Ibu Hamil Minum Alkohol? Ini yang Akan Terjadi pada Janin!

0
25 views
medicalnewstoday.com

Gulalives.co – Minuman beralkohol memang tidak pernah membawa dampak baik untuk kesehatan tubuh. Kamu yang bukan peminum minuman keras ini pasti tidak merasa memiliki masalah. Namun, bagi ibu yang sebelum hamil terbiasa dekat dengan minuman beralkohol, pastinya ini akan menjadi sedikit sulit. Tapi walaupun sulit, ibu hamil tetap harus menjauhi alkohol, bahkan sejak merencanakan kehamilan, karena akan berdampak buruk bagi janin.

Image result for alcohol during pregnancy
sbs.com.au

Alkohol yang diminum oleh ibu hamil, akan mengalir di tubuh bersama aliran darah dengan cepat. Alkohol tersebut dapat menembus plasenta, sehingga bisa mencapai bayi dalam kandungan. Dan, dalam tubuh bayi, alkohol akan dipecah di hati.

Namun, hati bayi masih dalam tahap perkembangan dan masih belum matang untuk dapat memecah alkohol. Akibatnya, tubuh bayi tidak dapat memecah alkohol sebaik tubuh orang dewasa.

Sehingga, akan terdapat kadar alkohol yang tinggi dalam darah bayi. Karena adanya kadar alkohol yang tinggi dalam tubuh kamu dan bayi, maka hal ini akan membuat kehamilan lebih berisiko mengalami:

  • Keguguran,
  • Kelahiran prematur,
  • Bayi lahir mati (stillbirth),
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah,
  • Cacat lahir, dan
  • Fetal alcohol spectrum disorders (FASD) atau fetal alcohol syndrome (FAS). Dan bisa dialami oleh anak kamu di seumur hidupnya. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan yang buruk selama di dalam kandungan, atau setelah lahir, pun keduanya. Bayi bisa mengalami kelainan pada bentuk wajah (kepala lebih kecil), jantung, dan kerusakan sistem saraf pusat. Kerusakan pada sistem saraf pusat ini dapat mencakup cacat intelektual, keterlambatan perkembangan fisik, penglihatan, hingga masalah pendengaran, juga berbagai masalah perilaku.

Selain itu, saat bayi lahir dan tumbuh besar, bayi juga akan memiliki risiko mengalami masalah kesulitan belajar, berbicara, fokus, bahasa, hingga menjadi hiperaktif. Beberapa penelitian pun sudah menunjukkan bahwa ibu hamil yang setidaknya minum alkohol satu kali dalam seminggu, lebih mungkin untuk memiliki anak yang menunjukkan perilaku agresif dan nakal, dibandingkan dengan mereka yang tidak meminum alkohol.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Semakin banyak atau semakin sering ibu hamil minum alkohol, maka akan lebih meningkatkan risiko bayi untuk terkena FAS atau FASD, pun bisa memiliki masalah mental, fisik, atau perilaku di kemudian hari.

Semakin banyak alkohol yang ada pada tubuh kamu, maka akan semakin merusak sel-sel bayi yang sedang berkembang secara permanen. Sehingga, hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan wajah, organ, serta otak bayi. Dan, seberapa besar dampak alkohol pada kehamilan tergantung pada:

  • Seberapa banyak kamu minum alkohol saat hamil,
  • Seberapa sering kamu minum alkohol saat hamil, dan
  • Pada usia kehamilan berapa kamu meminum alkohol.

Dampak alkohol bisa semakin parah, jika ibu hamil juga merokok, menggunakan obat, atau mempunyai kondisi kesehatan yang buruk selama kehamilan. Beberapa ahli mengatakan bahwa kesulitan belajar dan masalah ingatan pada anak dapat terjadi jika ibu hamil minum alkohol selama trimester ketiga kehamilan. Sebab, ini merupakan waktu di mana bayi akan mengalami banyak pertumbuhan, dan otaknya sedang berkembang.

Namun, sedikit atau banyaknya alkohol yang kamu minum, tetap saja tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Para ahli pun menyarankan agar ibu hamil tidak menyentuh alkohol sedikit pun!

Bahkan sejak sebelum hamil. Kalau kamu salah satu ibu hamil yang pernah minum alkohol, sebaiknya segera periksakan kehamilanmu ke dokter. Ceritakan dengan terbuka pada dokter, jika kamu pernah meminum alkohol selama masa kehamilan.

Biasanya, dokter akan mencari tahu tanda-tanda yang berhubungan dengan FASD, pada bayi dalam kandungan. Dokter juga akan memantau kesehatan kamu dan bayi, baik sebelum pun setelah lahir.

Related image
cnn.com

Semakin cepat kamu memberi tahu dokter tentang masalah ini, maka akan semakin baik pula untuk kamu dan bayi. Dan, tidak perlu ditawar-tawar lagi, berhentilah untuk mengonsumsi minuman satu ini, baik sedang hamil pun tidak. Salam sehat!

LEAVE A REPLY