitakan laman Shanghaiist.com, sewaktu masih balita, Zhao pernah menderita polio sehingga kakinya lumpuh. Polio adalah penyakit yang disebabkan virus dan menyerang sistem saraf manusia. Pada derajat yang paling parah, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan. Orang tua Zhao berjuang keras mencari kesembuhan baginya, merawatnya dengan penuh kasih sayang. Akhirnya, setelah berhasil menjalani operasi, Zhao bisa berjalan kembali. Pengalaman itu membuatnya sangat bersyukur memiliki orang tua seperti mereka.

Sayang, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Hidupnya kembali terpuruk setelah sang ayah menderita penyakit yang menyebabkannya tidak bisa berjalan. Hal itu terjadi tak lama setelah ia diterima di sebuah universitas di Henan, Tiongkok. Namun, Zhao tidak pernah menyesal. Meski repot, di sela-sela kesibukannya belajar, ia mengurus sang ayah tanpa kenal lelah.

Zhao mempersiapkan obat untuk ayahnya.
Zhao juga mempersiapkan obat untuk diminum. Via Shanghaiist.com

Dengan sabar Zhao memandikan ayahnya, membasuh mukanya, membersihkan kotorannya, menyikat geliginya, menyuapinya, dan menyisir rambutnya. Bahkan Zhao mencukur rambut ayahnya kalau sudah tampak panjang. Zhao juga yang memasakkan makanan untuk ayahnya dan membantunya melakukan latihan untuk memulihkan kakinya yang lumpuh. Setiap pagi, Zhao membawa ayahnya berjalan-jalan dengan kursi rodanya untuk mendapatkan sinar matahari dan menghirup udara segar.

Zhao menemani ayahnya berjalan-jalan.
Zhao membawa ayahnya berjalan-jalan menikmati udara segar dan sinar matahari. Via Shanghaiist.com

Sang ibu yang seharusnya menjadi tiang bagi keluarganya malah tenggelam dalam depresi parah. Karena itu, Zhao-lah yang mengambil alih peran itu. Tidak diceritakan bagaimana nasib ibu Zhao setelah mengalami depresi. Untuk mempermudahnya merawat sang ayah, Zhao membawa serta ayahnya ke kampus tempatnya kuliah. Pihak universitas bersimpati padanya dan memberikan sebuah kamar di asrama untuk mereka tinggali.

Semua itu dilakukannya demi membalas cinta ayahnya, membalas kebaikan sang ayah yang dengan telaten merawat Zhao ketika tidak bisa berjalan. “Ayah telah merawat saya dengan sabar. Sekarang, ketika ia sakit, saya tidak mungkin meninggalkannya begitu saja,” ujar Zhao menjelaskan alasannya mau bersusah payah berkorban untuk ayahnya.

Zhao mencukur rambut ayahnya.
Zhao sedang mencukur rambut ayahnya. Via Shanghaiist.com

Anda yang masih punya ayah, selagi masih ada waktu, berilah perhatian kepadanya seperti saat Anda masih kecil. Meski menempati posisi keempat setelah ibu, ibu, dan ibu, seperti pesan Rasulullah SAW, ayah memiliki peran yang tak mungkin tergantikan. Ingatkah ketika ayah membelikan mainan impian kita? Atau benda lain yang tak disangka-sangka? Ingatkah akan perjuangannya bekerja mencari nafkah demi bisa menyekolahkan kita di sekolah yang layak dan memberikan kita makanan dan pakaian yang bermutu? Jika ia sedang sakit, tungguilah selalu, doakan yang terbaik baginya. Jika ia berada jauh di seberang pulau, teleponlah sekarang dan katakan bahwa Anda sangat mencintainya. (YPH)

LEAVE A REPLY