Curhat Baim Wong, Dari Pengalaman Bangkrut Sampai Kena Tipu

0
102 views

Gulalives.com, JAKARTA – Pernah berpikir bosan kerja kantoran dan banting setir untuk berbisnis, ladies? Coba deh mulai sekarang berani mengambil sikap. Jangan terlalu jauh membayangkan untung atau rugi. Coba aja dulu, siapa tahu rezeki ladies adalah di bidang bisnis. Ada baiknya, ladies bercermin dari Baim Wong. Kegagalan demi kegagalan dalam berbisnis, membuat Baim Wong semakin terpacu untuk memiliki sebuah rumah untuk masa depannya. Aktor kelahiran Jakarta 27 April 1981 ini mengaku ia sempat kehabisan harta saat berbisnis di beberapa bidang, salah satunya sebuah kafe yang ia dirikan sekitar 2 tahun lalu.

Kafenya mengalami kerugian dan ia pun jatuh bangkrut. Hal itu terjadi karena kemacetan financial yang menyebabkan para supplier menagih hutang kepadanya. Padahal ia berbisnis bersama beberapa rekannya, namun hanya Baim yang mempertanggungjawabkan semua kerugian.

“Waktu itu saya merasa uang saya habis semua. Hutang menumpuk di sana-sini. Padahal kafe itu saya bangun bersama 7 teman yang lain. Sayangnya, supplier tahunya itu bisnis saya. Ya sudah, saya yang menanggung semua hutang itu. Alhamdulillah, semua berhasil terbayar dan saya lega setelah semuanya tuntas,” cerita Baim soal pengalaman pahitnya itu ke Gulalives, Jumat (21/8) kemarin.

Curhat Baim Wong, Dari Pengalaman Bangkrut Sampai Kena Tipu 1

Masalah pun belum berhenti. Setelah ia menuntaskan semuanya, rekan-rekan bisnisnya malah memanggil pengacara. Baim Wong dituduh melakukan penipuan. Nggak mau ribut, pemain sinetron Cincin itu pun akhirnya mampu menyelesaikan segala persoalannya itu.
.
“Setelah saya bayarin hutang yang jumlahnya besar banget, saya kira mereka mau berterimakasih. Ternyata, mereka malah kirim pengacara. Saya dituduh menipu mereka. Saya hanya berkata dan berbuat sejujur-jujurnya. Alhamdulillah, semua akhirnya selesai,” terang pria bernama asli Muhammad Ibrahim itu.

Bagi putra dari Johni Wong dan Kartini Marta Atmadja ini, segala pengalaman pahit dalam berbisnis sudah dialaminya beberapa kali. Namun ia enggan untuk menerangkan satu per satu. Ia menganggap semua itu adalah pengalaman yang menjadi pelajaran. Ia menjadi lebih selektif dan hati-hati dalam memilih teman, apalagi untuk berbisnis bersama.

“Pengalaman tersebut, adalah pembelajaran banget buat saya dan semoga nggak terulang lagi.Saya berusaha iklas. Sekarang, saya memilih bisnis sendiri aja. Saya yang konsep, saya yang keluarin modal, dan saya langsung yang menjalankan. Uang itu bisa merubah semuanya. Teman jadi musuh dan musuh jadi teman. Gara-gara semua itu, akhirnya baru sekarang saya mempunyai rumah sendiri. Doakan ya, sebentar lagi akan rapi pembangunannya,” ucap Baim gembira. (RIA/VD)

LEAVE A REPLY