Ciri-ciri Makanan Mengandung Boraks serta Bahayanya

0
48 views
youtube.com

Gulalives.co – Kamu pernah tahu jika beberapa waktu lalu ada acara televisi yang khusus membahas peredaran makanan mengandung boraks? Atau paling tidak, kamu pasti tahu kan kalau makanan mengandung boraks adalah hal yang berbahaya bagi kesehatan tubuh?

Related image
steemit.com

Boraks adalah zat kimia yang terdapat dalam produk-produk rumah tangga seperti detergen, plastik, perabot kayu, hingga kosmetik. Namun, meski zat kimia satu ini memiliki banyak kegunaan dalam dunia industri, penggunaan yang tidak seharusnya tetap akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Apalagi kalau ia masuk ke dalam tubuh, melalui makanan yang kita konsumsi. Zat kimia yang memiliki nama lain natrium tetraborat dan sodium tetraborat ini juga dikenal di masyarakat dengan nama ‘bleng’.

Biasanya, boraks berupa bubuk putih yang terdiri dari kristal-kristal tidak berwarna, dan mudah larut dalam air. Boraks mengandung senyawa boron yang diperoleh secara alami dari hasil proses kristalisasi penguapan tambang garam atau kawah lumpur. Selain terbentuk secara alami, zat kimia ini juga dapat diproduksi secara buatan dari berbagai kumpulan senyawa boron.

Dalam dunia industri, boraks memiliki banyak sekali kegunaan. Dan zat kimia ini juga dapat digunakan untuk memisahkan emas dari bijinya, untuk mengganti pengunaan raksa (air keras).

Bahkan, zat kimia ini juga dapat digunakan sebagai pengemulsi (zat pencampur) atau bahan pengawet untuk produk pelembap, krim, sampo, gel, losion, sabun mandi, scrub, dan garam mandi.

Zat kimia ini sebenarnya sudah pernah digunakan sejak tahun 1870 sebagai pengawet untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme, khususnya ragi (jamur). Namun, penggunaan boraks pada zaman tersebut terbilang masih dalam batas yang aman.

Tidak seperti saat ini, penggunaan boraks sebagai zat tambahan (aditif) dalam makanan sudah dilarang dalam undang-undang di banyak negara. Termasuk Indonesia. BPOM telah melarang penggunaan zat kimia ini untuk ditambahkan pada makanan.

Karena, jika terus digunakan secara ilegal dengan dosis yang berlebihan, boraks tentu menyimpan bahaya bagi kesehatan, dan tidak boleh disepelekan. Jelas, dia adalah bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak dicampurkan pada bahan makanan apa pun.

Sayangnya, masih saja banyak oknum pedagang yang secara sembunyi-sembunyi mencampurkan bahan kimia ini sebagai pengawet makanan, agar barang dagangannya tidak mudah busuk.

Boraks juga biasanya dipakai untuk membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan renyah. Beberapa contoh makanan yang sering ditambahkan boraks adalah bakso, mie, gorengan, kerupuk, ketupat, lontong, cimol, dan lain sebagainya.

Saat tertelan, boraks dalam dosis tinggi sangat bisa meracuni semua sel-sel tubuh, dan menyebabkan kerusakan pada usus, hati, ginjal, dan otak. Ginjal dan hati adalah dua organ yang akan mengalami kerusakan paling parah, akibat mengonsumsi makanan mengandung boraks.

Badan POM RI pun mengatakan hal yang serupa. Dikutip dari laman Badan POM RI, efek jangka panjang yang akan dialami manusia jika mengonsumsi makanan mengandung boraks adalah kerusakan hati, bahkan kanker.

Dalam satu penelitian yang dilakukan pada hewan, ilmuan menemukan bahwa tikus jantan yang diberi zat kimia ini akan mengalami penyusutan jaringan testis, sementara dampak makanan mengandung boraks pada tikus betina dapat mempengaruhi sistem reproduksi, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan kesuburan.

Pada tikus yang sedang hamil, paparan zat kimia ini dapat masuk ke dalam plasenta, pada akhirnya hal ini jelas akan mengganggu perkembangan janin dalam rahim. Bahkan dampak zat kimia ini juga diketahui dapat menyebabkan berat badan lahir rendah pada janin, dari induk tikus yang hamil.

Baca Juga: 6 Penyebab Berat Lahir Rendah pada Bayi

Paparan boraks yang hanya sedikit pada orang sensitif, juga bisa menyebabkan serangkaian gejala. Dan berikut beberapa gejala yang bisa ditimbulkan, jika seseorang terpapar atau mengkonsumsi makanan mengandung boraks:

  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Tidak enak badan (malaise).
  • Mual atau muntah terus-terusan.
  • Nyeri hebat pada perut bagian atas.
  • Diare.
  • Lemah, lesu, dan tak bertenaga.
  • Perdarahan pada usus atau lambung disertai dengan muntah darah.
  • Bahkan dalam kasus yang parah, zat kimia ini bahkan dapat menyebabkan kematian.

Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu tujuan utama penggunaan boraks pada makanan adalah memperlama daya simpan suatu produk. Karena, zat kimia ini memang berfungsi sebagai pengawet dan mencegah pertumbuhan jamur serta bakteri. Namun, selain jadi bahan pengawet, zat kimia ini juga dapat membuat makanan tampak lebih menarik dan menggugah selera.

Maka, agar kamu tidak terjebak tipu daya para pedagang nakal, kamu perlu lebih teliti sebelum membeli produk pangan di pasaran. Memang tidak mudah, jika hanya melihat secara kasatmata. Namun, ada beberapa ciri-ciri makanan mengandung boraks yang bisa kamu amati. Dan berikut ciri makanan yang mengandung boraks secara umum:

  • Bertekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah.
  • Berwarna sangat mencolok dari aslinya.
  • Beraroma menyengat yang mencurigakan, bahkan binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel.
  • Tidak rusak atau busuk meski sudah disimpan lebih dari tiga hari pada suhu ruang.

Zat kimia ini memang mudah ditemukan di pasaran, dan harganya pun relatif murah. Jadi, tidak heran jika banyak pedagang nakal yang berpikiran untuk menambahkan boraks pada dagangan mereka, untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, dengan modal usaha seminim mungkin.

Kalau sudah begini, kita sebagai calon pembeli, harusnya lebih berhati-hati dan teliti, tiap kali membeli produk pangan di pasaran. Pastikan produk pangan yang kamu beli bebas dari boraks atau bahkan bahan kimia lain yang tidak kalah berbahaya.

Contoh kalau kamu ingin membeli daging, pilihlah daging yang masih berwarna merah segar. Bila perlu, pastikan daging yang kamu beli baru dipotong. Hindari membeli produk pangan yang berwarna mencolok dan berbau menyengat.

Ingat selalu, jangan hanya menilai produk pangan dari tampilan luarnya saja, meskipun menggugah selerah. Tapi perhatikan juga cara pembuatan serta keamanan setiap produk pangan yang akan kamu beli dan konsumsi.

Related image
merdeka.com

Kalaupun kamu sudah telanjur membeli makanan mengandung boraks, lebih baik jangan dikonsumsi. Membuang sedikit yang beracun tentu jauh lebih baik, daripada kamu harus mengeluarkan lebih banyak uang karena masalah kesehatan pasca mengkonsumsi makanan mengandung boraks!

LEAVE A REPLY