Jangan Kalah dengan Emosi, Kendalikan Amarahmu dengan 15 Cara Ini

0
186 views

Gulalives.co – Salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia yakni melalui amarah. Karena dengan cara ini, setan bisa dengan sangat mudah mengendalikan kita. Saat emosi, orang bisa dengan mudah mengucapkan kata kasar, jorok, mencaci habis-habisan, bahkan tak jarang beberapa kasus rumah tangga pun harus berakhir dengan perceraian yang dimulai dengan kemarahan. Tahu seberapa bahagianya setan saat usahanya berhasil merusak manusia? Mereka akan tertawa saat kita sedang gundah gulana.

Related image
life.ru

Karena amarah pula, manusia bisa merusak semua yang ada di sekitarnya. Entah itu membanting piring, lempar gelas, pukul kanan dan kiri, bahkan sampai melakukan tindak pembunuhan. Padahal mereka tahu, permasalahannya tetap tidak selesai sampai di sana. Akan ada yang namanya balas dendam dari pihak lawan, dan lain sebagainya. Kamu bisa bayangkan, betapa banyak kerusakan yang ditimbulkan hanya karena rasa marah, kan? Jadi, latihlah diri kamu untuk bisa mengendalikan emosi buruk ini agar tak lagi perlu dibesar-besarkan.

Mohon Perlindungan Allah

Related image
radarbone.fajar.co.id

Segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan, dengan membaca ta’awudz: (A-‘UDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIIM) adalah cara terbaik, karena sumber marah adalah setan, maka godaannya bisa diredam dengan memohon perlindungan kepada Allah. Dari sahabat, Sulaiman bin Surd radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

“Suatu hari saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang marah, kemudian membaca: A-‘udzu billah (saya berlindung kepada Allah) maka marahnya akan reda.” (Hadits shahih – silsilah As-Shahihah, no. 1376)

Diam dan Jaga Lisan

Related image
anaksholeh.net

Bawaan orang yang sedang marah adalah ia akan bicara tanpa aturan. Sehingga bisa jadi dia membicarakan sesuatu yang mengundang murka Allah. Karena itulah, diam merupakan cara yang paling mujarab untuk menghindari timbulnya dosa yang lebih besar. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih). Ucapan ke-kafiran, celaan berlebihan, mengumpat takdir, dan lain sebagainya, bisa saja dicatat oleh Allah sebagai tabungan dosa bagi diri kita. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, tapi menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan, di saat kesadaran kita berkurang, juga nurani kita tertutup nafsu, maka jagalah lisan baik-baik, jangan sampai lidah yang tak bertulang ini, justru akan menjerumuskan kita ke dasar neraka. Naudzubillah.

Ekspresikan Kemarahan Setelah Tenang

Related image
aboutislam.net

Kamu juga harus memastikan untuk berpikir dengan jernih dan hati-hati tentang masalah yang kamu hadapi, sebelum mengeluarkan kemarahan yang tak jelas arahnya. Cobalah untuk tetap tenang ketika kita akan menyampaikan kekhawatiran dan keinginan yang kita miliki. Dan, penting untuk mengupayakan agar tidak menyakiti atau mengendalikan orang lain dengan kemarahan yang kita alami.

Mengambil Posisi yang Lebih Rendah

Related image
dream.co.id

Kecenderungan orang marah adalah ingin selalu lebih tinggi dan tinggi lagi. Bukan tak mungkin jika semakin dituruti, kemarahanmu pun akan semakin menjadi. Karena dengan posisi yang lebih tinggi, seseorang bisa melampiaskan amarah sepuasnya. Maka, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam memberikan saran sebaliknya, yakni dengan meredam amarah, mengambil posisi yang lebih rendah dan lebih rendah lagi.

Dari Abu Dzar radhiyallahu‘anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam menasehatkan, “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Mengapa dengan Duduk dan Tidur?

Related image
annabaa.org

Al-Khithabi menjelaskan, “Orang yang berdiri, mudah untuk bergerak dan memukul, orang yang duduk, lebih sulit untuk bergerak dan memukul, sementara orang yang tidur, tidak mungkin akan memukul. Inilah yang disampaikan Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam, tentang beliau yang memerintahkan seseorang dalam amarah untuk duduk, agar orang yang sedang dalam posisi berdiri atau duduk tidak segera melakukan tindakan pelampiasan atas kemarahannya, justru orang tersebut bisa menyesali perbuatannya setelah itu.” (Ma’alim As-Sunan, 4/108)

Berpikir Sebelum Bicara

Related image
viva.co.id

Sangat mudah rasanya untuk mengatakan hal-hal yang menyakitkan hati seseorang, tapi tak sedikit pula yang menyesal karena telah melakukannya. Maka, sebelum kita mengatakan sesuatu, pikirkan dulu apakah perkataan kita dapat diterima atau tidak. Kamu bisa merefleksikan diri, jika memang situasi yang serupa pernah terjadi, maka kamu bisa gunakan untuk meluapkan amarah yang ada.

Ingatlah Hadits ini Ketika Marah

Related image
grid.id

Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki.” (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)

Hidup Sehat

Related image
mediamuslimah.com

Apa hubungannya kemarahan dengan hidup sehat? Olahraga dan aktivitas fisik ternyata dapat melepaskan stress dengan sangat efektif. Kamu bisa olahraga dengan berjalan atau berlari. Karena semakin kamu merasa stress, maka kamu juga akan semakin mudah marah pada orang lain. Jadi, cobalah meluangkan waktu, untuk latihan fisik di setiap harinya.

Pahami Akar Penyebab dari Kemarahan

Image result for Pahami Akar Penyebab dari Kemarahan
isigood.com

Memahami apa yang menjadi penyebab kemarahan dan mengetahui dalam situasi apa kamu sekarang, dapat membantu kita untuk mencegah kemarahan. Karena, saat kita merasakan kemarahan tanpa memiliki alasan yang jelas, sangat mungkin kita perlu konsultasi dengan dokter.

Solusi

Related image
cosmomom.net

Kalau kita sudah telanjur berada dalam kemarahan yang pecah, daripada menyesali apa yang sudah terjadi, lebih baik kita coba menyelesaikan masalah yang ada. Ingatkan diri kita, bahwa kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah apa pun, bahkan hanya memperburuk kondisi.

Relaksasi

Image result for Relaksasi
vemale.com

Kita juga bisa melatih diri tentang teknik deep breathing dengan membayangkan situasi yang menenangkan, hal ini dipercaya dapat membantu menenangkan pikiran dan jiwa seseorang. Dengan mencoba membaca buku, menulis jurnal atau bahkan berlatih yoga pun memanah, hal ini sangat membantu kita untuk bisa relaksasi.

Jangan Dendam

Related image
jalandamai.org

Cobalah untuk tidak membiarkan kemarahan dan perasaan negatif menutupi bagian postif dalam dirimu. Cukup ingat bahwa memaafkan adalah kunci yang dapat melepaskan rasa tegang, dan jangan biarkan kamu tenggelam dalam sakit hati atau rasa tidak adil. Bukan siapa yang salah siapa yang minta maaf, tapi siapa yang mau memaafkan dan menjadikannya pelajaran agar tak lagi terulang.

Canda Tawa

Related image
bintang.com

Humor dapat membantu setiap orang untuk menghadapi peristiwa yang kurang menyenangkan dan seseorang berada dalam kemarahan. Mengingat jika ketegangan dapat dikurangi dengan senyuman atau pandangan yang positif terhadap berbagai macam situasi. Seseorang yang mempunyai selera humor baik, biasanya mampu meredam emosinya dengan sempurna. B-i-a-s-a-n-y-a.

Hargai Orang Lain

Related image
kumparan.com

Sebisa mungkin, hindari mengkritik atau menyalahkan orang lain yang dapat meningkatkan ketegangan dan menunjukkan jika kamu tidak menghargai mereka. Cobalah untuk mengerti masalah kita sendiri sebelum menghakimi orang lain. Sekalipun kita sedang marah, kita tetap bisa menunjukkan sopan santun dan rasa hormat pada siapapun, sehingga tidak harus merusak hubungan sosial dengan mereka.

Segera Berwudhu

Related image
uvguard.com

Marah dari setan dan setan terbuat dari api. Padamkan dengan air yang dingin. Terdapat hadis dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)

LEAVE A REPLY