nc.com

Gulalives.co – Kamu pernah merasa kehabisan bahan pembicaraan saat sedang bersama pasangan? Atau justru percakapan dengan teman kantor tiba-tiba berhenti begitu saja? Pun bahkan kamu kerap merasa canggung saat harus bicara dengan orang lain? Tenang, kamu bisa mengatasinya dengan 5 cara membangun percakapan dengan orang lain berikut ini:

Related image
theonion.com

Gunakan Pertanyaan Terbuka

Jika kamu kerap merasa canggung, maka upayakan untuk membangun percakapan dengan orang lain menggunakan pertanyaan terbuka, saat memulai percakapan. Pertanyaan terbuka merupakan pertanyaan yang jawabannya tidak hanya sekadar “Ya” dan “Tidak”. Hal ini dimaksudkan untuk membuka alur percakapan awal, guna dapat membuka topik selanjutnya. Kamu bisa menanyakan, “Bagaimana tadi perjalanan ke sini?”.

Karena, melalui satu kalimat itu, sama saja dengan memberikan kesempatan lawan bicara untuk menceritakan pengalamannya dan kalian mempunyai kemungkinan untuk menemukan topik lanjutan untuk dibicarakan. Pertanyaan itu jauh lebih baik daripada sekadar bertanya “Tadi jalanan macet?” yang jawabannya sudah pasti hanya “Ya” atau “Tidak”.

Mendengarkan

Hampir tiap orang bisa dengan mudah bicara, tapi tidak semua orang mampu dengan mudah mendengarkan lawan bicaranya. Tidak sedikit pasangan kekasih atau suami istri bertengkar hanya karena saat satu pihak berbicara, pihak lain tidak mendengarkan dengan baik.

Baca Juga: 14 Cara untuk Mengetahui Seseorang Bicara Jujur atau Tidak

Maka, kamu perlu ingat jika semua orang butuh didengar. Untuk membangun percakapan dengan orang lain, saat kamu berada pada posisi pendengar, cukup bayangkan jika itu kamu sendiri yang sedang bicara.

Tentu kamu ingin didengar, bukan? Maka, jangan terlalu memikirkan respon atau jawaban apa yang akan kamu beri. Biarkan saja percakapan mengalir. Karena, jika kalian benar-benar saling mendengarkan satu sama lain, tak akan ada kebuntuan di tengah percakapan.

Hati-hati saat Bercanda

Humor dan lelucon dalam sebuah percakapan memang penting untuk diselipkan, agar percakapan yang berjalan tidak terlalu kaku dan serius. Lelucon juga bisa menjadi alat untuk mencairkan suasana dalam membangun percakapan dengan orang lain. Namun, hati-hati dalam membuat lelucon.

Jangan gunakan hal-hal sensitif sebagai bahan bercandaan kamu. Apalagi jika lawan bicaramu merupakan orang yang baru kamu kenal. Bukannya membangun percakapan yang lebih baik, kamu justru bisa membunuh percakapan yang sedang kalian bangun.

Jujur

Dalam sebuah pembicaraan, penting untuk bersikap terbuka dan jujur, jadilah diri sendiri dan apa adanya. Mengapa begitu? Meskipun tidak kamu sadari, orang lain biasanya mampu mendeteksi kebohongan dalam kata-kata yang kamu ucapkan. Maka, jangan pernah biarkan kebohongan hadir dalam upayamu membangun percakapan dengan orang lain, ya.

Tahu Waktu

Sebagai lawan bicara yang baik, kamu harus paham kapan sebaiknya memulai dan menghentikan pembicaraan, dari sinyal yang diberikan oleh lawan bicara. Biasanya, seseorang yang ingin menyudahi percakapan akan tampak gelisah dan tidak fokus pada kamu.

Related image
inc.com

Entah dengan melihat jam berkali-kali, memandang ke sekelilingnya, dan sederetan hal lain yang menunjukkan bahwa ia ingin menyudahi karena alasan tertentu. Jika sudah begini, tandanya kamu perlu segera menutup pembicaraan, ya.

LEAVE A REPLY