Gulalives.com, JAKARTA –Batik memang gak ada matinya. Benar kan, Mom dan Ladies? Selalu mengalir cerita dari selembar kain warisan budaya Indonesia itu. Kali ini, cerita mengalir dari batik Kudus lewat peragaan bertema Pasar Malam koleksi Denny Wirawan, yang digelar oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Peragaan meriah berlangsung di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9) malam.

“Hari ini menjadi momentum besar bagi Batik Kudus dan designer Denny Wirawan dalam mempersembahkan kolaborasi Balijava Koleksi Batik Kudus. Kehadiran dalam peragaan tunggal adalah langkah serius kami untuk mengangkat kembali keindahan motif Batik Kudus ke pasar retail. Kami harap kolaborasi ini dapat dapat diterima oleh pecinta mode tanah air dan memberikan dampak pada masyarakat Kudus dengan menghidupkan kembali industri batik kudus dan mengaktifkan generasi pembatik muda,” ujar Renitasari Adrian, program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

pasar-malam-koleksi-batik-kudus-denny-wirawan

Simak yuk! Wuih, puluhan lembar batik Kudus itu menjelma menjadi 80 busana wanita yang keren dan modern, meskipun menggunakan kain tradisional. Tak luput, Denny juga menghadirkan koleksi pria. Seluruh koleksi tersebut diciptakan Denny lewat lini busana bernama Balijava. Merek tersebut diluncurkan sejak 2008 lalu.

Ada dua hal lho, yang patut dicatat dalam peragaan ini. Tentu Denny gak sekadar menampilkan busana indah dan keren saja. Tapi, di luar itu, ada tujuan mulia, yaitu mengabadikan beragam motif batik Kudus. Heemm, kita patut melestarikan motif-motif kuno penuh filosofi itu, lho.

koleksi-batik-kudus-denny-wirawan

Motif-motif asli Batik Kudus itu seperti motif Bunga Parijoto, motif Bunga Seruni, motif Bunga Tulip, motif Anggrek Cattleya berlatar Biji Mentimun, motif burung Merak Njraping berlatar Beras Kecer, motif Taman Teratai berlatar Galaran Arab, motif Kaligrafi, motif Buketan, dan motif Mbako berlatar Cengkehan. Cukup banyak ya.

Selain mengabadikan motif lama, Denny juga menambahkan kreasinya dalam pengembangan motif Batik Kudus ini, misalnya Beras Kecer dan Beras Kepyar yang biasa menjadi latar dalam batik, dijadikan motif tunggal dan utama karena sangat edgy di mata Denny. Ada juga motif Pinus kreasi Denny yang menjadi motif baru Batik Kudus. Keren!

koleksi-baik-kudus-denny-wirawan-untuk-pria

“Saya terpesona ketika pertama kali melihat motif batik Kudus. Tidak menyangka batik ini memiliki motif geometis dan latar yang sangat kental beraroma kekinian dan memudahkan saya untuk mengkreasikannya menjadi tampilan yang lebih beragam; ringan, berat, klasik, hingga kontemporer,” kata Denny Wirawan.

Mengawinkan Batik dan Bordir

Satu lagi, Denny juga mengalihwahanakan motif batik menjadi bordiran halus yang mengawinkan dua unsur motif yang berbeda dalam satu tampilan. Misalnya, motif Merak Njraping, yang diambil dari motif yang telah ada dan dibuat menjadi bordiran halus dalam ukuran lebih besar. Motif bordir ini menjadi perantara antara motif Buketan dengan motif Bunga Tulip berlatar Beras Kecer dan menyerasikan tampilan keduanya menjadi harmonis.

batik-kudus-denny-wirawan-2

“Peragaan ini merupakan langkah awal saya berkreasi dengan batik Kudus, ke depannya akan ada karya saya selanjutnya menggunakan batik Kudus” lanjut Denny yang dibantu oleh Miranti Serad Ginanjar sebagai pembina Galeri Batik Kudus.

Miranti bercerita, betapa indah dan bernilainya batik Kudus. “Batik Kudus, salah satu warisan wastra nusantara yang memiliki ciri khas kehalusan dan kerumitan isen-isen ini, diangkat dalam sebuah peragaan ekskluslif baik nasional dan internasional melalui tangan karya designer kebanggaan Indonesia Denny Wirawan. Batik Kudus tampil indah dalam balutan fashion Balijava,” kata Miranti Serad.

Nah, Mom, Ladies, punya batik Kudus? Dipakai dan dirawat ya!(SY)

LEAVE A REPLY