reddeeradvocate.com

Gulalives.co – Facebook Indonesia mengungkapkan fakta terbaru mengenai skandal kebocoran data penggunanya. Dalam laporan terbaru Facebook mencatat ada tambahan jumlah pengguna di Indonesia yang terdampak. Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mengungkapkan ada tambahan sebanyak 1.095.918 pengguna yang berpotensi terdampak penyalahgunaan data.

Image result for komisi 1 dpr ri beri deadline facebook
today.line.me

“Total ada 1.096.666 orang di Indonesia atau sekitar 1,26 persen dari total jumlah orang yang terkena dampak secara global,” terang Ruben saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota Komisi I DPR RI di Jakarta, Selasa 17 April kemarin.

Menurut Ruben sejak November 2013 hingga 2015 ada 748 orang di Indonesia yang memasang aplikasi thisisyourdigitallife. Aplikasi tersebut merupakan kuis tes kepribadian yang diketahui menggunakan akses akun Facebook.

Angka tersebut diketahui tidak termasuk orang yang telah mengunduh aplikasi, tapi kemudian menghapus akun Facebooknya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengklaim tidak menyimpan data pengguna perorangan yang mengunduh aplikasi tersebut.

Facebook menggunakan metode untuk mengidentifikasi pengguna yang terkena dampak penyalahgunaan data. Seperti penggunaan fitur lokasi tapi tidak mencerminkan kebangsaan atau tempat tinggal dan domisili sebenarnya. Terkait hal itu, Ruben menyebut akun aplikasi tersebut tidak memiliki informasi sensitif pengguna Facebook seperti kata sandi atau informasi finansial.

“Aplikasi tersebut tidak memiliki informasi sensitif, dalam hal ini informasi teman dan data yang dipublikasikan di platform Facebook sesuai pengaturan privasinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ruben menegaskan pihaknya akan mencari tahu dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh Cambridge Analytica demi memastikan tidak ada penyalahgunaan data. Selanjutnya, Facebook menyebut akan membatasi pengembang yang terhubung dengan aplikasi pihak ketiga.

“Kami akan melakukan investigasi, jika ada penyalahgunaan maka akan langsung diblokir demi memastikan tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Namun, sebagai ibu pun anak muda zaman sekarang, rasanya sulit ya untuk menghilangkan kebiasaan mengisi waktu luang sembari bermain media sosial. Lantas, bagaimana jika media sosial yang awalnya kita jadikan sebagai penghilang stres, justru mengancam bahaya data pribadi kita? Tenang, jika data pengguna Facebook yang bocor terus bertambah, sudah saatnya kamu banting setir dari Facebook, ke media sosial buatan anak bangsa, yakni viuGraph!

Related image
jurnalapps.co.id

Media sosial dengan namanya yang cukup singkat, menjadikan aplikasi ini mudah diingat. Kalau dilihat sekilas, aplikasi ini sangat mirip dengan Instagram. Namun, aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2017 ini, masih sangat baru dan terus dikembangkan. Saat ini, kamu sudah bisa mengunduh aplikasi viuGraph secara gratis melalui Play Store di handphone Android. Versi iOS-nya juga sudah tersedia.

Pada dasarnya, aplikasi ini dimaksudkan untuk memasukkan foto pun video. Tapi yang membuat viuGraph berbeda adalah pemilihan topik yang disediakan. Karena kamu akan menemukan berbagai pengelompokan topik, seperti UC News, jadi media sosial ini mirip dengan UGC (user generated content) daripada media sosial lainnya yang membatasi setiap konten yang ingin kita buat atau baca.

Mereka juga mempunyai tiga pilihan tab di layar utama, yakni Trends, Topics, dan Friends. Setiap menu tersebut ternyata memiliki fungsinya masing-masing. Menu Trends akan melakukan filter atas trend yang sedang menjadi bahan perbincangan. Sedangkan menu Topics berisikan trend dari topic yang kamu pilih di awal. Dan, yang terakhir, Friends akan menampilkan postingan dari teman-teman yang ada di lingkaran kamu.

Selain itu, ada beberapa tombol di bagian bawah aplikasi. Home, yakni Topics, Take a Picture, Notifications, dan Messages. Tombol-tombol ini dibuat dengan tampilan warna putih dan berlatar belakang biru keunguan. Dan, tampilan ini cukup user-friendly, kok.

“viuGraph memberikan platform berbagi cerita dalam klasifikasi topik-topik tertentu, di samping dengan teman yang sudah dikenal. Selain hal tersebut, ada fitur filtering yang membuat pengguna ViuGraph hanya melihat apa yang diinginkan dengan timeline berdasarkan waktu kronologis konten tersebut di upload. You Watch What You Want, You View What You Like,” ungkap founder CEO viuGraph Wahyu Widi.

Saat mencoba untuk meng-upload foto akan ada tiga kolom yang harus diisi oleh user, yaitu Topic, Location, dan Description. Setelah itu, barulah bisa di-post. Secara garis besar, viuGraph akan menjadi sebuah tambahan yang menarik di dunia media sosial Indonesia. Karena dengan tampilannya yang biru keunguan, terlihat adem dan nyaman di mata, fungsi-fungsinya juga oke. Jadi, untuk kamu yang ingin segera menginstall aplikasi ini, gak perlu repot, tinggal klik link di bawah ini:

Selamat berbangga dengan media sosial karya anak bangsa yang senantiasa mendukung tiap manusia selama ada di dalam kebaikan!

LEAVE A REPLY