Dalam Hubungan Asmara, Cemburu itu Penting Kok. Selama Gak Kebablasan! Begini Penjelasan Psikologisnya

0
102 views
lmt-lss.com

Gulalives.co – Banyak yang bilang cemburu itu tanda cinta. 207 sudah mau habis, masih saja kalimat itu sering terlontar. Memang sih, dalam sebuah hubungan asmara, rasa cemburu akan timbul sebagai respon alamiah dari emosi yang kita rasakan. Kalau selama ini mungkin kamu menganggap rasa cemburu hanya membuat hubunganmu dan pasangan menjadi tidak sehat, kamu salah. Karena pada kenyataannya cemburu juga bisa membuat perjalanan asmara kamu dengan si dia bertahan lebih lama, lho. Tapi, ada penjelasannya, ya. Yuk, kita kulik lebih dalam lagi!

Dari mana sih datangnya rasa cemburu?

Image result for cemburu
rafanituahuns.com

Rasa cemburu adalah wujud emosi yang wajar terjadi. Emosi ini tidak hanya ditujukan kepada pasangan, tetapi juga pada kakak atau adik, sahabat, atau anggota keluarga lainnya. Saat kamu merasa cemburu, maka kamu sedang ada dalam posisi yang cenderung merasa tidak dihargai. Kamu bisa menjadi sangat marah, cemas, sensitif, bahkan lebih posesif pada siapa pun yang kamu cemburui.

Bila rasa cemburu yang kamu alami masih dalam takaran yang wajar, maka hal itu bisa memberikan dampak yang baik. Kamu bisa jauh lebih menghargai pasangan, dan hal ini tentu saja membuat hubungan kamu dengan dia akan lebih langgeng dan harmonis. Tapi, kalau rasa cemburu yang kamu alami sudah berlebihan, akibatnya justru bisa memperburuk hubungan kamu dan si dia, parahnya lagi, rasa cemburu yang berlebihan juga mengganggu kesehatan jantung pun mental kamu.

Dalam studi yang dipublikasikan di Frontiers in Ecology and Evolution, suatu penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana kecemburuan bisa berasal dari otak. Penelitian ini mengamati monyet titi yang dinilai memiliki 96 persen kesamaan dengan manusia. Awalnya, seekor monyet titi jantan ditempatkan dengan monyet titi betina yang dipisahkan dari pasangannya. Sementara, pasangan betinanya tersebut dapat melihatnya dengan jelas.

Setelah perilaku monyet titi direkam dan dilakukan pemindaian otak, hasil menunjukkan adanya tanda-tanda kecemburuan. Rasa kecemburuan ini ditimbulkan oleh adanya peningkatan aktivitas pada korteks cingulate anterior, yaitu bagian pada otak yang menciptakan rasa kesenangan. Namun, area otak ini juga terkait dengan pengucilan dan rasa dikhianati pada manusia, contohnya perasaan yang timbul saat kamu ditinggal oleh teman atau pasangan kamu.

Rasa cemburu bisa menguatkan hubungan asmara

Related image
alrowaad.ae

Karena rasa cemburu menyebabkan adanya lonjakan kadar hormon testosteron dan kortisol di tubuhmu, maka rasa cemburu yang baik bisa mempererat hubunganmu dengan pasangan. Hormon testosteron ini berkaitan dengan sifat agresif pada pria, sementara kortisol berperan sebagai hormon stres. Kedua hormon ini membuat kamu memiliki hasrat untuk mempertahankan apa yang kamu miliki setiap kali kamu mengalami rasa cemburu.

Hal ini diperkuat dengan adanya peningkatan aktivitas septum lateral, yaitu bagian otak yang berperan dalam mengendalikan emosi dan menjalin ikatan pada pasangan. Maka dari itu, kamu pasti akan melakukan segala cara untuk mempertahankan hubungan yang sudah terjalin. Contohnya dengan lebih memperhatikan kebutuhan pasangan (baik kebutuhan fisik seperti makanan atau kebutuhan emosional seperti mendengarkan keluh kesahnya).

Cemburu yang sehat

Related image
tampilcantik.com

Cemburu yang sehat berarti cemburu yang masih dalam batas wajar. Wajar dalam arti kamu dan pasangan bisa saling jujur tentang perasaan dan tidak saling menuduh pun menutupi. kamu dan pasangan juga harus tahu apa yang diinginkan dalam hubungan dan membangun batasan-batasan yang disepakati bersama sebagai tujuan dari jalinan hubungan antara kalian berdua. Misalnya menyepakati aturan untuk tidak jalan berdua saja dengan mantan masing-masing (ini sih sepertinya jelas untuk tidak dilakukan, ya). Hahahaha.

Cemburu yang tidak sehat

Related image
feelguide.com

Nah, hal ini terjadi apabila kamu sudah mulai terlalu posesif dengan pasangan. Seperti mulai munculnya perasaan khawatir dan ingin mengatur hidup pasangan secara berlebihan, membatasi ruang geraknya seolah-olah dalam hidupnya hanya ada kamu. Bisa jadi kamu sudah masuk ke ruang lingkup obsesi, bukan lagi cinta. Kalau kamu sudah sering mengecek ponsel pasangan, melarang pasangan pergi dengan teman lawan jenis, atau melarangnya pergi keluar rumah tanpa mengajak kamu, artinya cemburu kamu sudah mulai berbahaya. Kalau terus dibiarkan, hal ini akan merusak hubunganmu dengan pasangan, bahkan bukan tidak mungkin nantinya kamu akan melakukan kekerasan pada pasangan kamu, jika dia tidak memenuhi hal-hal yang kamu mau.

Jadi, sekarang kamu sudah tahu kan perbedaan cemburu yang sehat dan yang tidak? Kalau kamu termasuk orang yang posesif, mulai sekarang belajarlah untuk lebih percaya dengan pasangan kamu, meskipun mungkin masa lalumu pernah mengkhianati, bukan berarti pasangan kamu yang sekarang pun akan melakukan hal yang sama. Beri dia kepercayaan, agar dia pun bisa menggenggam tanganmu dengan nyaman. Tapi, kalau kamu ada di posisi yang di-posesif-in, gak usah ragu untuk bilang terus terang kalau kamu jengah dengan sikap dia yang seperti itu. Kamu boleh mempertahankan hubungan jika dia bisa berubah dan mulai mempercayaimu, tapi kalau tidak? Mendingan say goodbye deh, daripada bahaya!

LEAVE A REPLY