Masih Bingung Bagaimana Caranya Menghitung Masa Subur? Ini Dia!

0
146 views
anya.asmaraku.com

Gulalives.co – Masa subur pada perempuan sangat penting untuk diperhitungkan dengan baik, menetapkan kapan waktu yang baik untuk melakukan hubungan seks bagi yang ingin mempunyai anak atau justru yang sedang ingin menundanya. Jadi, sudah pasti menghitung masa subur adalah hal yang penting untuk kita; perempuan.

Related image
index.hr

Sebagian kita biasa menyebutnya dengan datang bulan, tamu bulanan, menstruasi, atau banyak sebutan lainnya, nyatanya menstruasi adalah keadaan rutin dalam proses perkembangan. Penting untuk kita mengetahui kalender menstruasi dan tahu bagaimana cara menghitung masa subur setelah menstruasi.

Masa pelepasan ovum juga bervariasi waktunya, hal ini disesuaikan dengan kondisi emosi masing-masing kita. Emosi memengaruhi reflex hipotalamus, lepasnya faktor FSH dan LG, serta waktu ovulasi.

Jadi, kamu harus tahu siklus menstruasi yang terbagi ke dalam 3 fase, yakni:

Masa Menstruasi

Pada hari pertama siklus kamu, endometrium (rahim) akan mulai luruh, atau yang biasa kamu sebut dengan menstruasi. Normalnya, ini akan berlangsung 4-6 hari. Namun, sebagian besar akan kehilangan darah saat menstruasi, berlangsung pada 3 hari pertama. Kamu akan merasakan kram di panggul, kaki, dan punggung. Kram ini merupakan tanda jika rahim kita sedang berkontraksi, dan ini membantu endometrium untuk meluruhkan darah.

Fase Folikular

Selama fase folikular, folikel telur pada ovarium akan melepaskan telur. Biasanya, setiap siklus ini terjadi, maka akan ada proses melepaskan satu telur. Dan, bisa memakan waktu sebentar atau lama, tergantung pada berapa lama siklus kamu. Pada saat yang sama, rahim akan mulai menumbuhkan endometrium baru untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan.

Fase Luteal

Fase ini dimulai pada saat ovulasi, saat di mana telur dilepaskan dari folikel telur pada ovarium. Hal ini bisa terjadi kapan saja dari hari ke 7 sampai hari ke 22, sejak siklus menstruasi yang normal. Dan, jika sel telur telah dibuahi oleh sperma, kemudian menempel pada endometrium, maka proses kehamilan pun akan berlangsung. Jika sel telur tidak dibuahi, endometrium akan luruh begitu saja.

Menghitung Masa Subur (Siklus Haid Teratur)

Related image
ninosdeahora.tv

Cara menghitung masa subur dengan kalender maupun online bisa jadi cara praktis dan mudah kok. Perhitungan bisa dimulai pada hari pertama menstruasi, saat dinding rahim meluruh dan menjadi darah. Pada masa menstruasi, sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut. Peristiwa ini disebut ovulasi.

Ovulasi terjadi sekitar 12-16 hari sebelum menstruasi. Masa subur terjadi 5-6 hari sebelum masa ovulasi. Jelasnya, rata-rata perempuan mengalami masa subur antara hari ke 10 hingga hari ke 17 setelah hari pertama menstruasi, yang menjadi tantangan adalah pada umumnya lama masa menstruasi perempuan bisa berubah dari waktu ke waktu. Keadaan ini membuat ovulasi dapat berbeda sepekan lebih cepat atau lebih lambat pada periode selanjutnya.

Di sisi lain, selain proses ovulasi, kehamilan sangat ditentukan oleh proses sperma menjangkau sel telur. Agar dapat hamil, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi dalam waktu 12 – 24 jam. Pendeknya periode 12-14 jam waktu sel telur harus dibuahi membuat pentingnya mendeteksi di hari-hari apakah perempuan berada pada posisi paling subur.

Umumnya untuk dapat benar-benar mengerti masa subur, harus menghitung berdasarkan catatan dan analisis menstruasi selama paling tidak 8 bulan terakhir. Untuk kamu yang memiliki siklus menstruasi teratur, cara menghitung masa subur mudah saja. Cukup kurangi hari pertama haid yang berikutnya dengan 14 dan ketemulah masa suburnya.

Contoh, jika kamu mulai tanggal 2 Juli, tambahkan dengan 28, dan itu adalah hari pertama haid kamu berikutnya. Jadi 30 Juli. Setelah itu kurangi 30 dengan 14, dan ketemulah masa suburmu, yakni 30 – 14 = 16, maka masa subur kamu adalah tanggal 16 Juli.

Menghitung Masa Subur (Siklus Haid Tidak Teratur)

Related image
sumber.com

Cara menghitung masa subur pada perempuan dengan siklus haid teratur tentu berbeda dengan cara menghitung pada perempuan dengan siklus haid tidak teratur. Untuk kamu yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, cara menentukan masa suburnya agak sedikit rumit, karena harus mengetahui siklus menstruasi minimal 6 bulan terakhir.

Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama kamu mengalami menstruasi sebelumnya sampai dengan hari pertama kamu menstruasi berikutnya. Setelah itu, hitung dengan cermat berapa jumlah hari dan masing-masing siklus menstruasi kamu selama 6 kali berturut-turut dan kemudian lihat berapa hari siklus terpanjangnya dan berapa hari juga siklus terpendeknya.

Misal siklus menstruasi kamu selama 6 bulan berturut-turut adalah 29 hari, 31 hari, 27 hari, 28 hari, 26 hari, 30 hari. Dengan melihat contoh tersebut, maka siklus haid terpendek adalah 26 hari dan siklus terpanjang 31 hari. Sampai di sini kamu sudah bisa mengetahui masa subur sendiri.

Kamu juga bisa menghitung masa subur dengan cara berikut ini:

  • Ketahui siklus terpendekmu. Contoh: 26 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya: 8. Angka ini adalah hari pertama kamu dalam kondisi paling subur.
  • Ketahui siklus terpanjangmu. Misal: 31 hari. Kurangi angka ini dengan angka 11. Hasilnya: 20. Angka ini adalah hari terakhir kamu dalam kondisi paling subur.

Setelah baca artikel ini, kamu jangan bingung lagi, ya!

LEAVE A REPLY