Cara Mengobati Penyakit Arus Kas Negatif

0
192 views
Mengobati Penyakit Arus Kas Negatif
Mengobati Penyakit Arus Kas Negatif

Cara Mengobati Penyakit Arus Kas Negatif | Para single biasanya mengidap penyakit kenuangan yaitu arus kas bulanan yang lebih sering negatif. Kondisi tersebut umumnya terkait gaya hidup yang ‘semau gue’ karena merasa belum memiliki tanggungan dan kewajiban. Naksir tas Kate Spade cantik di butik, langsung beli tanpa pikir panjang. Diajak teman travelling ke Paris, langsung booking tiket dan hotel tanpa hitung-hitung lagi. Keponakan-keponakan lucu sedang menginap di rumah, setiap hari harus diajak makan dan main di mall dong, biar mereka senang. Akibatnya di akhir bulan utang kartu kredit menumpuk dan tidak bisa tertutupi gaji bulanan sehingga kita terkena penyakit arus kas negatif. Bonus tahunan yang rencananya akan digunakan untuk membuka rekening investasi pun harus dikorbankan untuk menutupi pengeluaran.

Meskipun umumnya penyakit arus kas negatif lebih sering menjangkiti para single tetapi Anda yang sudah berkeluarga jangan merasa aman dulu. Coba diteliti, jangan-jangan kegemaran Anda untuk makan malam di restoran dan liburan mewah bersama keluarga juga menyebabkan penyakit arus kas negatif, loh.

Untuk mengobati penyakit arus kas negatif dan membuat arus kas Anda kembali positif hanya ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu menambah pemasukan dan mengurangi pengeluaran. Keduanya sama-sama sulit dan membutuhkan kerja keras, terutama apabila Anda sudah berada dalam zona gaya hidup nyaman. Untuk menambah penghasilan Anda bisa mencari bisnis dan pekerjaan sambilan, tetapi yang paling penting sesungguhnya adalah mengendalikan pengeluaran Anda. Pasalnya jikapun Anda mampu meningkatkan penghasilan, tanpa ada komitmen untuk mengendalikan pengeluaran Anda hanya akan terjebak dalam kondisi “treadmill keuangan.” Artinya dengan peningkatan penghasilan, pengeluaran Anda juga akan makin naik. Akhirnya tetap saja Anda terjebak dalam penyakit arus kas negatif.

Trik yang dapat Anda lakukan untuk berhemat adalah melakukannya pada pos yang tepat. Anda mesti memilih dengan cermat pos pengeluaran yang tidak begitu berarti jika Anda hilangkan. Misalnya Anda adalah pekerja kantoran yang trendi dan diharuskan berpenampilan prima karena tuntutan pekerjaan yang harus bertemu dengan banyak klien. Tentu pos untuk membeli pakaian, sepatu dan produk perawatan tubuh menjadi pos yang sulit untuk dihilangkan. Sebaliknya karena Anda tidak terlalu sering berada di rumah, Anda bisa menghilangkan pos TV kabel dan internet full yang cukup mahal tetapi jarang Anda gunakan.

Anda bisa juga mengganti pos kegiatan yang membutuhkan biaya mahal dengan kegiatan yang lebih hemat. Misalnya Anda lebih suka berolah raga di alam dibandingkan olah raga dalam ruangan. Mubazir rasanya kalau Anda masih mempertahankan keanggotaan premium di gym padahal Anda bisa dengan mudah berlari pagi di komplek perumahan Anda atau mendaki gunung di akhir pekan.

Tidak terlalu sulit bukan, untuk berhemat?

LEAVE A REPLY