Jangan Sepelekan 4 Tanda Batuk ini, karena Berbahaya untuk Anak!

0
56 views
ecr.co.za

Gulalives.co – Sebagai ibu, kita pasti tahu jika pilek dan batuk adalah penyakit yang biasa menyerang anak. Namun, meski hal ini lumrah dialami oleh buah hati, bukan berarti kita bisa menyepelekan kondisi kesehatan mereka. Sebab, nyatanya ada 4 tanda batuk yang berbahaya untuk anak. Apa saja? Kupas tuntas bersama Gulalives, di sini!

Related image
bloem.getitonline.co.za

Batuk Berdahak serta Pilek

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami batuk berdahak. Hal ini terjadi sebagai cara tubuh untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru. Jelas, batuk berdahak akan lebih terasa di area dada.

Biasanya batuk berdahak pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, bila batuk berdahak yang dialami buah hati juga disertai dengan gejala lain, seperti pilek, sakit tenggorokan, mata berair, hingga menurunnya nafsu makan, maka ibu perlu berhati-hati.

Biasanya, tanda batuk yang disertai pilek paling sering terjadi saat cuaca sedang dingin, dan bisa berlangsung selama satu sampai dua minggu. Flu yang disertai batuk biasanya disebabkan oleh virus.

Maka, memberi obat antibiotik saja tidak cukup. Kamu perlu mengurangi produksi lendir pada saluran napasnya dengan memberikan obat tetes hidung atau obat khusus batuk berdahak, tapi harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Batuk dan Demam

Tanda batuk yang berbahaya untuk anak lainnya adalah bila batuk disertai dengan demam. Karena, batuk yang disertai demam selama beberapa hari, bisa membuat suara anak menjadi serak, ritme napasnya pun akan meningkat.

Ini merupakan ciri-ciri dari penyakit Bronkiolitis. Bronkiolitis merupakan infeksi yang terjadi pada bronkiolus atau saluran terkecil yang ada di paru-paru. Saat saluran ini membengkak dan penuh dengan lendir, maka anak pun akan kesulitan bernapas.

Penyebab bronkiolitis adalah virus pernapasan syncytial atau yang dikenal dengan RSV. Penyakit ini paling sering terjadi di musim hujan, yakni saat udara sedang dingin. Lantas, bagaimana cara mengatasi kondisi?

Sederhana, yakni dengan memperbanyak istirahat dan minum. Namun, jika kondisi kesehatan buah hatimu tidak kunjung membaik, dan dia terlihat masih terus kesulitan bernapas, segera periksakan anak kalian ke dokter, ya. Sebelum terlambat dan keadaan semakin parah.

Baca Juga: 12 Tanda Anak Kurang Perhatian, Perbaiki Hubungan Sebelum Terlambat

Batuk Kering yang Semakin Parah di Malam Hari

Kondisi batuk pada anak juga bisa semakin parah di malam hari, atau saat suhu udara menjadi lebih dingin. Biasanya, batuk seperti ini disebabkan oleh asma, yakni kondisi kronis di mana saluran udara di paru-paru menyempit dan meradang, sehingga paru-paru menghasilkan lendir.

Akibatnya, timbul rasa gatal yang menyebabkan anak batuk-batuk. Maka, jika anak menunjukkan kondisi batuk seperti ini, sebaiknya segera bawa ke dokter. Karena, biasanya dokter akan memeriksa riwayat asma dalam keluarga, dan memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

Batuk yang Disertai Sesak Napas

Jika terjadi terus-menerus atau terlalu keras, hal ini bisa menjadi tanda batuk yang kadang membuat anak menjadi sesak napas. Ciri-ciri anak yang sesak napas adalah saat dia mulai membuat suara tertentu ketika menarik napas, atau mengeluarkan suara yang keras ketika tidur.

Anak yang kesulitan bernapas juga ditandai dengan meningkatnya jumlah gerakan napas. Batuk seperti ini biasanya disebabkan oleh virus yang menyebabkan radang di Laring (kotak suara) dan Trakea (batang tenggorokan).

Batuk yang sampai bisa menyebabkan sesak napas, bisa dialami anak pada usia sekitar enam bulan sampai tiga tahun, dan biasanya terjadi saat mereka sedang mengalami demam.

Related image
familydoctor.org

Ibu bisa memberikan pertolongan dengan cara mengajaknya menghirup uap air panas selama 15 hingga 20 menit. Cara ini bisa membantu menghangatkan dan membuka saluran napas buah hati, sehingga dia pun bisa bernapas kembali.

LEAVE A REPLY