alj.orangenius.com

Gulalives.co – Siapa di sini yang selama hidup, dari lahir hingga hari ini, pernah merasakan kejamnya fitnah atau tuduhan tanpa alasan? Seperti dituduh berbohong, egois, tidak punya perasaan, pengkhianat, pencuri, bahkan hingga dituduh selingkuh, zalim, munafik, sesat, dan berbagai fitnah kejam lainnya. Padahal, yang termasuk zalim justru mereka yang menuduh dan memfitnah orang lain, padahal orang tersebut tidak pernah melakukannya. Tapi kamu tidak perlu larut dalam hal ini, Gulalives akan bahas 10 cara menanggapi kejamnya fitnah, agar semua cepat selesai dan kembali baik-baik saja.

Sebelum mengetahui cara menanggapi kejamnya fitnah, kamu perlu tahu dulu macam-macam fitnah:

Related image
mummypages.co.uk
  • Fitnah langsung, yakni saat seseorang menyatakan keburukan tepat di hadapan kamu. Biasanya orang seperti ini tidak mungkin seberani itu jika ia tidak memiliki bukti yang kuat.
  • Fitnah tidak langsung (oleh orang ketiga), yakni dia yang menyatakan kesalahan kamu, akan tetapi ia tidak menyaksikan secara langsung keburukan itu, melainkan hanya mendengarnya dari orang lain. Akurasi dari fitnah jenis ini sangat diragukan, karena penyampaian dari mulut ke mulut cenderung berubah-ubah dari orang yang satu ke orang yang lainnya.
  • Fitnah tidak jelas (samar-samar), yakni yang dilakukan oleh anonim (orang yang tidak dikenal) memfitnah kita, di mana hal tersebut disampaikan dengan sumber yang tidak jelas dan terkesan disamarkan. Fitnah jenis ini pun tidak jelas pangkalnya dari mana. Hal ini sangat sering terjadi di dunia maya.

Setelah kamu memahami macam-macam fitnah, ada baiknya kamu tahu cara menghindari fitnah:

Related image
t-nation.com
  • Selalu berbuat baik kepada siapapun, kebaikan hati adalah benteng pertama agar kita bisa terhindar dari fitnah.
  • Membangun citra yang baik di mata masyarakat, nama baik adalah benteng paling tangguh yang akan menahan fitnah agar tidak ditujukan kepada kita.
  • Memiliki relasi dan sahabat yang percaya pada kamu, kerabat adalah orang-orang yang akan membenarkan dan siap membela saat kita berada di jalan yang benar.
  • Sebisa mungkin hindari persaingan tidak sehat, karena persaingan yang tidak sehat banyak negatifnya, salah satunya adalah dilegalkannya fitnah sebagai alat untuk menjatuhkan lawan. Nah, sekarang baru kita mulai membahas cara menanggapi kejamnya fitnah, ya:

Berdoa

Related image
weneedtotalkaboutislam.com

Sebagai makhluk ciptaan Allah yang sedang mencari cara menanggapi kejamnya fitnah, sudah sewajarnya kita memohon pertolongan dan perlindungan pertama dari-Nya. Tak perlu terlihat dan terdengar oleh orang lain, cukup dalam hati saja, kamu sudah termasuk berdoa. Jika hidup kita selalu terhubung kepada Allah, niscaya segala sakit hati, kebencian, dendam, pun amarah akan dijauhkan dari dalam hati kita. Tetap fokuskan pikiran kepada-Nya dalam doa-doa, insya Allah kita selamat dari fitnah sekejam apa pun.

Introspeksi

Related image
the-best.co.id

Sebelum sakit hati dan marah dengan keadaan, cara menanggapi kejamnya fitnah berikutnya adalah lebih baik kamu cek dan pelajari lagi akar masalahnya, jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu memang benar. Dan, jika memang ternyata kita salah, jangan malu dan gengsi untuk mengakui kesalahan, dan mengikuti kebenaran. Meskipun cara yang orang itu pakai untuk menasihati kita kasar atau mungkin bermaksud tidak baik, petiklah sisi positifnya, kamu bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi setelah ini, insya Allah.

Sabar

Related image
bloguernestpasjouer.blogspot.com

Sabar adalah kekuatan yang sangat ampuh di antara sekian banyak cara menanggapi kejamnya fitnah. Ini adalah perisai utama dalam menghadapi fitnah. Karena kesabaran berhubungan erat dengan kemampuan seseorang untuk bertahan saat menghadapi masalah. Lapangkan dada seluas-luasnya agar suasana hati lebih positif dan tetap tenang dalam menghadapi kerasnya hidup, ya.

Berbenah Diri

Related image
nu.or.id

Memperbaiki ucapan atau tindakan kita yang sebelumnya menjadi penyebab orang memfitnah kita, menjadi cara menanggapi kejamnya fitnah selanjutnya. Misalnya, bendahara masjid dituduh mencuri uang kas, disebabkan tidak transparannya laporan keuangan yang ia buat. Maka, hendaknya ia membuat laporan yang rapi dan jelas. Atau saat seseorang dituduh nakal karena sering bergaul dengan orang-orang tidak baik, lebih selektif dalam memilih sahabat adalah jalan keluarnya.

Berhenti Membela Diri

Related image
youthmanual.com

Seperti kata pepatah, “Diam itu Emas”, namanya saja fitnah, sudah pasti itu adalah citra buruk yang ditempelkan orang lain di belakang punggung kita. Sikap orang di sekitar kita bisa saja berubah, jadi berhentilah berspekulasi, bertanya-tanya dan membela diri mati-matian. Karena cuap-cuap membela diri hanya membuat kamu kehilangan konsentrasi, lalu pikiranmu pun akan menjadi sakit, akhirnya pekerjaan menjadi tidak kunjung selesai, ujung-ujungnya harga diri seolah terjun bebas di mata banyak orang. Jadi, tetaplah positive thinking, sesulit apa pun keadaannya. Lakukan rutinitas kamu sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan. Ingat selalu, Allah akan membuka kebenaran tepat pada waktunya, jangan mendendam.

Baca Juga: Sampai Kapan 5 Hal ini Membuat Kita Mengesampingkan Agama?

Berkaca

Related image
saba.com

Syekh Salim Al Hilali berkata, “Kalau kamu bersih dari kesalahan yang dituduhkan itu, tapi sejatinya kamu tidak selamat dari kesalahan-kesalahan lain, karena sesungguhnya manusia itu memiliki banyak kesalahan. Kesalahanmu yang Allah tutupi dari manusia jumlahnya lebih banyak. Ingatlah akan nikmat Allah ini, di mana Ia tidak perlihatkan kepada si penuduh kekurangan-kekuranganmu lainnya ….” (Dikutip dari buku Ar Riyaa halaman 68).

Buktikan

Related image
muslimah.co.id

Setelah berkaca, kamu perlu membuktikan kualitas pribadimu yang baik tanpa perlu dibuat-buat. Jujur, loyal, tak kenal pamrih, rendah hati, rela berkorban, dan hal baik lainnya. Kamu harus tetap memperjuangkan hal ini, dan membuktikannya secara nyata dalam tiap detik di hidupmu. Mempertahankan integritas secara konsisten adalah jawaban bagi mereka yang meragukan kebaikanmu.

Maafkan

Related image
akuislam.com

Doakanlah si penuduh agar Allah memberinya petunjuk. Jika memungkinkan, nasihatilah dia secara langsung pun melalui sindiran (personal), agar dia bisa sadar dan bertaubat. Jangan lupa untuk memaafkannya. Mendoakan agar ia mendapati keburukan untuk kemudian menjadi sadar dan bertaubat, bisa kamu lakukan jika sudah dalam posisi yang sangat terpaksa.

Shalat Istikharah

Related image
ruangmuslimah.co

Mintalah bimbingan Allah, agar kamu tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengklarifikasi atau membela diri. Menanggapi dan membantah terkadang justru membuka pintu keburukan untuk kita masuk ke dalamnya, naudzubillah. Kita bisa klarifikasi tanpa menyebutkan isi tuduhan, dan tanpa menyebutkan nama penuduh, karena mungkin saja hal ini justru akan membawa banyak manfaat untuk sesama kita.

Percaya pada Allah

Related image
newmuslim.net

Musibah, tuduhan merupakan kebaikan untuk kita. Karena yang yang merugi justru si penuduh, dia telah melakukan kejahatan dan berhak atas azab-Nya.

Allah SWT berfirman, “…. Janganlah kamu mengira berita (bohong) itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapatkan dosa yang diperbuatnya ….” (Surah An Nur 11).

“Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (Surah An Nur 23).

LEAVE A REPLY