her.ie

Gulalives.co – Siapa yang tidak mau memiliki rumah tangga harmonis? Kita semua pasti menginginkannya, ya? Selalu kompak dan sejalan dengan pasangan. Membangun keluarga ‘cemara’ bersama, selalu mencari cara untuk terhindar dari pertengkaran dalam rumah tangga, menjauh dari apa pun yang bisa jadi penyebab keluarga berantakan. Namun, kadang walaupun kita dan pasangan sudah melakukan berbagai macam cara, pertengkaran tetap saja tak bisa dihindari. Kalau sudah begini, kita harus bisa mengatasi pertengkaran kecil pun besar, sebelum ia merenggut cinta dalam rumah tangga.

Akui Kesalahan

Related image
express.co.uk

Kadang, kesalahan terbesar kita adalah tidak mau mengakui kesalahan kita sendiri. Kita terlalu fokus dengan kesalahan pasangan, mengharapkan ia mengerti dan memahami kita sebaik-baiknya yang mereka bisa, tanpa berpikir, bagaimana perasaan dia?

Dia pasti juga berharap kita bisa mengerti dan memahaminya dengan sebaik mungkin. Jadi, kunci utama untuk menyelesaikan pertengkaran adalah dengan mengakui kesalahan, turunkan ego, dan peluk pasanganmu, sebagaimana kamu memeluknya pertama kali setelah ijab kabul dulu.

Mengalah

Related image
kbkwealthconnection.com

Mengalah bukan berarti kalah. Meski tak harus selalu mengalah, tapi melakukan hal ini tentu saja kita perlukan dalam berumah tangga. Kenapa? Kadang, kita yang berada di titik puncak emosi, dan pasangan kita akan mengalah, menyamar bagai salju dan menyejukan suasana.

Sekarang, giliran kita yang mengalah, menurunkan suhu panas dalam rumah, berikan senyuman termanis, sampaikan kata-kata lembut dan manis, ajak ia mengingat bagaimana kalian pertama kali jatuh cinta dan sepakat untuk menikah, berjanji melewati segalanya bersama. Jadi, kalian bisa kembali yakin kalau pertengkaran kali ini bisa berakhir dengan damai tanpa dendam.

Komunikasi

Image result for communication couples
romancewire.com

Jika pertengkaran kalian kali ini karena salah paham, kecurigaan antara satu sama lain, kunci terbaik yang harus kalian punya adalah komunikasi. Jangan share permasalahan kalian di media sosial, jangan saling sindir, jangan umbar permasalahan yang ada di dalam rumah.

Cukup ajak pasanganmu duduk berdua, bicarakan permasalahan dan hal-hal yang mengganjal dengan meminum teh hangat bersama, sampaikan apa yang kamu pikirkan, dan apa yang dia pendam, sejujur-jujurnya. Biarkan komunikasi yang baik menjadi penyelamat rumah tangga kalian untuk permasalahan kali ini. Sanggup? Pasti sanggup!

Kendalikan Amarah

Related image
femina.hu

Memang, tiap kali kita sedang emosi, rasanya ingin sekali teriak, mengeluarkan unek-unek, bahkan ada beberapa yang sampai membanting barang (dan tentu saja ini tak patut dicontoh ya).

Daripada kamu dan pasangan mengalah dengan amarah, lebih baik kalian mengalah dengan sesama. Kendalikan amarah, jangan sampai rasa marah yang bisa reda satu jam kemudian, menghancurkan rumah tangga yang kalian bangun dalam janji yang kalian buat dengan Tuhan.

Sabar

Related image
mormon.org

Sabar. Kalau kamu bisa bersabar menghadapi permasalahan yang datang dari luar rumah, mengapa kamu tidak bisa sabar saat terlibat selisih paham dengan pasangan? Orang yang kamu cinta dan sayangi. Kalau mereka bilang sabar itu klise, buktikan jika sabar memang benar-benar pupuk yang harus terus kalian berikan pada tanaman bernama rumah tangga.

Berpikir Jernih

Related image
portugalresident.com

Saat ada permasalahan yang hadir di antara kamu dan pasangan, hal yang kamu harus kamu lakukan bukanlah mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, melainkan menjernihkan pikiran. Jangan dengarkan komentar orang luar, jangan pikirkan apa yang mereka bicarakan.

Kamu adalah orang yang benar-benar mengenal pasanganmu, maka kamu juga yang seharusnya mengetahui dia dengan baik. Kamu pasti tahu, apa yang sebenarnya terjadi, apa yang harus kalian lakukan agar semuanya membaik, dengan berpikir jernih, jangan biarkan pertengkaran membuat kamu dan pasangan jadi berpikir negatif satu sama lain.

Solusi

Related image
tonyrobbins.com

Menenangkan diri, instropeksi, lakukan komunikasi, dan cari solusi bersama. Kamu dan pasangan pasti tidak mau kan berlarut-larut ada dalam pertengkaran? Jadi, kamu dan pasangan harus membuka pikiran dengan luas, bicarakan apa pun, jangan simpan hal yang kamu anggap masalah.

Sampaikan a sampai z yang mengganggu pikiran dan hatimu, dan minta pasangan untuk melakukan hal yang sama. Jika sudah sampai di titik ini, kamu dan pasangan akan lebih mudah menemukan solusi untuk permasalahan yang kalian alami.

Jangan Diumbar

Related image
tribunnews.com

Seperti yang sudah kita bahas di atas, permasalahan yang ada bukan untuk kamu dan pasangan umbar ke khalayak ramai, sekalipun ke keluarga, apalagi ke media sosial. Karena hal ini tak akan membantumu menyelesaikan masalah, yang ada kamu dan pasangan justru semakin larut dalam kesalahpahaman.

Maka, jangan sekalipun mengumbar permasalahan rumah tangga kalian ke luar rumah, yang bermasalah itu kamu dan pasangan, bukan kamu dan orang luar, ya kan? Jadi, selesaikan berdua, bukan dengan mereka yang lain.

Lembutkan Sikap

Related image
billcloke.com

Kenapa harus melembutkan sikap? Karena tak ada amarah yang bisa padam jika di hadapkan dengan sikap yang kasar. Maka, saat kalian sedang ada di antara amarah, yang perlu kalian lakukan adalah melembutkan sikap. Dengan kesejukan, api sebesar apa pun bisa dipadamkan. Setelah ini, kamu dan pasangan bisa kembali tertawa bersama, bahkan menertawakan permasalahan yang sebelumnya terasa begitu mencekam.

Take Your Time

Image result for couple conflict on social media
sakoon.co.uk

Jika solusi pertengkaran dalam rumah tangga tidak kunjung kalian temukan, cobalah untuk memberi sedikit waktu untuk diri sendiri dan pasangan. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mendapat solusi di waktu itu juga.

Kalian bisa berpikir dan menenangkan diri masing-masing. Nanti, jika kamu dan pasangan sudah merasa lebih baik dan mendapat jawaban untuk masalah yang sedang di hadapi, kamu bisa kembali bicara dengan baik, untuk menyelesaikan masalah.

Intinya, jangan sampai pertengkaran membuat cinta di antara kamu dan suami menjadi hilang secara perlahan, ya!

LEAVE A REPLY