Bagaimana Cara Menyampaikan pada si Calon Kakak, Jika Ibu Keguguran?

psicolagun.com

Gulalives.co – Keguguran adalah hal yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Maka, saat keguguran terjadi, maka dampaknya bukan hanya akan mengguncang ibu, tapi juga anggota keluarga lainnya. Karena, ikatan emosional dan kasih sayang antara anggota keluarga dengan janin sudah terbentuk, sejak calon bayi masih dalam kandungan. Inilah alasannya mengapa menjelaskan berita duka tersebut pada siapapun, bukanlah hal mudah, apalagi pada si calon kakak yang masih di bawah umur. Lantas, bagaimana cara memberi tahu anak jika ibu keguguran?

Related image
huffingtonpost.ca

Saat si kecil tahu jika dirinya akan menjadi seorang kakak, pasti membuat ia menjadi semangat dan penasaran. Dan membayangkan bagaimana wajah adiknya, seperti apa rasanya bermain dan bercanda bersama.

Hal ini membuat orangtua perlu cara bijak untuk menjelaskan tentang konsep keguguran pada anak-anak, karena sudah pasti tidak semudah yang dibayangkan. Karena, anak kecil juga masih memiliki pemahaman yang sangat terbatas mengenai kehamilan dan kematian.

Namun, mau tidak mau pada akhirnya kita sebagai orangtua tetap harus memberitahu masalah ini pada si calon kakak. Meskipun sulit, tapi kamu bisa menerapkan 4 cara berikut ini:

Biarkan Ia Bertanya

Cara berpikir anak masih sederhana. Maka, saat menanggapi penjelasan mengenai kematian sang adik, pasti ia akan bingung. Seperti, “Adik bayi kenapa, Ma?” Maka, kamu cukup menjelaskan bahwa tidak semua bayi bisa dilahirkan dengan sehat. Ada beberapa di antaranya yang tidak bisa lahir, karena sakit.

Kadang, anak juga akan melontarkan pertanyaan tidak terduga, seperti “Adik bayi enggak mau lahir karena salah aku ya, Ma?” Kalau ini terjadi, jangan panik, ya. Jawablah dengan tenang, bahwa ibu keguguran bukan merupakan kesalahannya, bukan juga kesalahan kamu, pun kesalahan ayahnya.

Mendengar penjelasanmu yang tenang, bisa meringankan rasa takut atau rasa bersalah, pada hati anak. Tentu, kamu dan pasangan harus lebih dulu tidak merasa bersalah atas hal ini, ya.

Baca Juga: Cara Terbaik untuk Pulih dari Trauma Pasca Keguguran

Gunakan Bahasa Sederhana

Kematian adalah hal yang masih sulit dibicarakan dengan anak kecil. Namun, bukan berarti hal tersebut adalah tabu, sehingga membuatmu berpikir untuk menutupinya dengan berbohong. Jujurlah saat menjelaskan tentang kondisi ibu dan calon adiknya.

Tidak harus dijelaskan secara rinci. Anak hanya perlu tahu bahwa calon adiknya tidak bisa dilahirkan dengan selamat, sehingga wajar jika kamu dan pasangan merasa sedih, begitupun si calon kakak. Gunakanlah bahasa yang sederhana, saat menjelaskan kematian pada anak, bahasa yang akrab di telinganya, dan mudah dipahami oleh anak kecil.

Seperti, berikan pengertian bahwa kematian membuat tubuh adiknya tidak dapat bergerak lagi, tidak bernapas, tidak bisa berbicara atau bermain seperti dirinya sekarang. Jangan sampai penjelasanmu justru menimbulkan pemahaman lain yang membuat anak menjadi takut atau tambah bingung.

Seperti, “Si adik lagi pergi lama,” Pola pikir anak yang sangat sederhana, akan membuat mereka paham bahwa orang yang sedang pergi atau tidur, pasti bisa kembali.

Kesalahan ini akan menyebabkan mereka terus bertanya sampai rasa penasaran mereka terjawab, “Memang pergi ke mana? Kok aku enggak diajak pergi? Kok pergi lama banget, sih?” dan seterusnya. Padahal, anak harus mengerti bahwa kematian adalah kejadian permanen.

Tunjukkan Rasa Kesedihan dan Kehilangan

Menghadapi kematian si jabang bayi pasti membuat kamu sedih dan kecewa. Jadi, jangan sembunyikan rasa duka ini dari anak, dengan alasan tidak ingin membuatnya ikut sedih.

Menunjukkan rasa kehilangan atas peristiwa ini bukan hanya bertujuan untuk meluapkan kesedihan yang kamu rasakan pasca ibu keguguran, tapi juga mengajarkan pada anak bahwa mengekspresikan emosi itu penting.

Tapi ingat, menunjukkan kesedihan di depan anak pun jangan berlebihan, sewajarnya saja. Boleh menitikkan air mata sembari memeluknya erat. Tapi jangan sampai bersedih sambil menangis meraung atau mengurung diri berhari-hari. Karena, hal ini bisa membebani pikiran anak, dan membuatnya takut, serta merasa diabaikan.

Terpenting, sebelum kamu memberitahu dan menjelaskan kabar ini pada si kecil, kamu harus bisa mengatasi lebih dulu rasa sedih yang kamu dan pasangan rasakan.

Kalau kamu berhasil mengatasi rasa sedih yang ada di dalam hati, maka kamu bisa menghadapi si kecil dengan lebih baik lagi. Pasti butuh waktu, tapi jangan sampai terus terlarut dalam kesedihan.

Kalaupun kamu merasa membutuhkan seseorang, kamu bisa bersandar dan menceritakan kesedihan tersebut pada orang yang kamu percayai, entah sahabat atau anggota keluarga lainnya. Bicara dengan dokter atau psikolog pun dianjurkan, jika kamu merasa kesedihan tersebut tidak kunjung membaik.

Related image
medscape.com

Segala kelabu akan kembali terang, jika kalian menghadapinya bersama. Jangan menyerah dan tetaplah berprasangka baik pada Allah SWT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here