Dampak Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini

Gulalives.co – Sudah hampir sepekan, Tsunami Selat Sunda terjadi. Jumlah korban pun terus bertambah. Hingga kini, jumlah korban tewas sudah mencapai 430 orang. Belum lagi korban luka-luka, hilang, mengungsu, dan lainnya.

Related image

“430 orang meninggal dunia, 1.495 luka-luka, 159 orang hilang, dan 21.991 mengungsi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).

Selain korban tewas, BNPB juga mendata kerusakan-kerusakan lain yang menjadi dampak dari tsunami beberapa waktu lalu. Adapun dampak terbesar, terdata di Pandeglang, Banten. Jumlah korban tewas bertambah satu dari (25/12) yang berjumlah 429 orang. Dan untuk lebih jelasnya, berikut rincian jumlah korban per kabupaten yang terdampak Tsunami Selat Sunda:

Kab. Pandeglang:

  • 290 Orang meninggal dunia
  • 77 Orang hilang
  • 1.143 Orang luka-luka
  • 17.477 Orang mengungsi

Kab. Serang:

  • 25 Orang meninggal dunia (terjadi pendataan ganda)
  • 68 Orang hilang
  • 62 Orang luka-luka
  • 83 orang mengungsi

Kab. Lampung Selatan:

  • 113 Orang meninggal dunia
  • 289 Orang luka-luka
  • 14 Orang hilang

Kab. Tanggamus:

  • 1 Orang meninggal dunia

Kab. Pesawaran:

  • 1 Orang meninggal dunia
  • 1 Orang luka-luka
  • 231 Orang mengungsi

Selain itu, ada lebih dari seribu bangunan yang rusak, di antaranya adalah 924 unit rumah, 73 penginapan, dan 60 warung. Sebuah dermaga dan shelter pun rusak. Hingga total bangunan rusak mencapai angka 1.057.

Baca Juga: Kisah Mengharukan Anak-anak Nurul Fikri yang Selamat dari Tsunami

Ratusan kendaraan pun terkena dampak dan terdata rusak. Dan yang paling banyak mengalami kerusakan adalah perahu serta kapal yang mencapai jumlah 434 unit. Kendaraan roda empat terdata ada 24 yang rusak, sementara kendaraan roda dua ditemukan 41 unit. Hingga total kendaraan yang rusak sejauh ini mencapai angka 499 unit.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, juga mengungkapkan bahwa pascatsunami Selat Sunda pada Sabtu malam (22/12), tercatat ada 113 lokasi Base Transceiver Station (BTS)/e-Node yang tidak lagi berfungsi, dari keseluruhan operator di Serang, Pandeglang, dan Lampung Selatan.

“Semuanya mati karena kehilangan pasok listrik PLN,” ujar Rudiantara melalui pesan singkat, Selasa (25/12).

Mari bangkit bersama, agar duka tak lama-lama bersarang di dalam hati dan pikiran saudara kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here