Kamu Salah Satu Wanita yang Berisiko Terkena Polip Rahim?

0
103 views
medscape.com

Gulalives.co – Polip rahim adalah salah satu kondisi yang paling sering membuat wanita cemas, sebab ini merupakan kondisi pertumbuhan jaringan yang abnormal, pada dinding di dalam rahim. Polip ini juga sering disebut sebagai polip endometrium, karena pertumbuhannya yang bisa terjadi pada endometrium. Bentuk polip pada rahim pun beragam, bisa bulat pun lonjong, dengan ukuran mulai dari beberapa milimeter hingga sentimeter.

Image result for uterine polyps
sangbe.com

Namun, yang perlu kamu ketahui adalah seorang wanita bisa memiliki satu atau beberapa polip dalam rahimnya sekaligus. Syukurnya, sebagian polip rahim bersifat jinak. Hanya sebagian kecil lainnya yang bisa berkembang menjadi kanker, atau biasa disebut dengan polip pra-kanker.

Menurut ahli, polip ini tidak memandang usia, ia bisa menyerang seorang wanita, berapa pun usianya, kamu tetap memiliki kemungkinan mengidap polip rahim. Meskipun begitu, biasanya polip rahim terjadi pada wanita dengan usia 40 tahun. Meski sangat jarang ditemukan polip rahim pada wanita di bawah usia 20 tahun, apakah kamu salah satu wanita yang berisiko mengalami polip rahim?

Hingga saat ini, beberapa ahli masih belum bisa menentukan secara pasti penyebab dari penyakit rahim satu ini. Namun, ada juga ahli yang menduga jika penyakit ini dipicu oleh perubahan kadar hormon estrogen, setiap bulannya. Perlu digarisbawahi, selain faktor pemicu di atas, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan seseorang berisiko mengalami penyakit ini, seperti berikut:

  • Memiliki masalah dengan berat badan berlebih, obesitas.
  • Memiliki riwayat atau mengidap hipertensi.
  • Dalam penggunaan obat kanker payudara seperti tamoxifen.
  • Berusia 40 hingga 50 tahun, maka risiko penyakit ini akan lebih tinggi terjadi pada wanita di masa pre-menopause, atau sesudah mengalami menopause.

Gejala polip rahim bisa berbeda-beda pada tiap wanita. Tapi setidaknya ada beberapa gejala umum yang mungkin dialami pengidap, seperti:

  • Perdarahan, meski telah melewati masa menopause.
  • Mengalami perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • Durasi atau volume perdarahan yang berlebihan saat menstruasi (menorrhagia).
  • Menstruasi tidak teratur (jarak siklus menstruasi terlalu dekat, di mana jarak siklus normal adalah 21 hingga 35 hari).
  • Sulit atau tidak bisa hamil (infertilitas).

Kondisi tadi adalah gejala yang umum terjadi, tapi ada kalanya pengidap polip rahim sama sekali tidak merasakan gejala apa pun, lho. Jadi, memeriksakan kondisi secara berkala, menjadi hal yang paling direkomendasikan oleh para ahli.

Baca Juga: Mengapa Posisi Rahim bisa Miring? Ini 4 Penyebab Utamanya

Ahli juga mengatakan jika hal ini dikenal sebagai estrogen-sensitif, di mana polip akan berkembang sebagai respon pada estrogen yang bersirkulasi. Selain itu, pertumbuhan polip ini juga diduga berkaitan dengan estrogen, yang memiliki dampak menyebabkan penebalan endometrium setiap bulannya.

Image result for uterine polyps
fromdoctor.com

Hal ini perlu diwaspadai, sebab penebalan pada lapisan dinding rahim bagian dalam ini bisa saja semakin membesar dan menjadi kanker, jika tidak ditangani dengan tepat dan segera secara medis.

LEAVE A REPLY