Usai Skandal Data Facebook, Cambridge Analytica Pailit dan Terpaksa Tutup!

0
36 views
ft.com

Gulalives.co – Cambridge Analytica pailit? Ya, konsultan politik di pusat skandal berbagi data pengguna Facebook, mengalami pailit. Karenanya, firma tersebut tutup pada Rabu (2/5/2018) waktu setempat, sehingga tak dapat lagi melanjutkan bisnisnya.

Related image
9to5mac.com

Perusahaan ini sudah terkena skandal, menyusul laporan bahwa data pribadi sekitar 50 juta warga AS dan setidaknya satu juta warga Inggris telah dipanen dari Facebook. Informasi pribadi tersebut disalahgunakan untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden AS 2016 dan referendum Brexit Inggris. Cambridge Analytica menyangkal telah melakukan kesalahan apa pun. Bahkan liputan media yang negatif telah meninggalkan perusahaan itu tanpa klien, dan mengeluarkan biaya untuk hukum.

“Selama beberapa bulan terakhir, Cambridge Analytica telah menjadi subyek banyak tuduhan tidak berdasar dan, meskipun perusahaan berupaya memperbaiki rekam jejak itu, telah difitnah untuk kegiatan yang tidak hanya legal, tetapi juga diterima secara luas sebagai komponen standar dari iklan online di arena politik dan komersial,” kata juru bicara Cambridge Analytica Clarence Mitchell dalam pernyataan resmi perusahaan, seperti dikutip BBC.

Dalam pernyataan itu ditambahkan: “Terlepas dari keyakinan yang teguh dari Cambridge Analytica bahwa karyawannya telah bertindak secara etis dan sesuai hukum, pengepungan terhadap liputan media telah mengusir hampir semua pelanggan dan pemasok perusahaan. Akibatnya, telah ditentukan bahwa [perusahaan] tidak lagi dapat melanjutkan operasi bisnis.”

Image result for Emerdata
national.ro

Meski Cambridge Analytica pailit dan terpaksa tutup, menurut laporan The Guardian, tim di belakangnya telah mendirikan perusahaan baru misterius bernama Emerdata. Menurut data Companies House, CEO Cambridge Analytica Alexander Nix terdaftar sebagai direktur bersama dengan eksekutif lain dari SCL Group. Para putri miliarder Robert Mercer juga terdaftar sebagai direktur di Emerdata.

Baca Juga: Terkena Kasus, Bagaimana Jika Facebook Indonesia Benar-benar Lenyap?

Damian Collins, ketua komite parlemen Inggris yang menyelidiki kecurangan data, menyatakan kekhawatiran bahwa Cambridge Analytica pailit dan tutup justru dapat menghambat penyelidikan terhadap perusahaan.

“Cambridge Analytica dan grup SCL tidak diizinkan untuk menghapus riwayat data mereka dengan menutup. Investigasi terhadap pekerjaan mereka sangat penting,” tulisnya di Twitter.

Skandal ini berpusat pada data yang dikumpulkan dari pengguna Facebook melalui aplikasi kepribadian yang dikembangkan oleh peneliti Universitas Cambridge Aleksandr Kogan. Aplikasi ini memungkinkan Kogan untuk menarik data pengguna Facebook dan teman-teman mereka, termasuk hal yang disukai, kegiatan, check-in, lokasi, foto, agama, politik dan rincian hubungan. Dia mengirimkan data ke Cambridge Analytica, melanggar kebijakan platform Facebook.

Facebook pertama kali menemukan bahwa Kogan telah berbagi data dengan Cambridge Analytica ketika seorang jurnalis Guardian menghubungi perusahaan tentang hal itu pada akhir 2015. Ia meminta Cambridge Analytica untuk menghapus data dan mencabut akses aplikasi Kogan. Namun, Facebook mengandalkan Cambridge Analytica yang telah melakukannya.

Setelah terungkap bahwa data belum dihapus, Facebook mencabut akses Cambridge Analytica ke platform-nya. Raksasa media sosial itu juga meluncurkan penyelidikan “ribuan” aplikasi yang memiliki akses serupa dan melakukan beberapa perubahan untuk membatasi berapa banyak pengembang pihak ketiga dapat mengakses profil orang.

Facebook juga berjanji untuk memverifikasi identitas administrator halaman Facebook populer dan pengiklan yang membeli iklan “isu” politik pada “topik perdebatan kepentingan legislatif nasional” seperti pendidikan, imigrasi dan aborsi.

Kalaupun Cambridge Analytica pailit dan sudah tutup, bagaimana jika perusahaan baru misterius bernama Emerdata melakukan hal yang sama? Masih mau terombang-ambing ketidakpastian? Cobalah untuk mulai menengok media sosial buatan anak bangsa yang belakangan ini mulai sering dibicarakan di mana-mana, viuGraph!

Related image
dailysocial.id

“viuGraph memberikan platform berbagi cerita dalam klasifikasi topik-topik tertentu, di samping dengan teman yang sudah dikenal. Selain hal tersebut, ada fitur filtering yang membuat pengguna ViuGraph hanya melihat apa yang diinginkan dengan timeline berdasarkan waktu kronologis konten tersebut di upload. You Watch What You Want, You View What You Like,” ungkap founder CEO viuGraph Wahyu Widi.

Kamu bisa langsung download viuGraph via GooglePlay di sini
Atau, download viuGraph via IOS di sini

Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau mendukung karya anak bangsa? Yuk mulai!

LEAVE A REPLY