Bupati Ini Jual Tas Ratusan Juta dengan Harga ‘Nyungsep’

Tas tenun Ulap Doyo khas Kalimantan Timur koleksi Bupati Kukar Rita Widyasari. Foto: Twitter

Gulalives.com, JAKARTA – Sebelum menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, sosok Rita Widyasari dikenal suka mengoleksi tas bermerek. Anak dari Syaukani Hasan Rias (sebelumnya juga menjadi Bupati Kukar) ini merupakan pejabat perempuan pertama dalam sejarah di tingkat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan.

Rita yang memang terlahir dari keluarga kaya suka mengoleksi beragam tas dengan harga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Sebutlah brand ternama Louis Vuitton, Hermes, Prada, Versace dan sebagainya menjadi koleksi perempuan ini.

Perajin tenun Ulap Doyo khas Kalimantan Timur
Perajin tenun Ulap Doyo khas Kalimantan Timur

Selain membeli sendiri, kadang pula perempuan kelahiran Tenggarong 11 November 1973 ini dibelikan tas oleh sang ayahanda, Syaukani. “Bapak saya yang paling tahu, apa koleksi favorit saya. Terakhir, bapak belikan saya tas Hermes dengan harga Rp 200 juta,” kata Rita, seperti dikutip laman kliksamarinda.

Di luar aktivitasnya sebagai pejabat publik, istri Endri Elfran Syafril ini punya gaya hidup seperti halnya sosialita, yang suka barang mewah dengan harga mahal.

Namun seiring perjalanan waktu, ketertarikan ibunda Dhafin Rizqin Mumtazah, Khalda Thumakarima Mumtazah, dan Khansa Thumakarima Mumtazah ini pada barang-barang bermerek itu mulai luntur.

Busana dari tenun Ulap Doyo tampil cantik dan modern
Busana dari tenun Ulap Doyo tampil cantik dan modern

Kini Rita malah mengaku menyukai Ulap Doyo –kain khas suku Dayak. Dia mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ulap Doyo ini.

Dari ketertarikan itu, Rita mulai memberdayakan para perajin kain di Kota Raja, Tenggarong. Hasilnya, tak hanya sarung yang dibuat, melainkan juga baju. Lama-kelamaan, Rita semakin keranjingan. Karya yang dibuat bersama para pengerajin mulai merambah tas, dompet, hingga aksesoris lain.

Bupati Kukar ini bahkan membuat di Rita Centre Kerajinan Tangan untuk memamerkan berbagai koleksi tas Ulap Doyo miliknya.

Meskipun hidup dalam dunia glamour, Rita suatu ketika pernah merelakan tas-tas mewah koleksinya dilelang untuk tujuan amal.

Rita Widyasari, Bupati Kukar yang mengoleksi tas dari tenun Ulap Doyo
Rita Widyasari, Bupati Kukar yang mengoleksi tas dari tenun Ulap Doyo

Semua benda yang berasal dari luar negeri itu yang dibeli dengan harga mahal itu dijual murah dalam lelang. Bahkan, salah satu tas pemberian sang ayahanda dengan merek Versace ikut dilelang dan terbeli oleh pemilik baru dengan harga jauh banget dari harga beli awal. Tas yang dulu dibeli seharga Rp 45 juta itu terjual dalam lelang hanya dihargai Rp 1 juta.

Tas itu sendiri punya sejarah karena hadiah dari sang ayahanda saat melakukan lawatan di Paris, Prancis. “Tidak apa-apa, semua dilelang saja,” ujar Rita.

Tas Hermes yang dibeli dengan harga Rp 200 juta misalnya, laku terjual hanya di angka Rp 1 juta. Sangat murah untuk koleksi tas Hermes autentik.

Selain tas, sebuah busana muslimah yang hanya sekali dipakainya saat Lebaran juga dilelang dengan harga Rp 200 ribu. Padahal, ketika membelinya, Rita harus merogoh kocek hingga belasan juta rupiah. “Dulu saya membeli busana itu Rp 18 juta. Khusus ketika itu saya lelang cuma Rp 200 ribu,” ujarnya.

Tas tenun Ulap Doyo khas Kalimantan Timur koleksi Bupati Kukar Rita Widyasari. Foto: Twitter
Tas tenun Ulap Doyo khas Kalimantan Timur koleksi Bupati Kukar Rita Widyasari. Foto: Twitter

Total lelang barang-barang bermerek milik Rita itu terjual di angka Rp 54,4 juta. Hasil lelang ini diserahkan kepada korban bencana alam dan merenovasi sembilan tempat ibadah di Kukar beberapa waktu lalu.

Jamaknya perempuan, Rita juga rajin merawat tubuh. Sesibuk apapun menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai kepala daerah, Rita selalu merawat kulitnya agar senantiasa terlihat bercahaya. Namun ia enggan disebut cantik. “Terlalu berlebihan. Saya sama saja seperti perempuan lain, berusaha tampil maksimal,” ujarnya.

Bupati Kukar Rita Widyasari mengenakan busana tenun Ulap Doyo. Foto: kliktenggarong
Bupati Kukar Rita Widyasari mengenakan busana tenun Ulap Doyo. Foto: kliktenggarong

Lantaran suka merawat diri, Rita mengaku memiliki salon pribadi. Dulu, sebelum mengemban amanah sebagai bupati Kukar, Rita sempat menimba kursus kecantikan hingga ke Singapura.

Tidak cukup sampai di situ, sekali waktu Rita bahkan meningkatkan kemampuannya dengan belajar di Make-up Forever, Jakarta.

“Pokoknya cita-cita saya punya salon kecantikan profesional. Jadi, saya ini punya keahlian merias sendiri. Sayangnya, saya enggak punya waktu berdandan lama, jadi tampil apa adanya,” pungkasnya. (VW)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY