Tips Mengatasi Demam Berdarah Dengue Tanpa Harus Dirawat

Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dengue
Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dengue _ Sumber : Shutterstock.com

Gulalives.com, Jakarta –  Demam berdarah dengue (DBD) menjadi penyakit yang sedang mewabah dibeberapa daerah, termasuk di Jakarta. Biasanya jika dalam suatu wilayah Rukun Tetangga ada yang terkena DBD, maka akan lebih cepat mewabah diwilayah tersebut jika tidak segera diberantas sarang-sarang nyamuknya atau di fogging. Begitu juga dalam lingkungan sekolah, jika ada satu atau beberapa siswa terkena, maka akan mewabah penyakit tersebut dengan cepat jika pihak skolah tidak segera mengambil tindakan yang serius untuk mengatasinya.

Masih banyak ternyata yang belum benar-benar mengenali gejala-gejala DBD. Sehingga akhirnya ketika sudah pada fase yang parah, orang tersebut baru mengetahui bahwa ia terkena DBD, akhirnya karena terlambat penanganannya maka ia harus dirawat di rumah sakit.

Maka kenali dulu penyebab dan gejala-gejala DBD dengan baik, agar dapat dengan segera mengatasinya dengan tepat ketika gejala itu datang tanpa perlu dirawat ke Rumah Sakit.

Penyebab dan Gejala Demam Berdarah Dengue

DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Diperkirakan bahwa ada seratus juta kasus demam berdarah yang terjadi pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian diantaranya mewabah secara tiba-tiba dan menjangkiti ribuan orang dalam waktu singkat.

Penyebab DBD adalah virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Artinya DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes Aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi (seperti di kota-kota besar) yang memiliki iklim lembap dan hangat.

Dengue Fever. Sumber : www.shutterstock.com
Dengue Fever. Sumber : www.shutterstock.com

Jika Anda mengalami gejala demam selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Ciri-ciri lainnya dari gejala DBD, yaitu demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada virusdengue di dalam tubuh Anda. Berikut rincian ciri spesifiknya :

  • Panas tinggi mendadak, 2-7 hari, umumnya tanpa batuk pilek. Atasi dengan obat penurun panas.
  • Wajah kemerahan, lesu, tidur terus, tidak mau main, tidak mau makan dan minum. Bila anak kekurangan cairan (muntah terus, tidak kencing setiap 4-6 jam) perlu diinfus.
  • Panas hari pertama dan kedua sudah boleh cek ke laboratorium, tetapi perlu diulang bila panas berlanjut.
  • Panas hari ketiga penurunan trombosit bisa dideteksi. Kalau normal 150.000-400.000/ul darah, hari ketiga turun jadi 100.000-150.000/ul, hari keempat 50.000-100.000/ul hari kelima kurang dari 50.000/ul atau jumlah trombosit terendah. Berikan transfusi darah bila perlu.
  • Kadar hematokrit penanda kebocoran pembuluh darah, terus meningkat dan puncaknya pada hari kelima. Jumlah hematokrit normal tergantung umur, janis kelamin, dan berat badan.
  • Bila kaki dan tangan dingin, tanda terjadi shock, atasi dengan infus atau minum sebanyak-banyaknya.
  • Masa kritis berlangsung 24-28 jam.
  • Hari keenam jumlah trombosit meningkat dan kembali normal pada hari kedelapan. Hematokrit juga berangsur turun dan normal kembali pada hari yang sama. (sumber :  Kompas)
Bintik merah merupakan gejala umum DBD
Bintik merah merupakan gejala umum DBD, namun ada juga penderita yang tidak muncul bintik merah ditubuhnya. Sumber : www.shutterstock.com

Pertolongan Pertama di Masa Inkubasi Awal Penyakit DBD

Setelah mengenali gejala di awal masa inkubasi, yakni 3 hari pertama, sebenarnya bisa segera di atasi kondisi tersebut agar tidak semakin parah dan berlanjut dirawat atau diopname di rumah sakit. Berikut pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala DBD bagi penderita sehingga kondisinya bisa berangsur membaik tanpa perlu dirawat atau diopname di rumah sakit.

  • Pertama, banyak minum air putih. Minimal 20 gelas sehari (gelas ukurab 250 ml), lebih banyak lebih baik.
  • Kedua, minum obat penurun panas. Cobalah dengan minum obat penurun panas semacam Paracetamol. 
  • Ketiga, minum air pengganti ion tubuh, misalnya seperti Pocari Sweat.
  • Keempat, minum jus jambu merah. Gunanya untuk meningkatkan trombosit dalam darah, bisa juga menggunakan daun jambu.
  • Kelima, makan makanan bergizi. Bilamana perlu lebih banyak makan, sedikit demi sedikit tapi sering, meskipun biasanya nafsu makan menurun drastis.
Dengue Fever. Sumber : www.shutterstock.com
Dengue Fever. Sumber : www.shutterstock.com

Anda tahu? Sebenarnya cara-cara di atas bertujuan untuk menambah daya tahan tubuh terhadap serangan DBD karena pada dasarnya penyakit demam berdarah tidak perlu obat tertentu untuk menangkalnya dan memang obat DBD itu juga belum ada. Ketika leukosit meningkat, trombosit juga akan bertambah (berbanding lurus).

Nah, bila Anda mampu melaksanakan kelima langkah praktis ini secara konsisten insya Allah Anda tidak perlu opname di rumah sakit. Menghemat bukan?

Demam Berdarah Dengue _ Shutterstock (3)
Hasil Tes VirusDengue di Laboratorium. Sumber : www.shutterstock.com

Catatan penting :

Jika memang ‘terpaksa’ opname di rumah sakit maka perhatikan betul obat-obat yang disuguhkan. Karena sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit demam berdarah, kecuali obat penurun panasnya. Infus sangat dibutuhkan tapi jangan pernah mau diberikan antibiotik, kecuali kalau ada penyakit lain. Tablet yang diberikan biasanya adalah vitamin.

Perhatikan hasil tes darah dari laboratorium. Kalau trombosit sudah meningkat, grafiknya mulai menjauh dari ambang bawah normal (trend-nya cenderung naik), panas tubuh sudah mulai normal (36-37 °C), tekanan darah/tensi normal, itu tandanya Anda sudah mulai sembuh. Dan ada baiknya Anda minta dokter untuk rawat jalan saja. Dan selama di rumah sebaiknya terus minum air putih sebanyak-banyaknya.

Langkah Pencegahan Penyakit DBD

Fogging, salah satu cara pencegahan DBD. Sumber : www.shutterstock.com
Fogging, salah satu cara pencegahan penyakit DBD. Sumber : www.shutterstock.com

Meski hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa menangkal DBD, namun beberapa langkah pecegahan penyakit ini bisa Anda lakukan, diantaranya:

  • Mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk.
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
  • Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
  • Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
  • Memakai anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  • Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.
  • Melakukan Fogging, pemberantasan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular DBD dapat dilakukan dengan Fogging

Sumber : http://www.alodokter.com/ – http://www.situsmesin.net/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here