Istri Cerita Tentang Kiriman Puisi ‘Takdir’ Sebelum Syachrul Anto Gugur

google.co.id

Gulalives.co – Kabar duka yang datang dari seorang Penyelam Indonesian Diver Rescue Team, Syachrul Anto, membuat banyak orang terenyuh. Bagaimana penyelam yang gugur saat pencarian Lion Air PK-LQP ini selalu mengatakan, “Nyawa ini untuk menolong orang,” dan tak hanya sampai di situ, istrinya turut menceritakan apa yang Anto sampaikan padanya di Jumat pagi, 2 November 2018, kemarin.

Related image
liputan6.com

Lyan Kurniawati (39), istri Syachrul Anto, mengaku jika ia sempat berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan suaminya. Ada untaian puisi yang dikirimkan oleh Anto untuknya. Lian mengaku tidak ada firasat apa pun, sebelum suaminya meninggal. Namun, dalam komunikasi terakhir itu, dia menanyakan kabar suaminya. Percakapan yang Syachrul Anto kirimkan tersebut berupa tulisan panjang, yakni puisi yang ia beri judul ‘Takdir’.

“Terakhir kontak pagi itu. Karena memang setiap hari dua kali menyelam, pagi dan sore. Di pesannya ia menulis perasaannya mengenai banyaknya korban dan kematian,” cerita Lyan.

Ia juga mengaku jika tidak menyadari bahwa percakapan yang berisi tumpahan perasaan suaminya itu merupakan firasat. Begini puisi yang Syachrul Anto kirimkan pada istrinya:

“Assalamualaikum

Jalan untuk Menjemput Takdir

Pagi itu. Satu demi satu penumpang mendekat ke pintu keberangkatan di Soekarno-Hatta. Petugas check in menyambut mereka dengan senyum. Sekitar 180 penumpang mendekati takdir.

Ada yang tertinggal karena macet di jalan ada yang pindah ke pesawat yang lebih awal karena ingin cepat sampai dan ada juga yang batal karena ada urusan lain yang tiba-tiba.

Tak ada yang tertukar. Allah menyeleksi dengan perhitungan yang tak pernah salah….

Mereka ditakdirkan dalam satu janjian berjamaah. Takdirnya seperti itu tanpa dibedakan usia.

Proses pembelian tiket, check in, terbang dan sampai akhir perjalanan Lion Airhari ini, hanya sebuah proses jalan untuk pulang menjumpai takdir yang tertulis di Lahul Mahfuz. Sebuah catatan yang tak pernah kita lihat, tapi kita jumpai.

Takdir sangatlah rapi tersusun, kehendak Allah tak terjangkau dengan akal manusia .
Allahuakbar..

Lalu kapan giliran kita pergi?
Hanya Allah yang tahu.
Kesadaran iman kita berkata bersiap setiap saat, kapanpun dan dalam keadaan apapun,”

Image result for istri syachrul anto
liputan6.com

Puisi itulah yang akhirnya membuat Lyan menangis ketika mengenang suaminya.

“Dia bilang ‘waktu mati itu sudah ditentukan kok takut’. Dia bilang itu,” tutur Lyan yang kemudian disusul tangis.

Lyan juga menuliskan ucapan perpisahan untuk Syachrul melalui akun Facebooknya. Kata-kata ini dituliskan Lyan pada Sabtu, November 2018, pagi.

Baca Juga: Syachrul Anto, Pahlawan yang Gugur saat Evakuasi Lion Air

Anto memang selalu menawarkan diri jika ada situasi yang membutuhkan bantuannya. Seperti pada saat kecelakaan pesawat Air Asia beberapa tahun yang lalu, Anto juga terjun dalam kegiatan evakuasi. Sebelum ikut dalam tim pencarian korban.

Selamat jalan mas Syachrul Anto, semoga kini kau berada pada tempat terbaik. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here