quoteambition.com

Gulalives.co – Tak jarang kekecewaan dalam hidup membuat seseorang merasa menjadi yang paling gagal di dunia. Lenyap sudah semua manis yang ada dalam hidupnya. Setiap detik seolah menyamar menjadi luka. Padahal, kita sama-sama tahu, apa yang Tuhan beri selalu yang terbaik untuk kita, hanya saja karena luput dari rasa syukur, kita jadi lupa kalau masih banyak yang jauh lebih berduka, hanya saja mereka tidak mengeluhkannya.

Related image
angelavuyk.com

Nah, kalau kamu secara sadar pun tidak masih kesulitan untuk bersyukur, coba deh resapi 6 hal di bawah ini, siapa tahu ke depannya kamu bisa lebih mudah untuk mensyukuri kehidupan.

Mereka yang Tidur di Jalan

Related image
document.no

Kalau kamu lagi pengin mengeluh, coba deh pergi keluar rumah di malam hari. Keliling naik motor atau sepeda, kamu bisa buka mata lebar-lebar, lihat di emperan toko, di pinggir jalan, atau bahkan di tempat-tempat yang sebelumnya gak pernah kamu duga. Banyak pria, wanita, atau bahkan keluarga yang lengkap dengan anak balitanya, tertidur tanpa rumah. Tapi mereka gak ngeluh.

Kalau mau dibandingin? Kamu masih bisa tidur di rumah, pakai kasur, atau minimal ada alasanya lah buat tidur, sedangkan mereka? Jangankan lantai, alas tidurnya cuma aspal. Mereka ngeluh? Enggak, mereka tetap bersyukur dan berprasangka baik sama Tuhan, saling sayang sama keluarga, dan saling support satu sama lain, mereka sadar, kalaupun hidupnya gak manis, mengeluh gak bikin mereka jadi lebih bahagia.

Mereka yang Bingung Mau Makan Apa

Related image
mysultra.com

Kalau kamu mengeluhkan hal yang itu-itu saja, seperti bosan karena menu makanan di rumah selalu sama. Coba deh, pergi keluar rumah, tatap sesama dengan hati yang terbuka. Kamu bisa dengan mudah menemukan mereka yang jangankan ngeluh bosan sama menu makanan, buat bisa makan sekali dalam sehari saja mereka sudah bersyukur banget. Saat kamu lagi milih menu makanan, mereka masih mikir, “Malam ini bisa makan gak ya?” Sedih gak?

Mereka yang Terbiasa dengan Panas dan Hujan

Related image
detik.com

Nah, kalau kamu sering banget mengeluhkan panas di jalan, hujan saat lagi buru-buru berangkat ke suatu tempat, kamu harus bisa melek dan sadar kalau ada mereka yang sudah sangat terbiasa dengan panas dan hujan. Mereka yang jalan kaki puluhan kilometer untuk menjajakan dagangannya saat hari sedang terik-teriknya, atau mereka yang kehujanan demi mencari rupiah untuk bertahan hidup di detik berikutnya.

Mereka yang Tetap Jalan Meski Guratan Kaki Makin Tebal

Related image
gandy13.deviantart.com

Kamu yang lagi gak ada uang lebih buat beli alas kaki baru, bisa buka mata dan lihat mereka yang pakai sendal jepit dengan keadaan lusuh saja sudah bersyukur. Entah itu pemulung, tukang rongsokan, atau mereka yang terbiasa mencari rezeki halal di jalan.

Gak jarang juga di antara mereka bahkan gak pakai alas kaki. Kamu akan bisa melihat guratan di kakinya sudah sangat tebal dan pecah. Di sana, tersimpan banyak berjuangan dan cerita untuk terus bertahan, dan yang terpenting, mereka tak pernah menyalahkan Tuhan.

Mereka yang Hampir Tak Punya Malam

Related image
rizki-wardana.blogspot.com

Saat kamu sibuk mengeluhkan jam tidur yang makin hari makin berkurang, banyak di luar sana yang justru memulai pekerjaan tambahannya saat hari sudah malam. Saat kamu sudah bisa merebahkan badan di kasur, sudah selesai berdoa dan akan segera memejamkan mata, banyak di luar sana yang sudah lama tak memiliki malam.

Mereka harus terus bekerja dan bekerja, demi keluarganya di rumah. Mereka lelah, tapi mereka gak menyerah. Kamu bisa bayangkan, siapa yang bebannya lebih berat? Dan siapa yang lebih cengeng menghadapi kehidupan?

Mereka yang Luar Biasa Jauh dari Keluhan

Related image
wenming.cn

Guru paling hebat dalam hidup ini adalah mereka-mereka yang luar biasa jauh dari keluhan. Karena dari mereka kita bisa berhenti mengeluh. Mereka yang kehidupannya jauh di bawah kita, justru berada di atas satu tingkat, karena begitu pandai mensyukuri nikmat Tuhan yang mungkin bagi kita hanya receh, tapi untuk mereka itu adalah anugerah terindah.

Ini bukan untuk mensyukuri hidup mereka yang ada di bawah kita, tapi karena terkadang kita perlu melihat ke bawah saat kita merasa sedang jatuh dan tak bisa bangkit. Untuk bisa kembali menatap ke atas dan sadar, kita tak pernah lewati lara ini sendirian. Semua ada fasenya masing-masing.

LEAVE A REPLY