5 Ciri-ciri Gangguan Mental pada Anak, Orangtua Harus Peka!

parenting-journals.com

Gulalives.co – Sebanyak 50 persen kasus depresi dan gangguan mental terjadi sejak anak berusia 14 tahun, menurut American Psychiatric Association. Maka, sebagai orangtua, kita bisa mengupayakan hal ini tidak terjadi, dengan mendeteksi sejak dini ciri-ciri gangguan mental pada anak, agar bisa ditangani dengan cepat dan tidak mengganggu tumbuh kembang anak. Lantas, apa saja tanda-tanda yang bisa kita telusuri?

Image result for mental health kids
georgiahealthnews.com

Apatis

Jika tiba-tiba anak menjadi acuh dan tidak peduli dengan hal yang ada di sekitarnya, kamu perlu curiga. Perubahan sikap ini pasti membuatmu kaget, dan tidak jarang menjadi penyebab kamu atau pasangan naik pitam, karena merasa anak masa bodoh dengan lingkungannya.

Namun, sebaiknya kamu kenali dulu apa penyebabnya, dan bicarakan hal ini baik-baik, apa yang terjadi padanya, hingga perubahan ini terjadi. Sikap apatis juga menjadi salah satu ciri-ciri gangguan mental yang paling umum terjadi pada usia anak hingga remaja.

Jadwal Makan dan Tidur yang Berubah

Jika kamu menyadari buah hati mulai tidak nafsu makan atau kesulitan tidur, bisa jadi hal ini juga menjadi pertanda awal dari gangguan mental. Memang tidak semua kasus akan menjurus pada masalah mental. Namun, jika hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, kamu perlu mewaspadainya, ya.

Menarik dan Menutup Diri secara Perlahan

Kalau anak kalian terlihat mulai menutup diri dan tidak lagi bermain dengan teman-temannya. Kamu juga bisa mempertimbangkan hal ini, apakah merupakan ciri dari gangguan mental yang sedang dialaminya.

Hal ini memang tidak akan terlihat langsung. Maka, penting bagi orangtua untuk selalu memerhatikan dan tahu lingkungan sosial anaknya. Jadi, jika memang ada perubahan, kamu akan tahu saat itu juga.

Baca Juga: 12 Tanda Anak Kurang Perhatian, Perbaiki Hubungan Sebelum Terlambat

Menurunnya Nilai Akademis

Jangan langsung marah, jika tiba-tiba nilai anak menurun drastis. Sebagai orangtua, yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu, apa penyebab yang ada di balik hal ini. Karena, bisa jadi kondisi ini terjadi akibat anak sedang merasa depresi dan mengalami gangguan mental.

Anak yang mengalami gangguan mental akan sulit konsentrasi, sehingga mereka juga akan kesulitan untuk menangkap pelajaran di sekolah. Belum lagi emosinya yang tidak stabil, akan membuat mereka tidak memiliki motivasi untuk melakukan aktivitas harian, termasuk saat belajar di sekolah.

Mood Naik Turun

Ciri gangguan mental yang terakhir adalah suasana hati anak yang berubah dengan cepat dan tiba-tiba. Kamu bisa perhatikan anak remajamu, apakah ia belakangan ini mudah marah dan lebih sensitif? Kamu juga bisa melihat seberapa cepat perubahan emosinya, dari senang, sedih, hingga marah.

Sama seperti penyakit fisik, gangguan mental juga harus diobati dan ditangani dengan benar. Jangan pernah menyepelekan masalah mental yang terjadi pada anak dan remaja, karena hal ini akan memengaruhi perkembangan emosionalnya.

Sebenarnya, gangguan mental memiliki banyak jenis, dari depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, obsessive compulsive disorder (OCD), hingga skizofrenia. Maka, pengobatan yang diperlukan pun sudah pasti juga berbeda-beda.

Membawa anak ke dokter ahli untuk mengatasi gangguan mental yang ia alami adalah jalan terbaik. Jika masalahnya bisa ditemukan sejak dini, pengobatan yang dibutuhkan tidak akan serumit atau sebanyak kasus yang sudah parah.

Tahukah kamu jika saat ini sudah tersedia banyak pelayanan kesehatan yang dikhususkan untuk mengatasi gangguan mental? Termasuk di puskesmas. Jadi, tidak ada alasan untuk kamu kesulitan menghadapi masalah ini, ya.

Dukungan kamu sebagai orangtua adalah hal terpenting baginya. Anak mungkin akan merasa terasingkan dari dunianya, saat inilah dukunganmu agar ia terus merasa nyaman dan tenang, sangat dibutuhkan.

Image result for mental health kids
todaysparent.com

Carilah cara untuk senantiasa membuat terapi psikologis yang ia lakukan terasa menyenangkan. Kamu juga perlu menjelaskan pada pihak sekolah, agar bisa mendampingi mereka, selama masa pengobatan.

Intinya, meski hal ini tidak mudah, semangat orangtua adalah obat paling utama untuk anak yang sedang sakit. Apa pun jenis penyakitnya. Jadi? Semangat! Jangan menyerah!

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY