5 Cara Manis Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

0
51 views

Gulalives.co – Sebagai orangtua, kita pasti memiliki cara sendiri untuk mendidik anak, ya? Sama seperti cara yang dimiliki orangtua kita saat mendidik kita selama ini. Tapi pernahkah kamu tidak mendengarkan apa yang hendak orangtua sampaikan? Atau justru sekarang kamu bingung karena anakmu tidak mau mendengarkan nasihatmu? Tenang, jangan khawatir, karena kali ini Gulalives ingin membagikan 5 cara manis agar anak mau mendengarkan orangtua, yakni:

Related image
momjunction.com

Cari Tahu Alasan Mengapa Anak Tidak Mau Mendengar

Hal pertama yang perlu kamu lakukan agar anak mau mendengarkan orangtua adalah dengan mencari tahu apa yang menjadi penyebab anak bersikap demikian. Seperti saat anak-anak usia sekolah cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dengan menaati berbagai instruksi.

Bisa jadi hal inilah yang menyebabkan anak berpikir jika rumah seharusnya menjadi tempat ia bisa bebas, tanpa terikat oleh berbagai macam aturan. Akhirnya, ia cenderung tidak ingin mendengarkan perkataanmu.

Tanyakan padanya secara baik-baik, apa yang membuatnya malas mendengarkan kamu dan pasangan sebagai orangtuanya. Diskusikan juga dengan anak, seperti apa cara berkomunikasi yang dia inginkan, agar kalian bisa saling memahami satu sama lain.

Dengarkan Keinginannya

Cara paling penting agar anak mau mendengarkan orangtua adalah dengan mendengarkan apa keinginannya. Karena, saat anak merasa orangtua mendengarkan dirinya, maka mereka juga akan merasa lebih dihargai, dan lebih dipercaya, sehingga menjadi lebih tertarik pada apa yang kamu katakan.

Perkataan orangtua juga akan lebih mudah didengarkan oleh anak, saat kamu mendengarkan apa yang ada di pikiran mereka. Mudahnya, saat kamu dihadapkan dengan masalah yang melibatkan anak, cobalah untuk mendengarkan apa yang menjadi penyebab mereka melakukan hal itu.

Kemudian, coba tempatkan diri kamu pada posisi mereka, dan bagaimana perasaannya saat itu. Terakhir, kembalilah pada permasalahan semula, maka kamu akan mengetahui alasan anak enggan menuruti perintah orangtua.

Baca Juga: 4 Tanda Hubungan Ibu dan Anak Tidak Sehat

Jangan Membentak

Menurut Mary Rourke, Ph.D. dari Widener University’s Institute for Graduate Clinical Psychology dalam Parents, anak usia 7 hingga 8 tahun, mulai menyadari bahwa mereka punya kendali atas diri mereka sendiri, termasuk memilih untuk mendengarkan atau tidak.

Anak dalam rentang usia tersebut juga akan lebih tertarik pada dunia di luar rumah, misalnya sekolah atau di lingkungan mainnya. Maka, mereka cenderung menikmati dunia barunya, dan tidak menghiraukan perkataan orangtua.

Maka, kalau kamu mengalami hal ini, jangan berteriak atau membentak saat memberi perintah pada anak. Luangkan waktu sejenak, dan ajak anak untuk duduk santai bersama sembari menikmati camilan kesukannya.

Setelah membangun suasana yang hangat, kamu bisa mulai memberitahu buah hati, bahwa ketika orangtua berbicara padanya, ia perlu mendengarkan dengan baik. Beri contoh yang nyata tentang kejadian di mana anak tidak mendengarkan omonganmu sebagai orangtuanya.

Tanpa menyalahkan, ya. Coba gambarkan bagaimana perasaanmu saat anak enggan menuruti perkataanmu sebagai orangtua, dan beritahu juga betapa bahagianya kamu saat anak mau mendengarkan kamu dan pasangan.

Tegas, tapi Hangat

Cara lainnya yang tidak kalah penting agar anak mau mendengarkan orangtua yakni dengan memberikan instruksi tegas padanya, tapi tetap dengan cara yang hangat. Hindari nada suara tinggi seperti berteriak-teriak, sehingga anak lebih nyaman untuk menaati arahan dan bimbingan dari kamu.

Beri Anak Waktu

Terakhir, agar anak mau mendengarkan orangtua ada baiknya jangan terlalu berharap kamu bisa segera mendapatkan hasilnya, ya. Karena, membangun komunikasi yang baik merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

Jadi, daripada kamu mengharapkan anak langsung berubah mendengarkan dengan penuh perhatian, sebaiknya amati perkembangan perubahan sikapnya, saat menerima perkataanmu.

Related image
sharecare.com

Kalau anak memang menunjukkan perubahan, apresiasi perubahan tersebut, dengan menyampaikan perasaan senangmu, tidak mengungkit sikap buruknya dulu, dan terus memupuk keharmonisan di antara kalian, anak, kamu, dan pasangan, sebagai keluarga yang saling memahami, dan menyayangi.

LEAVE A REPLY