Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dan Pencegahan Cacing Pita pada Manusia

0
39 views
smithsonianmag.com

Gulalives.co – Cacing pita merupakan salah satu jenis cacing parasit, dengan nama lain Cestodes. Cacing ini memiliki bentuk yang serupa dengan pita, dan memiliki ruas-ruas. Saat dewasa, cacing ini bisa mencapai 25 meter, dan bisa hidup hingga 30 tahun lamanya. Namun, ia memerlukan inang untuk hidup. Karena, ia hanya bisa hidup dari makanan dan nutrisi yang dikonsumsi oleh tubuh yang ditumpanginya. Biasanya, cacing ini akan menginfeksi hewan bertulang belakang seperti sapi atau babi. Namun, cacing ini juga bisa menginfeksi manusia. Apa saja bahaya infeksi cacing pita pada manusia? Apa penyebab dan gejala cacing pita pada manusia? Dan, bagaimana cara mengobati serta mencegah penularan cacing pita pada manusia?

Related image
vice.com

Penyebab

Cacing pita menginfeksi manusia melalui konsumsi makanan atau minuman yang mengandung telur cacing pita itu sendiri. Salah satunya adalah melalui konsumsi daging sapi, babi, atau ikan yang tidak dimasak dengan baik dan benar.

Selain itu, sanitasi lingkungan yang buruk juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi cacing pita. Telur cacing pita yang berhasil masuk ke dalam tubuh manusia dapat menetas dan menyebabkan infeksi saluran pencernaan, seperti usus.

Bahkan, cacing pita juga bisa memasuki jaringan tubuh dan organ lain, sehingga menyebabkan infeksi. Selain itu, cacing pita pada manusia juga dapat membentuk kantung berisi cacing pada jaringan dan organ tubuh manusia.

Baca Juga: 9 Penyakit Menular dari Hewan

Gejala

Saat ia berhasil menginfeksi tubuh seseorang, kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus. Dan, seiring berjalannya waktu, tubuh cacing pita akan terus bertambah panjang dan memproduksi telur.

Infeksi cacing pita pada usus, termasuk kategori infeksi ringan. Namun, jika cacing pita berhasil menginfeksi jaringan dan organ tubuh lain, bisa mengakibatkan komplikasi yang berbahaya bagi tubuh.

Pengidap infeksi cacing pita pada usus, sering tidak mengalami gejala apa pun. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi cacing pita ditunjukkan oleh beberapa gejala. Di antaranya adalah:

  • Mual,
  • Lemas,
  • Sakit perut,
  • Diare,
  • Kehilangan nafsu makan, dan
  • Penurunan berat badan.

Sementara itu, jika cacing pita berhasil menginfeksi organ tubuh lain, beberapa gejala akan ditunjukkan oleh pengidap, di antaranya:

  • Demam,
  • Timbulnya kista,
  • Sesak napas,
  • Alergi,
  • Sakit kepala,
  • Kejang, dan
  • Bahkan dalam kondisi tertentu, infeksi cacing pita juga bisa menyebabkan koma.

Cara Mengobati

Jika seseorang terkena infeksi cacing pita, dokter akan menyarankan penderita mengonsumsi obat pembasmi cacing. Obat ini akan membasmi cacing pita yang ada dalam tubuh, kemudian akan dikeluarkan bersama tinja saat buang air besar. Jika cacing pita memiliki ukuran yang cukup besar, pengidap mungkin akan merasakan kram perut saat proses penyembuhan terjadi.

Pemberian obat pembasmi cacing bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis dan lokasi infeksi cacing dalam tubuh. Dalam kondisi yang lebih serius, seperti infeksi cacing pita pada otak, mata, dan hati, dokter akan melakukan penanganan lebih lanjut dengan melakukan pembedahan.

Pencegahan Penularan

Namun, mencegah terjadinya suatu penyakit akan selalu lebih baik daripada mengobati. Dan, ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penularan cacing pita pada manusia:

Image result for Tapeworm
istockphoto.com
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak atau menyantap makanan,
  • Mencuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang akan dikonsumsi,
  • Memasak daging dan ikan hingga matang dengan suhu dalam daging minimal 65 derajat celsius,
  • Menerapkan gaya hidup yang sehat dan bersih,
  • Mengonsumsi obat cacing secara rutin sesuai dengan anjuran dokter, dan
  • Jika memiliki binatang peliharaan, pastikan juga kesehatan serta kebersihannya.

LEAVE A REPLY