10 Cara Mencegah Penularan Flu Burung

0
16 views
businessinsider.com

Gulalives.co – Flu burung atau avian influenza merupakan suatu penyakit zoonosis (penyakit hewan) yang dapat menular ke manusia. Penyebab utamanya adalah virus influenza tipe A, dan ditularkan oleh unggas. Gejala yang dialami biasanya:

telegraph.co.uk
  • Demam (di atas 38 celsius),
  • Batuk kering atau produktif dahak,
  • Sakit tenggorokan,
  • Nyeri otot,
  • Mual,
  • Muntah,
  • Diare,
  • Sakit kepala,
  • Nyeri sendi,
  • Lesu,
  • Sekresi hidung (pilek),
  • Insomnia,hingga
  • Infeksi mata.

Baca Juga: 6 Cara Mencegah Demam Berdarah di Lingkungan Rumah

Mungkin, kita sulit menyadari jika ada unggas yang terkena infeksi, karena beberapa masih tampak sehat, meskipun sudah terkena infeksi ini. Manusia dapat tertular flu burung, jika melakukan kontak dengan unggas yang terinfeksi, atau dengan kotorannya. Maka, semua orang di usia dan jenis kelamin apa pun, memiliki risiko terkena flu burung.

Kasus pertama terjadi pada manusia di tahun 1997, dan sejak itu H5N1 telah menewaskan hampir 60 persen dari yang terkena infeksi. Penyebaran virus flu burung memang sulit untuk dicegah. Namun, kita harus tetap melakukan hal-hal yang dapat memperkecil risiko penularannya, yakni dengan:

  1. Selalu menjaga kebersihan tangan.
  2. Menjaga kebersihan kandang (jika memelihara unggas).
  3. Memastikan untuk mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik, dan tidak mengonsumsi unggas liar hasil buruan. Karena, tidak terjamin kesehatannya.
  4. Sebaiknya, beli daging unggas yang sudah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya terjaga dengan baik. Sebab, daging siap makan akan meminimalisir risiko konsumen terkena flu burung, kamu tidak perlu repot-repot memotong, mencabuti bulu, atau membersihkan isi perut unggas.
  5. Hindari lapak unggas hidup di pasar yang kurang menjaga kebersihan dengan baik.
  6. Gunakan masker dan sarung tangan ketika berdekatan dengan unggas, apalagi jika kamu memelihara mereka.
  7. Sebaiknya, jarak antara tempat pemeliharaan unggas dengan pemukiman, minimal 25 meter.
  8. Mencuci tangan atau lebih baik mandi, setelah berdekatan atau memegang unggas.
  9. Jangan menyentuh secara langsung unggas yang sudah mati, kotoran pun jeroannya.
  10. Jika membeli daging ayam, sebaiknya tanpa jeroan dan bagian sayap. Pada saat memasak daging ayam atau telurnya, pastikan jika panas api mencapai lebih dari 70 derajat celsius.
Related image
medicaldaily.com

Obat harus diberikan dalam waktu 48 jam setelah gejala pertama muncul, demi mendapatkan hasil terbaik. Karena ada beberapa jenis flu burung, maka perawatannya pun bervariasi, tergantung pada gejala yang dialami. Maka, pasien harus berada di bawah pengamatan dokter selama perawatan.

LEAVE A REPLY